Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Ketapang > Jamaah Haji Ketapang Terlantar di Bandara
Ketapang

Jamaah Haji Ketapang Terlantar di Bandara

Last updated: 13/09/2018 15:13
13/09/2018
Ketapang
Share

Ketapang (radar-tayan.com)- Sejumlah jamaah haji asal Kabupaten Ketapang terlantar di Bandara Udara Supadio Pontianak pada Rabu (12/9) sore. Sebagian jemaah haji tidak kebagian tiket untuk pulang ke Ketapang, bahkan,beberapa jemaah haji lainnya terpaksa pulang ke Ketapang melalui jalur darat dan mengeluarkan biaya tambahan pribadi.

Salah satu jamaah asal Ketapang,Siti Khofshoh, mengaku kecewa dengan pihak panitia penyelenggara haji Ketapang.Pasalnya, pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji tidak memuaskan, bahkan sangat mengecewakan. “Kami sangat kecewa dengan panitia haji ini,” keluhnya saat ditemui di rumahnya di Jalan Kolonel Sugiono. Dirinya menceritakan,kesemerawutan panitia haji mulai terlihat saat jamaah haji Ketapang tiba di asrama haji Pontianak pada Selasa (11/9).Ketua kloter, Kemenag dan pihak panitia tidak bisa memberikan kepastian jam berapa keeseokan harinya mereka akan diberangkatkan ke Ketapang. “Panitia hanya jawab, nanti nunggu Pak Dulbat datang,”jelasnya.

Setelah salat Isyak,tiket jemaah haji mulai dibagikan. Penyerahan tiket kepada jemaah haji tidak sama seperti yang telah direncanakan. Sesuai rencana, tiket diberikan kepada ketua regu.

“Kenyataannya boarding pass dibagikan satu-satu. Saya mulai curiga, kok dibagikan satu-satu. Biasanya boarding pass diberikan kepada ketua regu setelah itu diberikan ke anggota,”kata dia.

Pembagian tiket juga tidak berurutan sesuai regu. Pembagian tiket dari rombongan satu ke rombongan lainnya. Jadi tidak teratur dan campor aduk. Anehnya lagi, setelah tiket pesawat diterima, ada tiket yang tidak sesuai dengan nama jemaah. Terus ada nama yang sudah meninggal tapi masih mendapatkan tiket.

“Yang paling aneh lagi, tiket itu kosong. Tidak ada jam keberangkatan dan jam chek in,”keluhnya.

“Setelah dicek ulang, tiket itu tidak sesuai dengan kenyataan yang asli.Jadi kami sangat-sangat kecewa. Pertama, kami tidak diurus dengan baik,” lanjutnya.

Dia menanbahkan, saat hendak berangkat ke bandara, pihak panitia juga tidak menyesuaikan jadwal keberangkatan jemaah. Panitia meminta kepada semua jemaah untuk berangkat ke bandara jam 10.00 pagi, meskipun keberangkatan pesawat sore. Bahkan, selama di asrama haji, tidak ada penitia yang mengurus.

“Kami para jemaah sudah membayar, tapi kok seperti ini pelayanannya. Kenapa seperti ini. Kami berangkat jam 14.00 siang,  kok jam 10.00 pagi sudah dipaksa ke bandara,”ketusnya.

Ia mengatakan,sesampainya di bandara Supadio, jemaah haji sama seperti penumpang umum,mulai dari cek in hingga mengurus bagasi sendiri dan harus membayar kelebihan bagasi sendiri.

“Sampai di Ketapang, saya langsung menemui Pak Zulkarnaen. Saya bilang, Pak jemaah haji kita masih ada yang di Pontianak sekitar 10 orang.Minta tolong diurus. Semua petugas haji yang diberangkatkan itu berasal dari uang jemaah haji. Tapi kok jemaah haji dilayani seperti ini.Kami terlantar,” ujarnya.

Dirinya berharap, kedepan nanti pelayanan jemaah haji bisa lebih baik lagi dan bisa bertanggung jawab.

“Ada empat jemaah haji yang jadwal penerbangan pertama tapi dipindah ke penerbangan terakhir. Jadi naik trevel lewat darat dan dikenakan biaya Rp2 juta.Berangkat tadi malam jam 01.00 dan sampai Ketapang pagi. Panitia jangan pulang duluan sebelum semua jemaah sampai di Ketapang.Jangan tinggalkan jemaah,”tutupnya.

Sumber : suarakalbar.co.id

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi

02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali
17/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Potret PT WHW Kendawangan, TKA Dominasi Posisi Penting Ditengah Keluhan Pekerja Lokal, Nelayan kian Terhimpit

10/03/2026

Simpan 5,61 Gram Sabu, Emak-emak di Benua Kayong Diciduk Polisi

11/03/2026

Kecelakaan Berujung Jeruji Besi, Pria Asal Kubu Raya Kedapatan Bawa 18,48 Gram Sabu di Sandai

11/03/2026

Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang

06/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang