Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Jannatul Baqi, Makam Fenomenal Sayyidah Siti Aisyah dan Ustman bin Affan di Madinah Menggusur Hotel
Opini

Jannatul Baqi, Makam Fenomenal Sayyidah Siti Aisyah dan Ustman bin Affan di Madinah Menggusur Hotel

Last updated: 04/02/2025 19:29
04/02/2025
Opini
Share

CATATAN : H . Samiadji Makin Rahmat, Santri Embongan, Penanggung Jawab wartatransparansi.com, Wartawan Utama (Tour Leader Haji-Umroh)

DINGINNYA hawa kota Madinah, sekitar 10 ‘C yang cukup ekstrim, tidak menyurutkan niat kami untuk ziarah ahlul Baqi.

Assalamualaikum darra qaumin mukminina wa atakum maa tuu’aduna ghadan mu’ajjalina wa inna InshaAllah bikum laahiquuna, allahumnaghfir li ahli Baqii’il ghorqod.

Usai salat Subuh, Al faqir bersama jamaah berencana ziarah ke makam Baqi. Areal makam mungkin terluas di dunia, catatan data menyebut 175.000 meter persegi (M2). Antrian panjang jamaah pria menggular di sebelah masjid Nabawi Madinah, tepatnya areal Gate 360 atau 362 untuk berziarah di makam Baqi dulu hanya seluas 80 M2.

Saat Al Faqir haji tahun 1999, bersamaan dengan 100 tahun Kerajaan Saudi Arabia, luas kawasan Jannatul Baqi tidak sampai 5 Ha (50.000 M2). Di seputaran Baqi berjejer hotel dan pedagang kaki lima, termasuk pasar kurma.

Perlahan tapi pasti, perluasan makam harus mengusur hotel dan kawasan bisnis.

Tentu sangat bertolak belakang dengan di Indonesia. Banyak areal makam di tengah kota, karena perkembangan site plan menjadi metropolis harus tergusur diruislag.

Kembali pada perkembangan makam Baqi, disebut Jannatul Baqi (kawasan surga Baqi) adalah areal pemakaman terbesar yang terletak di Madinah menampung lebih 10.000 sahabat Nabi SAW.

Hingga saat ini, termasuk jamaah haji dan umrah. Sayangnya, sangat mustahil untuk mengidentifikasi nana makam-makam saat ini karena tidak ada tanda yang memastikan nisan milik siapa.

Sepintas diyakini ada makam Sayyidah Siti Aisyah dan agak berjauhan areal makam Sayidina Ustman bin Affan.

Sedikit informasi, keberadaan makam Baqi tidak lepas dari kondisi dan kebijakan penguasa. Saat era Muawiyah, Umar bin Abdul Aziz hingga Turki Usmani, nama-nama yang memiliki jasa besar dalam syiar Islam, diberi gapura atau ornamen khusus.

Sehingga bisa mengetahui tentang profil dan petilasan. Nama Al Baqi sendiri memiliki arti Allah Maha Abadi, bermakna bahwa Allah tidak memiliki awal maupun akhir.

Keterangan Abdullah dan Hasyim, Askar yang berjaga, pemakaman Al-Baqi merupakan tempat makam sejumlah sahabat radhiyallahu ‘anhu, putra beliau termasuk istri-istri Nabi SAW, yaitu Ummul Mukminin, kecuali Khadijah binti Khuwaylid dan Maymunah binti Harits, dimakamkan di Ma’la dan perbatasan Mekah.

Sebetulnya, Khalifah ketiga Utsman bin ‘Affan awalnya dimakamkan di dekat pemakaman Yahudi. Saat, perluasan pertama areal Baqi oleh Muawiyah I, Khalifah pertama Umayyah, sebagai penghargaan jasa-jasa Utsman, pemakaman Yahudi tersebut ke dalam Baqi.

Sebelum menjadi kawasan Jannatul Baqi, warga Madinah dulu disebut Yatsrib mengambil nama al-Baqi’ yang berarti taman pepohonan. Baqi’ berarti tempat tumbuhnya berbagai jenis pohon berduri yang disebut al-Gharqad, yaitu pohon berduri yang sangat besar.

Baqi’ adalah tanah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman jahiliyah sampai sekarang.

Fungsi kebesaran Jannatul Baqi mengalami perubahan pada awal abad 19, selama kekuasaan Wahabi atas Mekkah dan Madinah. Dimulai tahun 1806, banyak bangunan keagamaan, termasuk makam dan masjid, dihancurkan.

Penghancuran ini terjadi sesuai dokrin Wahabi yang melarang penyembahan berhala. Mengkultuskan orang yang sudah wafat dianggap syirik.

Termasuk rencana memindahkan makam Rasulullah SAW. Setelah terjadi pro-kontra hingga tahun 1922, Hadratus Syech Hasyim Asy’ari mengutus KH Wahab Hasbullah melalui wadah Komite Hijaz untuk melobi Raja Saud.

Kedigdayaan Faham Wahabi akhirnya luluh, setelah argumentasi Kiai Wahab yang mendapatkan dukungan ulama Sunni dunia, termasuk golongan Syiah, menjadi perekat diplomatik, tetap menempatkan makam Rasulullah SAW di rumahnya, sesuai hadits beliau.

Kembali ke Jannatul Baqi, tentu sebagai pusara bagi penduduk kota Madinah. Terlepas dari sentimen terhadap keberadaan makam Baqi, tetap mengalir doa-doa bagi Ahli Baqi Al Ghorqot. Wallahu a’lam bish-showab. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:kuburan di tanah suci
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia

26/03/2026
Bertahun-tahun Gelap, Warga Dusun Pangkalan Makmur Kini Terang Benderang Berkat Swadaya dan Donatur
30/03/2026
Warga Sukadana Masih Jerit Krisis Air Bersih, Proyek SR Milyaran Rupiah Disorot
28/03/2026
Sikapi Isu “Pungli” di Imigrasi Entikong, Pengamat Hukum Desak Audit Investigatif Menyeluruh
29/03/2026
Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil
08/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Saat Mahasiswa Disadarkan oleh Bank Indonesia

18 jam lalu

Dari Selat Hormuz ke Cina Selatan : Analisa Permintaan Banket Overflight Clearance Amerika ke Indonesia

22/04/2026

Rakyatnya Ingin Ketemu, Abang Adik Ini Memilih Sembunyi dan Bungkam

22/04/2026

Aksi Premanisme, Ketua Golkar Ditikam Hingga Tewas, Ngeri Wak!

20/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang