Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Bengkayang > Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Kelapa di Bengkayang Anjlok Hingga 50 Persen
Bengkayang

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Kelapa di Bengkayang Anjlok Hingga 50 Persen

Last updated: 4 jam lalu
7 jam lalu
Bengkayang
Share

FOTO : Aktivitas pada salah satu gudang kelapa di Bengkayang [ ist ]

Pewarta : Uray Tomi M | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

BENGKAYANG – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor pertanian di Kabupaten Bengkayang.

Harga komoditas kelapa dilaporkan terjun bebas akibat terhambatnya rantai ekspor produk turunan kelapa dari Cina ke negara-negara Timur Tengah.

Aan, seorang agen kelapa di Kabupaten Bengkayang, mengungkapkan bahwa selama ini kelapa lokal dipasok ke Cina untuk diolah menjadi tepung kelapa dan briket arang. Produk-produk tersebut kemudian diekspor kembali oleh Cina ke pasar Timur Tengah.

Namun, ketegangan politik di sana membuat pengiriman terhenti.

“Karena ada gejolak di Timur Tengah, stok buah kelapa di Cina menumpuk. Akibatnya, harga beli di tingkat petani langsung anjlok drastis,” ujar Aan saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Penurunan harga mencapai lebih dari 50 persen. Kelapa kualitas Kelas A yang semula dibanderol Rp6.500 per kilogram, kini hanya dihargai Rp 3.000. Sementara untuk Kelas B, harga merosot dari Rp 4.200 menjadi Rp2.000 per kilogram.

Kondisi ini membuat para petani menjerit. Alian, salah satu pemilik kebun kelapa, mengaku saat ini petani hanya bisa pasrah. Biaya operasional panen dianggap sudah tidak sebanding dengan harga jual.

“Untuk biaya panen saja sudah tinggi. Ongkos panjat pohon itu Rp7.500 per pohon, belum lagi upah mengumpulkan buah Rp200 per butir dan biaya kupas kulit Rp200 per butir,” keluh Alian.

Menurut Alian, klasifikasi Kelas A ditentukan jika berat kelapa mencapai minimal 7 ons, sedangkan di bawah itu masuk kategori Kelas B atau buah pecah.

Di tengah situasi sulit ini, muncul istilah “buah sontor” atau borongan tanpa pilih kelas berdasarkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli agar stok tidak membusuk di kebun. [ red ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Harga kelapa anjlokKonflik Timur Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

17/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026
Bertahun-tahun Gelap, Warga Dusun Pangkalan Makmur Kini Terang Benderang Berkat Swadaya dan Donatur
30/03/2026
Potret PT WHW Kendawangan, TKA Dominasi Posisi Penting Ditengah Keluhan Pekerja Lokal, Nelayan kian Terhimpit
10/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Turnamen Sepak Bola Kapolsek Cup III Sungai Raya Resmi Digelar, Puluhan Tim Siap Berlaga

03/04/2026

Tingkatkan Karakter Qur’ani, 34 Santri SDN 1 Sungai Duri Ikuti Khataman Al-Qur’an

01/04/2026

Krisis Air Bersih Meluas di Mempawah dan Bengkayang, Warga Terpaksa Antre

29/03/2026

Pererat Silaturahmi dan Toleransi, Pemdes Sungai Duri Gelar Perayaan Idul Fitri 1447 H di Terminal Bus

27/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang