Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Menko Luhut: Penggunaan Produk Dalam Negeri Tingkatkan Kemandirian Bangsa
Nasional

Menko Luhut: Penggunaan Produk Dalam Negeri Tingkatkan Kemandirian Bangsa

Last updated: 03/09/2019 16:15
03/09/2019
Nasional
Share

Jakarta (radar-kalbar.com)-, Pemerintah terus mendorong industri terutama BUMN dan Lembaga Pemerintah Wajib Pakai Produk Dalam Negeri untuk memanfaatkan sebanyak mungkin kandungan lokal dalam produksi mereka.

“Peningkatan penggunaan produk dalam negeri adalah amanat UU Nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian, jadi saya harap tidak ada lagi yang _ngeyel_ untuk tetap impor,” tegas Menko Bidang Kemaritiman yang juga merupakan Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri di Auditorium BPPT, Senin (2-9-2019).

Dalam acara sosialisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) itu Menko Luhut mengingatkan kepada hadirin yang berasal dari kalangan industri, akademisi dan pejabat kementerian/lembaga terkait untuk memperkuat koordinasi demi memajukan industri Indonesia.

“Dengan digunakannya produk lokal, maka tingkat kemandirian bangsa kita akan semakin tinggi,” tegas Menko Luhut.

Tak hanya kalangan industri, ia juga menyampaikan bahwa penggunaan produk dalam negeri bersifat wajib bagi Kementerian/Lembaga yang menggunakan sumber pembiayaan dari APBN/APBD/Pinjaman/Hibah serta BUMN/BUMD/Badan Usaha Swasta dengan sumber pembiayaan APBN/APBD/KPBU atau mengusahakan sumber daya yang dikuasai Negara.

Selain itu Menko Luhut mengatakan bahwa pemanfaatan produk dalam negeri akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Kita ini kan sudah punya BPPT atau lembaga-lembaga riset yang lain, ya kalau masih ada kurangnya sedikit ya nanti terus menerus kita perbaiki,” tutur dia.

Lebih jauh, Menko Luhut menuturkan bahwa salah satu ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah kandungan lokal adalah dengan melarang ekspor mineral mentah.

“Nikel ini kan juga sama, kami dengan pak Airlangga (Menperin) lihat, jadi kalau dikatakan nilai ekspornya ada 600 juta dollar hilang itu betul, kalau dia ekspor _raw material_, tapi kalo dia sudah sampai pada produksi misalnya _nickel slab_ hingga stainless steel sampai kepada litium baterai maka nilainya mungkin bisa sampai 20 kali,” bebernya.

Sebagai ilustrasi, nilai ekspor melakukan hilirisasi mineral nikel akan memberikan nilai tambah yg signifikan. Menko Luhut menyebutkan angka USD 5,8 milyar tahun lalu yang meningkat diperkirakan hingga USD 35 milyar mulai tahun ini sampai tahun 2024.
Intinya, lanjut dia, pemerintah ingin menjadi pemain global dan masuk kedalam rantai pasok baterai litium karena potensi bahan baku yang dimiliki oleh Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menperin Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pemanfaatan kandungan lokal/TKDN juga menambah kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Oleh karena itu pekerjaan-pekerjaan di dalam negeri utamanya yang berbasis anggaran pemerintah ataupun proyek-proyek nasional ini kita dorong untuk menggunakan produksi dalam negeri,” ujarnya serius.

Agar implementasi kebijakan pemanfaatan kandungan lokal berjalan lancar, Menperin Airlangga membeberkan bahwa pemerintah telah menyiapkan regulasinya.

“Sudah disiapkan (regulasinya) dan kita terus meningkatkan kemampuan industri dalam negeri,” kata dia kepada awak media.

Agar kebijakan ini segera terlaksana, pemerintah, menurut Menperin membuat target persektor.

“Nanti ada sektor berbasis kepada industri migas, industri kelistrikan akan ada detailnya jadi misalnya transmisi berapa, di power plan berapa, minyak berapa. Nanti di sektor misalnya di kesehatan pun kita akan dorong, kemudian di sektor-sektor yang memang program pemerintah nya besar,” jelasnya.

Menurut Menperin, kalangan industri mulai menerapkan aturan TKDN itu. “Saat ini yang mulai berkembang menggunakan TKDN adalah industri penunjang kelistrikan, prosentasenya antara 29-45 persen,” pungkasnya.

Selain Menperin Airlangga Hartaro, acara sosialisasi penggunaan produk dalam negeri ini juga dihadiri oleh Menhub Budi Karya Sumadi,
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Ketua pokja P3DN yang juga Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin, serta beberapa pemangku kepentingan terkait. (**)

 

 

 

Sumber : prees release Biro Perencanaan dan Informasi, Kemenko Bidang Kemaritiman

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Menko Bidang Kemaritiman yang juga merupakan Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri di Auditorium BPPTMenperin Airlangga Hartaro
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Betapa Dahsyatnya Film Pesta Babi
24/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Cetak Sejarah Baru, ABPEDNAS Raih 100 Ribu Anggota Baru

03/06/2026

Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT QSS, Setelah Aseng, Penyidik Tetapkan 4 Tersangka Lagi, Akankah Terus Bertambah?

23/05/2026

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional, Reda Manthovani : Dukungan Media Sangat Dibutuhkan

21/05/2026

Pemerintah Pastikan Galon Guna Ulang Aman

20/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang