FOTO : Puluhan jemaah umroh yang diberangkatkan PT Menara Tanjung saat berpoto bersama [ ist ]
Tim liputan | Publisher : Admin redaksi
RADARKALBAR.COM – Isak tangis haru dan raut wajah lega menyelimuti kedatangan puluhan jemaah umrah asal Kalimantan Barat di Bandara Internasional Supadio, Rabu (4/2/2026).
Di tengah kekhawatiran dunia atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, rombongan yang diberangkatkan PT Menara Tanjung ini berhasil pulang dengan selamat dan sehat.
Jemaah yang tiba merupakan gabungan dari empat wilayah, yakni Kabupaten Sekadau, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Sambas.
Kepulangan ini menjadi bukti kelancaran koordinasi pihak travel meski jalur penerbangan internasional sedang berada dalam pengawasan ketat.
Owner PT Menara Tanjung, Sri Wahyuni, SE, menegaskan keselamatan jemaah adalah harga mati bagi perusahaannya.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan maksimal dan transparansi informasi kepada keluarga di tanah air.
“Kami menyadari kecemasan pihak keluarga sangat tinggi saat ini. Oleh karena itu, komitmen PT Menara Tanjung bukan hanya memberangkatkan, tapi mengawal setiap langkah jemaah dengan sistem monitoring 24 jam dan koordinasi intensif bersama pihak maskapai serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),” ungkap Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni menjelaskan tiga poin utama komitmen PT Menara Tanjung ke depan yakni jaminan rute aman, memastikan pemilihan maskapai yang menggunakan jalur udara aman dan jauh dari zona konflik.
Kemudian, mitigasi risiko, menyiapkan rencana cadangan (contingency plan) jika terjadi perubahan jadwal penerbangan secara mendadak.
Selanjutnya, transparansi informasi dengan memberikan update berkala kepada pihak keluarga mengenai kondisi jemaah di Tanah Suci guna menjaga ketenangan batin para kerabat.
Selain itu, salah satu perwakilan jemaah asal Sambas mengaku merasa tenang selama perjalanan karena pihak travel terus memberikan arahan dan pendampingan yang sigap.
“Kami tahu di luar sana sedang ramai berita perang, tapi berkat kesiapan tim PT Menara Tanjung, kami bisa tetap fokus beribadah dan pulang tanpa kendala sedikitpun,” ujarnya.
Sejatinya, dengan kembalinya puluhan jemaah ini, PT Menara Tanjung membuktikan profesionalismenya dalam menjaga kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat, bahkan di tengah situasi darurat internasional sekalipun. [ Biz ]
