Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Bukan Cuma Urusan Adat, Kalbar Bidik Swasembada Ternak hingga Target Ekspor ke Singapura
Pontianak

Bukan Cuma Urusan Adat, Kalbar Bidik Swasembada Ternak hingga Target Ekspor ke Singapura

Last updated: 3 jam lalu
10 jam lalu
Pontianak
Share

FOTO : Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan S Ip, M Si saat menyampaikan sambutan pada Raker BPABI DAD Kalbar, Rabu, 15 Juli 2026 [ ist ]

Pewarta/editor : redaksi

​PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar memasang target tinggi untuk menyetop ketergantungan pasokan daging dari luar daerah.

Lewat kolaborasi strategis, Bumi Khatulistiwa kini membidik swasembada tiga komoditas ternak utama babi, sapi, dan kambing bahkan menargetkan pasar ekspor hingga ke Singapura.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Tahun 2026 Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (Raker BPABI) DAD Kalbar, yang dirangkai dengan Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) di Gedung Graha Bhakti UPB Pontianak, Rabu (15/7/2026).

​Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan S Ip, M Si, menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap langkah taktis yang diinisiasi oleh DAD Kalbar melalui BPABI. Menurutnya, sudah saatnya Kalbar berdaulat secara pangan, khususnya di sektor peternakan.

​”Kita ingin babi, sapi, dan kambing yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil jerih payah peternak Kalimantan Barat sendiri, bukan didatangkan dari luar. Kita upayakan bersama agar target swasembada ini segera terealisasi,” ungkap Krisantus.

Krisantus membeberkan urgensi swasembada ini tidak hanya didorong oleh motif ekonomi, melainkan juga pertahanan budaya. Dalam tatanan adat Dayak, babi bersama ayam merupakan elemen ritual yang memiliki nilai filosofis mendalam dan tidak bisa digantikan.

Kondisi pasokan sempat kritis saat wabah penyakit menyapu habis populasi ternak babi di hampir seluruh kecamatan di Kalbar beberapa waktu lalu. Padahal, kebutuhan riil di lapangan sangat tinggi.

​Diketahui, sekitar 40 % penduduk Kalbar adalah konsumen aktif daging babi. Untuk itu, langkah DAD membentuk BPABI untuk mengamankan ketersediaan rantai pasok. Untuk solusi transisi dengan mendorong adanya MoU (Nota Kesepahaman) resmi antar-provinsi pengirim (seperti Bali dan Lampung) dengan Pemprov Kalbar untuk memastikan legalitas, kualitas, dan kuantitas hewan yang masuk tetap terjaga.

“Kerja sama pengiriman ini harus tertata baik untuk menjaga wibawa pemerintah dan memastikan kualitas barang. Namun ke depan, peta jalan (roadmap) kita harus mengarah pada swasembada total agar kita bisa melakukan ekspor ke Singapura dan negara tetangga,” cetusnya.

Sementara, Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar, Cornelius Kimha, menjelaskan menjaga keseimbangan pasar di tengah tingginya permintaan merupakan tantangan besar. Sejak tahun 2024 hingga 2026, BPABI telah menggandeng 8 perusahaan mitra untuk mengamankan pasokan babi dari luar daerah sebagai solusi jangka pendek.

Selanjutnya, Selanjutnya, ​Ketua Umum BPABI, Romana Burhan Bulin berharap bimbingan dari DAD sangat  diperlukan.

“Tugas kami tidak hanya menjaga pasokan daging konsumsi secara umum, tetapi juga menjamin ketersediaan hewan khusus untuk ritual adat, seperti babi hitam atau babi kampung,” ujar Romana.

Guna memperkuat ekosistem peternakan dari hulu ke hilir, dalam raker ini BPABI juga resmi membidani lahirnya Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB). Wadah ini diharapkan mampu membina para peternak lokal agar lebih produktif dan kompetitif.

Romana menambahkan, ambisi besar ini mustahil berjalan optimal tanpa sinergi ketat di lapangan. Pihaknya terus berkoordinasi aktif dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), Balai Karantina, serta Dinas Perhubungan untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalur distribusi ternak di Kalbar. [ red ]

 

 

 

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Badan Pengelola Aset Bisnis dan InvestasiDAD KalbarIkatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan BaratIP4KBKrisantus Kurniawan S IpM SiRaker BPABIWakil gubernur kalimantan barat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar

03/07/2026
Menelisik Bangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Dibangun Telan Dana Puluhan Milyar Tapi Tak Ditempati, Ini Penyebabnya
11/07/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

Kapolda Kalbar Lantik 3 PJU, Ini Nama dan Jabatannya

2 jam lalu

Perkuat Kemanunggalan, Kodim 1207 Pontianak Satukan Warga Lewat Nobar Bola Gembira Piala Dunia

16 jam lalu

Rekam Jejak Teruji, Afriansyah Dipercaya Nakhodai KILL DPP LPM Kalbar Periode 2026–2031

12/07/2026

Pimpin Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Dinilai Jawab Kebutuhan Pemimpin Masa Depan

12/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang