Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Figur > Peluncuran Buku : Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”
Figur

Peluncuran Buku : Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”

Last updated: 03/06/2023 20:35
03/06/2023
Figur
Share

Oleh : Dr Retno Intani ZA, MSc Ketua Bidang Pendidikan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat

DEMOKRASI kita ini adalah pilihan para pendiri negeri ini. Pemerintahan bertanggung jawab untuk kepentingan bersama.

Hal ini dikatakan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia pada saat memberi sambutan peluncuran buku “Demokrasi Sebagai Tanggung Jawab: Menjaga Demokrasi Indonesia dari Keterpurukan”.

Buku tersebut ditulis Dr Muhammad A.S Hikam, mantan Menteri Riset dan Teknologi (1999-2001) di era pemerintahan Presiden RI keempat KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Buku diluncurkan pada Selasa, 30 Mei 2023 di ruang Seminar lantai 1, Gedung Widya Graha, BRIN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Mahfud MD memaparkan, negara dalam memilih demokrasi itu merupakan pilihan yang sadar.

Sebanyak 62 orang anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berdebat tentang bentuk pemerintahan negara kerajaan atau republik dengan pusat pemerintahan berada di tangan rakyat.

Pihak kerajaan usul bentuk kerajaan, sementara bung Karno menginginkan republik agar masyarakat dapat turut berpartisipasi dan turut bertanggung jawab. Akhirnya 55 orang anggota BPUPKI memilih republik, 6 orang memilih kerajaan dan 1 orang abstain.

Dalam buku tersebut, Mahfud MD sepakat dengan paparan penulis di halaman 161 bahwa kekuasaan selalu menarik syahwat. Kekuasaan itu bagaikan api. Supaya tidak membakar, maka harus ada mekanisme politik.

Tiga landasan untuk mengatur mekanisme politik.

Pertama, kekuasaan harus dibatasi lingkup dan waktunya.

Kedua, mengutip pemikiran Abraham Lincoln, demokrasi harus berasal dari dan untuk rakyat sebagai inti sumber dan tujuan demokrasi.

Ketiga, harus tunduk pada aturan. Demokrasi itu penting dan menuntut tanggung jawab bukan hanya hak sehingga ada tanggung jawab moral.

Selain menghadirkan Menkopolhukam, Mahfud MD, peluncuran buku juga menghadirkan pembahas Prof Syamsuddin Haris, peneliti senior LIPI /Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditunjuk menjadi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kemudian, Prof. Dr. Ali Humaidi, M.Hum Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial Desa dan Konektivitasi BRIN; dan Dr. Mohammad Sobary, budayawan yang biasa dipanggil Kang Sobary.. Prof Syamsuddin Haris melihat partai sebagai lembaga politik tidak melakukan kaderisasi.

Yang dipakai oleh partai adalah kader yang punya uang. Kader yang berdedikasi tapi tidak punya uang tidak bisa nyaleg. Kalaupun nyaleg cenderung gagal.

Sementara Prof Ali Humaidi optimis desa bisa menjadi demokrasi deliberatif seperti yang dikonsep oleh Jurgen Habermas.

Ada partisipasi sebagaimana indikator deliberatifnya sebuah demokratisasi. Namun kenyataannya, desa dipolitisasi dan dikapitalisasi.

Dr Mohammad Sobary mengingatkan apresiasilah demokrasi dengan terlebih dahulu mengapresiasi tradisi dan kearifan lokal bangsa. Sobary melihat bahwa buku tersebut tidak memisahkan ilmu dan seni.

Penceritaannya diutarakan dalam bentuk prosa yang puitik. Terdapat 13 puisi di Bab 6 yang bercerita tentang rentetan peristiwa politik yang terjadi di kurun waktu 2017-2021.

Buku setebal 526 halaman ini memang menarik. Berisikan mozaik pengamatan dinamika sosial melalui kaca mata seorang AS Hikam yang selain seorang Menteri Negara Riset dan Teknologi RI (1991-2001) juga pernah menjadi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 1999-2001, anggota DPR RI (2004-2007) dan Ketua Dewan Analisis Strategis (DAS), Badan Intelejen Negara (BIN) periode 2013-2015.

Buku “Demokrasi Sebagai Tanggung Jawab: Menjaga Demokrasi Indonesia dari Keterpurukan”, menurut penulisnya, merupakan catatan ringan sepanjang kurun 2016 -2022 yang ditulis dengan perspektif fenomenologi yang mengungkap realitas tidaklah sama dengan obyek karena pengalaman akan mewarnai.

Dinamika sosial, politik, ekonomi dan lainnya tidak cukup dijelaskan sebagai obyek tetapi dimaknai sebagai fenomena sosial yang dinamis yang tidak akan selesai.

Hikam cenderung lebih fokus mengamati relasi dan interrelasi negara dan civil society. Demokrasi Indonesia antara asa dan realitas.

Prof. Dr. M. Syafi’i Anwar yang memoderatori diskusi peluncuran buku, mengatakan buku ini merupakan catatan kritis dan reflektif atas perkembangan dan dinamika kehidupan politik sehari-hari yang ditulis dengan gaya bahasa yang enak dibaca dan mudah dimengerti oleh masyarakat luas.

Penerbitan buku “Demokrasi Sebagai Tanggung Jawab: Menjaga Demokrasi Indonesia dari Keterpurukan” diselenggarakan oleh Pusat Riset Kesejahteraan Sosial Desa dan Konektivitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan penerbit Raja Grafindo Persada.

Acara peluncuran buku ditutup dengan pembacaan 2 buah puisi berjudul Bukan Kali Ini Saja dan Pertarungan Antara Tikus dengan Cicak karya Muhammad AS Hikam dari 13 puisi yang tertuang dalam Bab VI buku yang diluncurkan. Puisi dibacakan dengan apik oleh seniman Sastro Al Ngatawi.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:peluncuran buku AS Hikam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Apresiasi untuk AKP Keken Sukendar, Sosok Kasi Humas Penyabar yang Kini Emban Amanah Baru di Bagren Polres Sanggau

11/02/2026

SMSI Kalbar Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-27 kepada Gus Raden Syihab Zainal Abidin

23/01/2026

Haji Badrun Tamam Resmi Nakhodai LIDIK DISKRIMSUS RI Kalbar, Fokus Transparansi dan Akuntabilitas

20/01/2026

MABM Sanggau Gelar Musda V, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Budaya Melayu

13/12/2025
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang