FOTO : Bupati Sekadau, Aron SH saat meresmikan Jembatan Merah Putih Sungai Menterap (doni)
Doni – radarkalbar.com
SEKADAU – Penantian warga Desa Sungai Sambang, Kecamatan Sekadau Hulu, terhadap Jembatan Besi Merah Putih Sungai Menterap akhirnya terjawab.
Jembatan sepanjang hampir 60 meter dengan lebar 6 meter itu diresmikan Bupati Sekadau Aron, SH, Kamis (12/2/2026), setelah proses pembangunan yang dimulai sejak 2019.
Peresmian berlangsung meriah dengan prosesi potong buluh muda berpita, ritual adat Dayak, serta penampilan drumband.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati serta penyerahan penghargaan kepada lima perusahaan dan satu CV yang berkontribusi dalam penyelesaian pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Satgas BPJN Pontianak Kalbar Wishnu, Wakil Ketua DPRD Jeffray Raja Tugam, Anggota DPRD Harianto dan Helcosoni, Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Sekda Mohammad Isa, Danramil Sekadau Hulu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Plt Camat Sekadau Hulu, para kepala desa se-Kecamatan Sekadau Hulu, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan warga.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Heri Handoko, menjelaskan pembangunan jembatan dilakukan dalam tiga tahap dengan kontraktor berbeda.
Pada 2019 baru dibangun pondasi dengan abutment tipe C, kemudian pada 2024 mendapat dukungan Kementerian PUPR RI dengan peningkatan tipe B hingga rangka jembatan terpasang dan dilakukan penimbunan.
“Pembangunan dilakukan bertahap mulai dari pondasi, pemasangan rangka hingga penimbunan. Meski sempat terkendala, akhirnya jembatan ini dapat diselesaikan,” ujarnya.
Plt Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus, mengatakan sempat terjadi kendala pada akhir 2025 terkait penimbunan di ujung jembatan. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa kemudian menghimpun dukungan lima perusahaan di wilayah Sekadau Hulu untuk membantu penyediaan alat berat, tanah, latrit, dan batu.
“Menjelang Natal 2025, jembatan sudah bisa dilewati. Perusahaan di wilayah ini memberikan dukungan penuh agar akses segera difungsikan,” katanya.
Kepala Desa Sungai Sambang, Vinsensius Lican, menyebut keberadaan jembatan berdampak signifikan terhadap mobilitas warga.
Ia menyebut hampir 30 persen masyarakat desa kini memiliki mobil, sehingga akses yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ekonomi.
“Kami berterima kasih kepada Bupati yang telah merealisasikan pembangunan ini. Masyarakat bangga karena jembatan ini menjadi urat nadi perekonomian desa,” ujarnya.
Sementara, Bupati Sekadau Aron SH menuturkan pembangunan jembatan memerlukan waktu panjang karena berbagai kendala, termasuk keterlambatan material dan keterbatasan anggaran.
Aron mengakui sebelumnya masyarakat sempat menggunakan jembatan gantung hingga jembatan apung berbahan drum sebagai alternatif penyeberangan.
“Kami ajukan dukungan ke kementerian, dan pada 2024 pembangunan kembali dilanjutkan karena jembatan ini sangat dibutuhkan oleh beberapa desa seperti Setawar, Mondi, Nanga Pemubuh dan sekitarnya,” kata Aron.
Ditegaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sekadau tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga kolaborasi dengan pemerintah pusat dan dukungan CSR perusahaan.
” Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian dua jembatan lainnya, yakni di Nanga Koman dan Desa Pantok, serta fokus pembangunan di wilayah Belitang pada tahun depan, ” jelasnya.
Kesempatan yang sama, Bupati Aron bersama rombongan juga meluncurkan renovasi Jembatan Sungai Engkayas yang berjarak sekitar 50 meter dari Jembatan Merah Putih. Renovasi tersebut didukung anggaran CSR PT Agro Andalan Tahun 2026.
Pemkab Sekadau berharap keberadaan jembatan tersebut semakin memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sekadau Hulu. ( RED)
editor/publisher : admin radarkalbar.com




