Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Kubu Raya > Jerit Keadilan dari Gudang Semen, Tatkala Pemukulan Abdul Gani Belum Juga Dibalas Hukum, Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh dan Keluarga Korban Gelar Aksi
Kubu Raya

Jerit Keadilan dari Gudang Semen, Tatkala Pemukulan Abdul Gani Belum Juga Dibalas Hukum, Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh dan Keluarga Korban Gelar Aksi

Last updated: 13/07/2025 10:07
12/07/2025
Kubu Raya
Share

FOTO : Ketika Aliansi Mahasiswa eduli Buruh dan kerlaurga korban menggelar aksi damai di mapolres Kubu Raya, pada Sabtu 12 Juli 2025 [ ist ].

redaksi – radarkalbar.com

KUBU RAYA – Di bawah terik matahari yang menyengat halaman Mapolres Kubu Raya, suara lantang para mahasiswa dan isak tangis keluarga Abdul Gani menggema.

Mereka tidak datang untuk membuat keributan. Mereka datang menuntut satu hal yakni keadilan.

Abdul Gani, seorang buruh pengangkat semen di Gudang Semen Tiga Roda, tak pernah menyangka pekerjaannya demi sesuap nasi harus berujung pada kekerasan.

Dikutip dari mediakalbarnews.com jaringan radarkalbar.com menyebutkan pemukulan yang dilakukan oleh atasannya, Deva, pada Februari lalu.

Pasca kejadian itu, bukan hanya meninggalkan luka fisik, tapi juga trauma mendalam bagi keluarga.

Hingga hari ini, Deva telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun langkah hukum seolah terhenti di tengah jalan. Tak ada penahanan. Tak ada kepastian.

“Asal bukan keluarga kami yang menjadi korban, mungkin perkara ini sudah selesai. Tapi karena dia hanya seorang buruh kecil, semua jadi lambat,” ucap Asli, koordinator lapangan aksi dan juga kerabat korban, dengan mata berkaca-kaca.

Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh Kalbar yang mendampingi keluarga korban merasa ketidakadilan ini tak bisa dibiarkan.

Mereka menuding ada keistimewaan yang melindungi tersangka. Dan mereka khawatir, jika hukum tidak ditegakkan, emosi keluarga korban bisa meledak sewaktu-waktu.

“Kami menjaga agar keluarga tidak bertindak gegabah. Tapi keadilan itu harus bergerak. Kalau hukum diam, bagaimana kami bisa percaya?” tegas Asli.

Di tengah kerumunan, Abdul Samad, adik korban memegang kertas bertuliskan “Tangkap Deva, Tegakkan Hukum!”.

Matanya merah, bukan karena panas, tapi karena harapan yang terus dikecewakan.

“Kami percaya pada Polres Kubu Raya. Tapi kalau tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, kepercayaan itu bisa hilang,” katanya lirih.

Kesempatan sama, kuasa hukum keluarga korban, Rusliyadi, SH, turut hadir dalam aksi.

Ia menyampaikan proses hukum sudah mencapai tahap P 21, yang berarti penyidikan telah rampung dan tinggal menunggu proses penuntutan.

“Tidak ada alasan hukum lagi untuk menunda penahanan. Ini bukan soal balas dendam, tapi soal kepastian dan keadilan,” ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya sempat menemui massa aksi dan menyatakan proses hukum masih berjalan. Koordinasi mengenai penahanan akan segera dilakukan.

Namun bagi keluarga Abdul Gani, waktu terus berjalan dan setiap hari tanpa keadilan terasa seperti hukuman tambahan.

Mereka tidak datang untuk meminta belas kasihan. Mereka datang membawa luka yang belum disembuhkan hukum.

Dan hari itu, di halaman Polres, mereka hanya ingin satu hal agar hukum tidak buta pada penderitaan buruh kecil.

Editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Aksi Damaigudang Tiga RodaMapolres Kubu RayaPemukulan buruh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Ritual Pembakaran 40 Naga di Kubu Raya Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Padati Lokasi

24 jam lalu

Gudang Kasur PT Putra Borneo Barat di Kubu Raya Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

04/03/2026

Gambut Masih Membara, Tim Gabungan Perketat Patroli Karhutla di 4 Kecamatan Kubu Raya

04/03/2026

Perkuat Ideologi Kader, PKS Kalbar Cetak Pemimpin Berbasis “Q-Impact” via Mukhoyam Al-Quran

25/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang