FOTO : Bupati Sanggau, Yohanes Ontot berfoto bersama pengurus DPC MABM se Kabupaten Sanggau [ ok ]
Pewarta/editor : redaksi
SANGGAU [ radarkalbar.com ] -Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menerima audiensi puluhan perwakilan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) se Kabupaten Sanggau, pada Jumat (2/10/2026).
Kedatangan mereka diterima langsung oleh Bupati Sanggau Yohanes Ontot didampingi Sekretaris daerah Aswin Khatib, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BP2KAD) Willem Suherman dan Kepala Cipta Karya Dinas PUPR Sanggau, Deddy, berlangsung di Aula Daranante Sekretariat Daerah.
Ketua MABM Kecamatan Sekayam, Abang Suryadi menyampaikan empat tuntutan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Sanggau. Pertama, meminta rumah adat Melayu di lima Kecamatan mulai dari Beduai, Kembayan, Sekayam, Noyan dan Entikong dibangun secara proporsional seperti rumah adat lainnya.
Kedua, meminta Pemerintah daerah menganggarkan anggaran untuk MABM Kecamatan.
“Terutama saat Festival Parajek. Kami sangat kesulitan mengirimkan utusan mengingat keterbatasan anggaran. Kami minta Pemerintah daerah menciptakan persamaan anggaran baik antara Melayu maupun dengan DAD,” ujarnya.
Ketiga, Ia meminta Pemerintah daerah juga menganggarkan pembangunan rumah ibadah yang sama dengan agama yang lain.
“Kami minta sama-samalah kami juga mendapatkan hak dengan yang lain,” ungkapnya.
Keempat, meminta pembenahan infrasrruktur di Lima Kecamatan yang kini kondisinya hanyak yang rusak.
“Kami mohon diperhatikan Pemerintah agar mobilisasi di daerah kami bisa berjalan lancar sehingga ekonomi masyarakat tidak terganggu,” harapnya.
Menanggapi tuntutan perwakilan MABM Kecamatan, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyambut baik apa yang menjadi tuntutan MABM Kecamatan.
“Dalam perremuan ini, intinya mereka meminta Pemerintah daerah segera mendorong pembangunan rumah adat melayu di lima Kecamatan, bagi kita si kalau anggarannya memungkin bukan hanya lima ya, tapi semua Kecamatan,” kata Bupati Yohanes Ontot.
Namun, ungkapnya, MABM Kecamatan memang sudah siap, baik pengurusnya maupun lahannya, walaupun nantinya dibangun bertahap.
“Karena yang dayak juga ada yang belasan tahun, dan kita lihat programnyakan, tapi kata pak Sekda tadi kita lihat juga ketersediaan anggaran,” ungkapnya.
Bupati menegaskan tidak memiliki maksud lain apalagi sengaja menghambat pembangunan rumah melayu.
“Sampai-sampai rumah betang di sini nih saya ngalah, belum diapa-apakan sejak saya jadi Ketua DAD 20an tahun, karena kita mau mereka-mereka di Kecamatan,” terangnya.
Ia juga meminta agar prototype rumah Melayu kecamatan juga dibuat sama.
“Jangan nanti Noyan misalnya beda dengan Sekayam, buatkan sama, kayak DAD inikan sama dia, besarnya sama, modelnya sama, kalau beda-beda susah juga kita menggangarkannya,” beber dia.
“Mudah-mudahan masyarakat Melayu ini bersabar, kami di Pemerintah daerah tetap mendorong ini setiap tahun,” pungkasnya. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
