Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Yang Lain Menjauh, China Mendekat
Opini

Yang Lain Menjauh, China Mendekat

Last updated: 05/12/2023 09:03
05/12/2023
Opini
Share

FOTO : DR. Rosadi Jamani (ist)

Oleh : DR. Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalbar)

MENDENGAR Taliban, pikiran orang kita tertuju pada terorisme. Bahkan, di KPK pernah dihantam serangan dengan tuduhan Taliban. Taliban seperti momok menakutkan.

Aksi bom bunuh diri, hukuman cambuk, hukuman gantung, melarang perempuan sekolah, itulah Taliban.

Pakai sorban, berjenggot, baju gamis, celana cingkrang, itulah Taliban. Seperti tidak ada yang positif. Semua yang jelek ada di Taliban. Ada menuduh Taliban itu kelompok sesat dalam Islam.

Siapa sebenarnya Taliban ini? Taliban adalah Keamiran Islam Afganistan. Sebuah gerakan nasionalis Islam Deobandi pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Saat berkuasa tahun 2001, sempat dikudeta oleh Amerika Serikat.

Tuduhannya, Taliban menyembunyikan teroris Osama bin Laden. Afganistan dikuasai Amerika dan sekutunya kurang lebih 20 tahun. Ada ribuan nyawa melayang akibat penjajahan Paman Sam ini. Perang antara Taliban dan Amerika tiada berkesudahan.

Pada 15 Agustus 2021, pihak Taliban telah mengepung wilayah Kabul dan bernegosiasi dengan Pemerintah Afganistan terkait penyerahan kekuasaan secara damai. Akibat pengepungan tersebut, Presiden Ashraf Ghani dan beberapa diplomat AS segera dievakuasi dan meninggalkan Afganistan.

Semenjak itu, power Amerika Serikat hilang di Afganistan. Sebagai gantinya, Taliban. Liciknya Amerika, usai kabur malah membekukan aset Afganistan senilai USD17 miliar. Hal ini menyebabkan jutaan warga jatuh dalam kemiskinan ekstrem dan kelaparan.

Karena Amerika tidak ada lagi, sekutunya juga ikut kabur. Tidak ada negara mau membantu Afganistan yang dikuasai Taliban. Dalam situasi itu, muncul China. Negara tetangga yang selalu baik hati.

Di saat negara lain menjauh, China malah mendekat dan menawarkan kerja sama. Hasilnya, kemajuan demi kemajuan diperlihatkan Afganistan.

Salah satu proyek yang ramai dibicarakan dunia, Afganistan sukses membangun kanal atau sungai buatan membelah gurun. Kanal ini akan menghidupkan dunia pertanian dan perikanan.

Satu lagi proyek cukup mengagetkan dunia, ladang minyak Askari yang dibantu China US12 miliar berhasil menghasilkan 1000 ton minyak dari ladang minyak pertama. Hanya enam bulan saja China sukses membuat ladang itu menghasilkan minyak. Padahal, sebelumnya saat dikuasai Amerika, minyaknya tidak keluar-keluar.

Banyak lagi ladang minyak yang akan diekplorasi. Masih ada 50 juta barel cadangan minyak yang siap ditambang bersama China.

Dari proyek itu, China membantu sepenuhnya pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, sekolah, dan universitas.

Dengan kerja sama erat ini, China ingin menghidupkan jalur perdagangan kuno yang melewati Afganistan. China ingin jalur perdagangan bisa lancar menuju Asia Tengah, Selatan, dan Eropa.

China secara tulus membantu Afganistan memulihkan ekonominya yang porak-poranda oleh Amerika dan sekutunya. Perlahan tapi pasti, ekonomi Afganistan di bawah kendali Taliban mulai bangkit.

Cerita perang saudara, bom bunuh diri, semakin jarang terdengar di sana. Bila kondisi Afganistan semakin stabil, bukan tidak mungkin negara yang dikuasai Taliban menjadi kekuatan baru di Asia.

Setiap ada perang pasti ada damai. Beruntung bagi Afganistan, baru saja melewati perang panjang dan sekarang mulai damai. Jangan sampai, negara damai seperti Indonesia berubah menjadi perang. Mari jaga negeri kita tetap damai dan tenteram.

 

 

 

 

 

 

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:ChinaRusia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia

26/03/2026
Bertahun-tahun Gelap, Warga Dusun Pangkalan Makmur Kini Terang Benderang Berkat Swadaya dan Donatur
30/03/2026
Warga Sukadana Masih Jerit Krisis Air Bersih, Proyek SR Milyaran Rupiah Disorot
28/03/2026
Sikapi Isu “Pungli” di Imigrasi Entikong, Pengamat Hukum Desak Audit Investigatif Menyeluruh
29/03/2026
Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil
08/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Saat Mahasiswa Disadarkan oleh Bank Indonesia

17 jam lalu

Dari Selat Hormuz ke Cina Selatan : Analisa Permintaan Banket Overflight Clearance Amerika ke Indonesia

22/04/2026

Rakyatnya Ingin Ketemu, Abang Adik Ini Memilih Sembunyi dan Bungkam

22/04/2026

Aksi Premanisme, Ketua Golkar Ditikam Hingga Tewas, Ngeri Wak!

20/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang