Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Ketapang > Potret PT WHW Kendawangan, TKA Dominasi Posisi Penting Ditengah Keluhan Pekerja Lokal, Nelayan kian Terhimpit
Ketapang

Potret PT WHW Kendawangan, TKA Dominasi Posisi Penting Ditengah Keluhan Pekerja Lokal, Nelayan kian Terhimpit

Last updated: 10/03/2026 22:55
10/03/2026
Ketapang
Share

FOTO : Penampakan kawasan industri PT WHW [ ist ]

Editor : R Hoesnan | Publisher : Admin redaksi

RADARKALBAR.COM – Kehadiran PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (PT WHW) di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat, yang digadang-gadang sebagai simbol industrialisasi, kini menuai keluhan dari warga sekitar.

Di balik megahnya pabrik pengolahan bauksit tersebut, masyarakat lokal khususnya para nelayan di Dusun Sungai Tengar merasa kian terpinggirkan.

Dikutip dari liputanaktual.id jaringan radarkalbar.com, menyebutkan berdasarkan data hingga akhir 2025, tercatat sekitar 240 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan tersebut.

Dominasi asing ini memicu keprihatinan warga lokal yang merasa hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Orang lokal seperti hanya jadi kuli, sementara TKA jadi bos,” keluh Rabuan, warga setempat.

Ditambahkan, akibat dominasi TKA tersebut, sehingga peluang warga lokal semakin sedikit untuk menempati posisi-posisi tertentu.

Tak hanya sampai di situ, dampak ekonomi juga dirasakan nyata oleh para nelayan. Ahmad dan Tosimin, nelayan Sungai Tengar, mengaku hasil tangkapan menurun drastis sejak industri beroperasi.

Kondisi ini memaksa mereka melaut lebih jauh dengan biaya operasional tinggi, yang ironisnya sering kali harus ditutup dengan berutang ke bank harian.

“Kami kebanyakan ngutang, untuk biaya operasional melaut. Tangkapan berkurang, modal habis,” keluh mereka.

Tak hanya soal ekonomi, program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan juga dinilai minim dampak.

Warga menyebut bantuan sering kali hanya bersifat formalitas seperti paket sembako tahunan, tanpa menyentuh akar permasalahan infrastruktur jalan yang rusak di jalur menuju Kendawangan.

“Belum kelihatan nyata dampak dari program CSR perusahaan tersebut kepada kami,” ucapnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait keluhan warga tersebut, sebagaimana awak media telah mengkonfirmasi kepada bagian Corporate Communication PT WHW. [ red ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:CSRKeluhan nelayanPT WHWTKA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

KKP Segel Tiga Dermaga PT WHW di Ketapang, Ini Penyebabnya

14/05/2026

Kejati Kalbar Bidik Aktor Utama Korupsi CSR Napak Tilas Ketapang, Enam Saksi Diperiksa Marathon

25/04/2026

Status Alat Berat di KM 27 Indotani, Ketapang Dipertanyakan, Sempat Disita Kini Terpantau di Lokasi PETI?

25/04/2026

JPU Tuntut Liu Xiaodong 3 Tahun Penjara, Hakim Tolak Penundaan Sidang

22/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang