Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Kapuas Hulu > Cekcok Soal Batas Wilayah Berburu, Dua Orang Pria di Kapuas Hulu Sempat Duel, Akhirnya Seorang Tewas Tertembak Peluru Senpi Laras Panjang
HukumKapuas Hulu

Cekcok Soal Batas Wilayah Berburu, Dua Orang Pria di Kapuas Hulu Sempat Duel, Akhirnya Seorang Tewas Tertembak Peluru Senpi Laras Panjang

Last updated: 02/01/2026 21:09
02/01/2026
Hukum Kapuas Hulu
Share

FOTO : Petugas kepolisian setempat saat melaksanakan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti [ ist ]

Rony Setiawan – radarkalbar.com

KAPUAS HULU – Dipicu cekcok soal batas wilayah berburu, seorang warga berinisial EB harus berurusan dengan kepolisian.

Setelah, buah percekcokan itu, menyebabkan Antonius Toni meninggal dunia, pada Rabu (31/12/2025).

Korban yang merupakan warga Dusun Ukit-ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu tersebut dikabarkan tewas setelah mengalami pendarahan hebat, pasca kakinya terkena peluru dari senjata laras panjang terduga pelaku.

Atas perbuatannya, EB telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan kini diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Batang Lupar, Ipda Saleh Syafaruddin, membenarkan adanya insiden tersebut.

Menurutnya, penanganan perkara telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu guna pendalaman lebih lanjut, termasuk pengumpulan keterangan saksi dan penelusuran asal-usul senjata api yang digunakan.

“Terduga pelaku sudah kami serahkan ke Polres Kapuas Hulu untuk proses penyelidikan lanjutan. Saat ini fokus kami memastikan kronologi kejadian dan status senjata yang terlibat,” ujarnya, saat dikonfirmasi, pada Kamis (01/01/2026).

Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden bermula dari perselisihan antara korban dan terduga pelaku terkait batas wilayah berburu.

Percekcokan tersebut kemudian berkembang menjadi adu fisik. Ironisnya, dalam kejadian itu kedua pihak diketahui sama-sama membawa senjata api laras panjang.

Dalam perkelahian tersebut, korban disebut sempat merebut senjata milik EB. Namun, dalam kondisi emosi dan situasi yang tidak terkendali, senjata tersebut dipukulkan ke batang pohon sawit hingga memicu letusan.

Peluru yang keluar diduga mengenai kaki korban dan menyebabkan luka serius yang berujung kematian.

“Saat itu, tidak ada saksi lain di lokasi kejadian selain korban dan terduga pelaku. Oleh karena itu, proses penyelidikan saat ini bertumpu pada keterangan EB serta hasil olah tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Selanjutnya, usai insiden, EB dilaporkan mengalami kepanikan dan segera mendatangi Kepala Desa Labian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Atas arahan kepala desa, yang bersangkutan kemudian menyerahkan diri ke Polsek Batang Lupar.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena mengangkat persoalan serius terkait keberadaan dan penggunaan senjata api di kalangan masyarakat sipil, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Kami akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri legalitas kepemilikan senjata api yang digunakan,” tegasnya. [ red ]

editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Batang LuparCekcok batas berburuKapuas huluSenpi Laras Panjang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Nafsu Tak Terkendali, Adik Ipar Digagahi, Pria di Sekadau Kena Tangkap Polisi

23/12/2025
Dampak Aktivitas Tambang Bauksit yang Reklamasinya Mangkrak, Kalbar Terancam Bencana, Negara Diminta Tegas
26/12/2025
Geram Jalan Rusak, Warga Tayan Gelar Aksi Damai, Stop Operasional Truk Tangki Bertonase Besar
22/12/2025
Motor Verza dan Mio J Bertabrakan di Nanga Taman, Dua Pengendara Luka-luka
23/12/2025
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Tim Polres Sanggau Ungkap Siapa Pembuang Jasad Bayi di Sungai Riam Kota Sanggau

3 jam lalu

Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023

19/01/2026

600 Batang Kayu Ilegal Disita, Gakkum Segel Industri Kayu di Ketapang

19/01/2026

Diduga Tampung Kayu Ilegal, Industri Pengolahan Kayu di Negeri Baru Ketapang Disegel

18/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang