Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > 5000 Siswa SMA dan SMK di Kalbar, Bakal Ikuti Apel Siaga Kebangsaan
Pontianak

5000 Siswa SMA dan SMK di Kalbar, Bakal Ikuti Apel Siaga Kebangsaan

Last updated: 01/09/2021 23:57
01/09/2021
Pontianak
Share

FOTO : foto flyer kegiatan apel Siaga Kebangsaan (Ist)

Pewarta/sumber : Zen/ Rilis Instan

radarkalbar. com, PONTIANAK – Sedikitnya 5000 siswa SMA/SMK se-Kalbar bakal mengikuti Apel Siaga Kebangsaan yang digelar Institute Kajian Kebangsaan (Instan), Senin (6/9/2021) mulai pukul 07.00 WIB.

“Kegiatan ini kami dedikasikan untuk generasi Z atau yang lahir sekitar tahun 1995 hingga tahun 2010. Mereka adalah generasi setelah milenial yang sangat terbiasa dengan internet. Untuk itu, edukasi kebangsaan ini juga kita masuk melalui jejaring TI,” ungkap Presidium Instan, R. Rido Ibnu Syahrie, kepada wartawan, Rabu (1/9/2021)

Bukan hanya para siswa SMA dan SMK yang bakal mengikuti apel Siaga. Namun, juga akan diikuti para kepala sekolah dan guru, pada apel siaga dipimpin langsung inspektur apel secara virtual, Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji dan komandan apel virtual Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Sugeng Hariadi.

Kegiatan dapat diikuti melalui Zoom dengan ID 852 9905 2178 dengan passcode ‘apelsiaga’. Zoom tersebut berkapasitas 5000 peserta dan disiarkan melalui live streaming jejaring media sosial.

Menurut Rido, peranan penting dari nilai kebangsaan adalah terbentuknya semangat nasionalisme dan patriotisme anak bangsa yang dilakukan sejak dini. Cara dan pola penerapan nilai kebangsaan di masa penjajahan tentu saja berbeda dengan era globalisasi 4.0 yang memanfaatkan teknologi informasi. Dahulu, mudah ditanamkan karena rasa cinta tanah air yang dihadapkan pada tantangan nyata dalam merebut kemerdekaan.

Dulu, kata Rido, para pejuang kemerdekaan rela mempertaruhkan nyawa demi membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah. Namun, di era saat ini bisa saja terkikis dan memudar akibat akses arus informasi yang begitu pesat. Sehingga sikap kebangsaan ini perlu ditanamkan melalui suatu sistem pembelajaran yang relevan, sekaligus untuk menepis dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi.

“Pendidikan kebangsaan dapat diperoleh melalui pembelajaran di sekolah melalui mata pelajaran PPKn, sejarah, seni budaya, dan kegiatan gerakan pramuka. Namun, terkadang generasi Z atau yang lahir sekitar tahun 1995 hingga tahun 2010 banyak menganggap hal tersebut tidak kekinian,” ujar Rido.

Generasi Z, tambah Rido, selalu mengandalkan teknologi dalam genggaman ini disebut juga internet generation (i-gen), mahir hal digital, percaya diri, menggunakan bahasa gaul, dan rasa ingin tahu sangat tinggi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, lanjutnya, semakin memperparah ketergantungan siswa terhadap penggunaan teknologi akibat pembatasan belajar tatap muka secara langsung. Wajar apabila mereka yang masih berstatus murid SLTA lebih senang dan akrab dengan biografi artis ternama dunia dibandingkan sejarah para pahlawan nasional.

“Hal ini menjadi tantangan dalam penerapan nilai kebangsaan kepada penerus bangsa agar tetap bangga menjadi Indonesia dan cinta kepada tanah air. Belum lagi pengaruh budaya luar yang diperburuk kurangnya pengetahuan terhadap perjuangan para pahlawan,”tuturnya.

Ditegaskan, kondisi tersebut sesungguhnya telah dipersiapkan upaya untuk menanggulanginya dengan rilis kebijakan bidang pendidikan yang terangkum dalam nawacita yakni penguatan pendidikan karakter terintregasi. Persoalan kebangsaan ini juga masuk dalam 5 nilai utama dalam Penguatan Pendidikan Karakter yaitu aspek nasionalisme (upacara bendera, apel pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional lainnya). Sebelumnya adalah aspek religius (keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa), gotong royong, integritas, dan mandiri.

Banyak tradisi kebangsaan yang cukup terhambat, terutama di masa pandemi. Padahal sejatinya upacara bendera setiap hari Senin dan pada peringatan Hari-Hari Besar Nasional. Setiap sekolah juga mengadakan Apel Pagi sebelum masuk memulai kegiatan belajar mengajar.

“Dalam Apel Pagi itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pengucapan Pancasila. Serta berbagai nasihat atau pengumuman-pengumuman dari pihak sekolah,” kata dia.

Kegiatan tersebut juga ada extra event 30 menit sebelum apel siaga kebangsaan berupa pemaparan dari M. Hermayani Putera, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pontianak terkait mengantisipasi ekses negatif dari penggunaan Internet.

Editor : Sery Tayan

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Apel Siaga Kebangsaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”

11/06/2026
Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar
04/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

RSUD dr Soedarso Overflow, Keselamatan Pasien dan Hak Konstitusional Warga Kalbar Terancam, Ini Kata Pengamat

14 jam lalu

Akhirnya Kasus Oli Palsu P21, Edy Chow pun Ditahan

09/07/2026

Buntut Pemadaman Listrik : Seribuan Massa BPM Kalbar Akan ‘Kepung’ Tiga Titik Vital PLN

06/07/2026

Sah, Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalbar

05/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang