Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Komantab Serukan Penanganan Lebih Serius, Dampak Konflik Penyu dan Manusia di Tapteng
Nasional

Komantab Serukan Penanganan Lebih Serius, Dampak Konflik Penyu dan Manusia di Tapteng

Last updated: 01/09/2019 00:47
01/09/2019
Nasional
Share

Sibolga (radar-kalbar.com)- Konflik Penyu dan manusia berujung terbunuhnya seekor Penyu Lekang terjadi di Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dalam pekan ini.

Penyu diprediksi berbobot puluhan kilogram itu ditangkap warga saat naik ke pantai dan hendak bertelur. Anak-anak melihatnya dan melaporkannya ke para orangtua. Lantas, Penyu ditangkap sebelum bertelur. Diikat, dimasak dan disantap beramai-ramai oleh warga.

Peristiwa ini menyita perhatian banyak pihak, termasuk Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) berbasis di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam rangkaian kegiatan Ecotrip Penurunan Bendera di Poncan Gadang yang berlangsung Sabtu (31/8/2019), komunitas ini menggelar diskusi terfokus membahas konflik tersebut.

“Konflik Penyu dan Manusia kita jadikan tema dalam diskusi terfokus kali ini, kita merasa gelisah dengan peristiwa beberapa hari lalu dimana seekor Penyu Lekang  dibantai,” kata Maecenas yang akrab disapa Doni.

Menurut dia, dalam diskusi tersebut, puluhan peserta dari lintas komunitas bersepakat, persoalan ini tidak boleh terjadi lagi. Sikap tegas dan penanganan serius dari multipihak harus dilakukan.

“Kita sepakat menyerukan agar konflik antara Penyu dan manusia jangan terjadi lagi. Penangkapan terhadap penyu, terutama berjenis dilindungi seperti Penyu Lekang tentu berkontribusi terhadap rusaknya habitat laut,” ujar Doni.

Menimpali Doni, akademisi Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli, Tapanuli Tengah Fitri Ariani menyesalkan sikap warga yang melakukan penangkapan itu.

Menurut dia, apa yang dilakukan warga tidak saja menyoal kerusakan habitat perairan laut, tapi juga menyangkut kesehatan warga yang mengkonsumsi daging Penyu.

Menurut dia, mengkonsumsi Penyu beresiko tinggi. Pasalnya, daging Penyu mengandung arsenik dan logam yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Racun arsenik dan kandungan logam, termasuk mikroplastik ada di dalam daging Penyu, ini dipicu usia Penyu yang mencapai puluhan tahun,” katanya.

Sementara itu Fitri mengungkapkan, dari diskusi terfokus yang dilakukan Komantab, direkomendasikan sejumlah poin penting aksi penanganan, agar konflik antara Penyu dan manusia tidak terjadi lagi.

“Ya setidaknya bisa diminimalisir, karena tantangannya memang berat, misalnya soal mitologi bahwa daging Penyu bisa menambah vitalitas, ini adalah persepsi yang salah,” katanya.

Dia menyebutkan, beberapa poin tersebut yakni upaya penyadaran terhadap masyarakat. Misalnya dengan menyebarkan informasi-informasi dampak baik kehadiran Penyu di perairan dan dampak buruk mengkonsumsi Penyu.

Poin lainnya adalah mendorong agar lembaga-lembaga pendidikan di daerah tersebut menjadikan Penyu sebagai salah satu materi pendidikan.

“Penyadaran bagi generasi itu penting dilakukan, khususnya di pendidikan dasar dan menengah, kita mau dorong ada muatan lokal di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahwa Penyu itu dilindungi dan bahwa Penyu itu gak baik untuk di konsumsi,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan multipihak terutama lembaga-lembaga pemerintah tentu sangat dibutuhkan.

“Pengawasan hingga penindakan pada level yang tak bisa ditolerir tentu boleh dilakukan,” pungkasnya.

Ecotrip yang digelar Komantab kali ini, merupakan rangkaian Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74. Selain diskusi terfokus, kegiatan yang di ikuti 50 an peserta ini juga menggelar penurunan bendera di laut dan di Bungker di Bukit Poncan.

Selain itu, penurunan belasan unit Bioreeftek dan Artificial Reef, serta aksi bersih pantai dan agenda edukasi pilah sampah.

 

 

 

Sumber : rilis

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Konflik manusia dengan penyuSeekor penyuSibolgaTapanuli Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Derai Hujan dan Duka Malam Tahun Baru, Pelajar di Mempawah Tewas dalam Laka Lantas

01/01/2026
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Tiga Pria di Delta Pawan Kena Tangkap Polisi, Kasusnya Cukup Berat
07/01/2026
SEMARAK LDII Ketapang, Ruang Tumbuh Generasi Tri Sukses
01/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Mahasiswa Sampaikan Tuntutan Terkait Dugaan Penyimpangan Program BSPS di Sekadau

9 jam lalu

Kadis Pendidikan Jatim Absen Lagi di Sidang, Hakim Ingatkan Opsi Upaya Paksa

27/01/2026

BKN Pastikan Video CPNS 2026 yang Libatkan Sosok Prof Zudan adalah Manipulasi AI

26/01/2026

Presiden Prabowo dan Menteri Fadli Zon Dijadwalkan Hadir di HPN 2026

23/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang