FOTO : Momen berpoto bersama usai pelaksanaan agenda Mukhoyam Al-Quran ( ist)
Editor : Hoesnan | Publisher : Admin radarkalbar.com
KUBU RAYA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Barat resmi menutup agenda Mukhoyam Al-Quran yang digelar di Gedung Al-Fityan, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (22/02/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis partai dalam mencetak kader pemimpin yang memiliki kedekatan spiritual sekaligus karakter kepemimpinan yang berdampak bagi masyarakat.
Mengusung tema “Lead with Quran, Impact the Nation” atau “Q-Impact”, acara yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh ratusan kader dari seluruh wilayah Kalimantan Barat. Tercatat, Anggota DPR RI Dapil Kalbar 1, H. Alifudin, S.E., M.M., turut hadir sebagai peserta aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua DPW PKS Kalimantan Barat, H. Sabirin, S.P., M.P., menegaskan interaksi dengan Al-Quran bukan sekadar identitas formal partai, melainkan kebutuhan fundamental dalam menjalankan aktivitas politik. Menurutnya, nilai-nilai Al-Quran harus menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi setiap kader saat terjun di tengah masyarakat.
”Al-Quran harus menjadi pondasi utama. Kami optimis, dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar kebijakan dan tindakan, kehadiran kader PKS akan memberikan dampak positif yang nyata bagi bangsa,” ujar Sabirin dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, Sabirin menjelaskan bahwa Mukhoyam Al-Quran ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai (BKAP) melalui Biro Al-Quran untuk menjaga integritas ideologi kader.
Ia berharap momentum ini dapat merefresh semangat kader agar tetap istiqomah dalam menjalankan amanah rakyat.
”Kedekatan dengan Al-Quran akan melahirkan pribadi yang kokoh dan berintegritas. Ini adalah kebutuhan mendasar agar kader mampu menjadi pondasi kuat dalam membangun daerah, khususnya di Kalimantan Barat,” tambahnya.
Selama agenda berlangsung, para peserta menjalani program intensif yang meliputi ziyadah (penambahan hafalan), murojaah (pengulangan hafalan), hingga sesi motivasi kepemimpinan berbasis Al-Quran.
Melalui semangat Q-Impact, lulusan mukhoyam ini diharapkan bertransformasi menjadi pemimpin yang amanah dan solutif dalam menjawab tantangan zaman.
Acara diakhiri dengan ikrar komitmen bersama seluruh kader untuk konsisten menjaga interaksi harian dengan Al-Quran sebagai sumber energi dalam menjalankan khidmat kepada rakyat. ( ben)
