FOTO : Tersangka M, saat diperiksa penyidik Polres Landak (ist)
Tim liputan – radarkalbar.com
LANDAK – Penyidik Satreskrim Polres Landak menetapkan seorang pria berinisial M sebagai tersangka kasus perkosaan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas di Kecamatan Mandor.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat dalam proses pemeriksaan.
Tersangka M diamankan oleh tim Satreskrim Polres Landak pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Agak Hulu, Desa Bebatung, Kecamatan Mandor.
Pengungkapan kasus ini kemudian diumumkan pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kasus tersebut bermula dari laporan dugaan perkosaan yang terjadi pada Oktober 2025. Saat itu, korban berinisial IA mendatangi rumah terlapor untuk menjual pakis.
Namun, korban justru dibawa masuk ke dalam rumah dan disetubuhi oleh pelaku. Setelah kejadian, korban diberi uang sebesar Rp 100.000.
Peristiwa serupa kembali terjadi dalam bulan yang sama. Saat korban sedang mencari pakis, dan bertemu kembali dengan pelaku yang kemudian memanggil korban dan kembali melakukan perbuatan serupa di lokasi berbeda. Usai kejadian kedua, korban menerima uang sebesar Rp 50.000.
Perkembangan kasus terjadi ketika M memenuhi undangan penyidik Polres Landak pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Namun, dalam proses pemeriksaan, penyidik menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatan langsung yang bersangkutan sebagai pelaku utama.
Setelah dilakukan gelar perkara, status M resmi dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. Polisi kemudian langsung melakukan penangkapan pada hari yang sama.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak dua kali, masing-masing di rumahnya dan di area hutan di belakang rumah korban.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) huruf d Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Heri Susandi, S.H., menyatakan penanganan kasus ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam melindungi korban kejahatan seksual.
“Polres Landak berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kekerasan seksual tanpa pandang bulu, terlebih jika korban berada dalam kondisi rentan,” ujarnya.
Saat ini, tersangka telah ditahan di Polres Landak untuk menjalani proses penyidikan lanjutan. Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pihak kejaksaan. (RED)




