Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Bandara Maratua Perkuat Kedaulatan dan Memperlancar Konektivitas di Perbatasan Indonesia
Nasional

Bandara Maratua Perkuat Kedaulatan dan Memperlancar Konektivitas di Perbatasan Indonesia

Last updated: 02/09/2019 20:13
02/09/2019
Nasional
Share

Jakarta (radar-kalbar.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus berupaya memperkuat kedaulatan negara dan memperlancar konektivitas melalui pembangunan bandara di wilayah 3T Tertinggal, Terluar dan Terdepan. Pembangunan bandara sejalan dengan amanat Peraturan Menteri (PM) No 39 tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional, Senin (2/9/2019). 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menjelaskan, pembangunan bandara di wilayah 3T memiliki peran dan fungsi untuk mempererat wawasan nusantara dan kedaulatan negara dengan menghubungkan rute penerbangan dari daerah yang sulit dijangkau (terisolir) serta membutuhkan waktu lama dengan jalur darat dan laut.

“Kami berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan semua bandara di wilayah 3T dengan tujuan membuka akses sehingga masyarakat yang bermukim dapat terhubung dengan daerah lain,” tuturnya.

Salah satu bandara yang dibangun Ditjen Hubud adalah Bandar Udara Maratua yang terletak di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Kecamatan Maratua  yang memiliki luas wilayah 4.119,54 Km2  terbagi menjadi 4 desa yaitu Maratua Payung Payung, Maratua Bohesilian, Maratua Teluk Alulu dan Maratua Teluk Harapan merupakan daerah kepulauan, maka sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan hanya bisa diakses melalui jalur laut maupun udara. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia karena berbatasan langsung dengan laut Philipina.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Maratua, Zaldi Ardian menjelaskan, daerah Maratua dan sekitarnya merupakan daerah kepulauan, maka sebagian besar wilayahnya merupakan perairan yang potensial  untuk perikanan dan wisata dasar laut, sehingga Maratua menjadi salah satu tujuan wisata untuk  wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kehadiran Bandar Udara Maratua sangat penting dan dibutuhkan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang. Selain itu, kehadirannya juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Zaldi.

Zaldi menambahkan, Bandara Maratua mulai beroperasi sejak Juni 2017, penerbangan pertama dilayani charter maskapai Wings Air pada Mei disusul dengan layanan komersial long term charter Garuda Indonesia pada Oktober 2017. Bandar Udara Maratua diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 25 Oktober 2018.

“Rute penerbangan saat ini  meliputi Maratua – Berau, Maratua – Tarakan dan Maratua – Balikpapan dengan dilayani maskapai Transnusa dengan pesawat tipe  ATR 72 – 600 dan maskapai Susi Air dengan pesawat tipe C208-B,” sebut Zaldi.

Bandar Udara Maratua memiliki runway (landas pacu) sepanjang 1.600 m x 30 m, taxiway 75 m x 18 m, apron 100 m x 70 m, terminal penumpang seluas 750 m2 (termasuk kantor administrasi).

 

 

Sumber : Kepala Bagian Kerjasama Internasional Humas, dan Umum Dirjen Perhubungan Udara.

Agustina Dani 

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Bandara MaratuaDirektorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian PerhubunganPerbatasan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Dari Rapimnas SMSI, Sampaikan Sikap Terkait ART Indonesia – Amerika

08/03/2026

Sumbangan Jalanan Meresahkan, Pemerintah Didesak Kaji Ulang Retribusi Suramadu demi Kesejahteraan Madura

01/03/2026

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

27/02/2026

KDM dan Polda Jabar Jemput 12 Perempuan Korban TPPO di Sikka NTT

24/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang