Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Nasib Tragis Megawati di Tangan Anak Sendiri
Opini

Nasib Tragis Megawati di Tangan Anak Sendiri

Last updated: 08/04/2024 04:55
07/04/2024
Opini
Share

Oleh : Dr. Rosadi Jamani
Dosen UNU Kalimantan Barat

BENAR – benar di luar nurul. Megawati (56) yang melahirkan, membesarkan, sampai menikahkan, punya anak, nasibnya berakhir tragis. Ia tewas mengenaskan di tangan anak sendiri, Nem Pratama (33).

Habis dihilangkan nyawanya, lalu si anak kandung itu menguburkan ibunya di belakang rumah. Sebuah kejadian menyayat hati di Medan Denai, Sumut, Kamis (4/4/2024) dini hari.

“Tanda-tanda akhir zaman,” kata kawan via FB.

Si anak kandung yang sudah punya anak ditinggal istri. Megawati yang mengasuh anaknya. Mungkin pengangguran, ia sering minta uang ke ibunya. Dini hari Kamis itu, ia minta uang, tak dikasih sang ibu.

Ia marah dan memukul ibunya sampai tewas. Melihat ibunya terkapar, ia tetap santai. Mayat itu ditarik ke belakang rumah. Tanah digali sedalam 60 cm.

Tubuh ibunya dimasukkan dalam lubang cetek itu. Saat dikubur, kedua kaki ibunya masih kelihatan. Sampai akhirnya aksinya itu diketahui warga dan dilaporkan ke polisi. Saat ditangkap, ia tetap tenang.

“Kenapa kau bunuh ibumu?” tanya polisi.

“Saya depresi, Om!” jawabnya santai.

Benarkah orang kalau depresi bisa membunuh? Depresi dalam konteks ilmu psikologi adalah sebuah gangguan mental yang ditandai dengan perasaan sedih, kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang biasanya menyenangkan, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, perasaan tidak berharga, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), depresi merupakan salah satu gangguan mood yang paling umum dan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Orang yang mengalami depresi mungkin merasa tidak berdaya, kehilangan harapan, atau tidak dapat mengatasi perasaan mereka sendiri.

Orang dengan depresi sering kali mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Mereka mungkin merasa sulit untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, atau bahkan melakukan tugas-tugas dasar.

Ketika seseorang mengalami depresi, perasaan sedih dan putus asa yang berkelanjutan dapat menyebabkan pemikiran yang negatif dan berbahaya. Hal ini dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.

Dalam kasus anak yang membunuh ibunya di Medan dan mengklaim sedang depresi, penting untuk memahami bahwa depresi adalah gangguan serius yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal.

Meskipun demikian, tidak semua orang dengan depresi akan melakukan tindakan kekerasan.

Siapa pun pernah mengalami depresi. Masalah yang datang bertubi-tubi. Di rumah diomelin bini, dompet kosong, penagih hutang nelpon terus. Mau minjam, semua kawan tutup pintu. Barang mau dijual habis. Anak-anak terus nyodorkan tagihan sekolah.

Dalam posisi ini, siapapun bisa depresi. Bila tak mampu mengendalikan diri, bukan tak mungkin bisa melakukan tindakan kriminal, bahkan bunuh diri.

Di sini peran agama menjadi sangat penting. Mungkin di dunia orang semua menjauh, tapi akan merasa ada teman bila mendekatkan diri pada Tuhan. Keluarkan keluh kesah, instrospeksi diri, ingat segala dosa, dan terakhir pasrahkan pada Tuhan.

Emosi akan bisa terkendali. Segala cobaan secara perlahan bisa diatasi. Yakinlah, masih banyak orang peduli. Dengan catatan, tulus mengakui segala perbuatan dosa, dan tobat. Siapa pun pernah berbuat dosa.

Tobat jawaban paling benar. Setelah itu, bergaulah dengan orang di sekitar kita. Jangan pula mengurung diri dalam kamar. Bisa makin parah depresinya. Kalau kita sering bergaul, akan banyak teman ngasih masukan.

Kadang, rezeki kita itu banyak lewat kawan (koneksi). Pandai-pandailah dalam berkawan, jangan suka mengecewakan. Itu aja sih wak, sebuah nasihat agar terhindar dari penyakit depresi.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:ibunyaMegawatimembunuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia

10/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Tiga Pria di Delta Pawan Kena Tangkap Polisi, Kasusnya Cukup Berat
07/01/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
SEMARAK LDII Ketapang, Ruang Tumbuh Generasi Tri Sukses
01/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Trump Ancam, Iran Menggeram, Sekutu Kabur

7 jam lalu

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

26/01/2026

Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

25/01/2026

Kemarahan Warga Talaud pada TNI Angkatan Laut, Tambang Kapal Dilepas

25/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang