Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Republik Tertawa Dalam Sunyi
Opini

Republik Tertawa Dalam Sunyi

Last updated: 17/05/2025 20:12
17/05/2025
Opini
Share

FOTO : Rompi tahanan [ ilustrasi foto hanya pemanis saja ]

TULISAN ini agak berat, wak! Perlu kopi tanpa gula serta alunan musik agar tetap tenang, encer, dan waras.

Ini soal tentara menjaga kantor kejaksaan di seluruh Indonesia.

Tentara sudah menjaga kantor kejaksaan sejak 6 Mei 2025. Sampai sekarang, masih. Para prajurit masih belum ditarik ke barak. Semenjak itu spekulasi masyarakat terus bermunculan.

“Pasti ada peristiwa besar mau terjadi!” kata yang satu. “Ini pertanda akhir zaman hukum!” seru yang lain. Akan muncul koruptor kakap yang tertangkap. Coba rasakan sekarang. Tak ada peristiwa besar, tak ada tangkapan kakap. Apa yang dispekulasikan, “Sian (tak ada),” kata orang Sambas.

Yang ada hanya drama ijazah Jokowi yang terus menggelinding seperti ban truk tanpa rem di jalan menurun. Seru tapi membingungkan. Sementara korupsi? Seolah terserap ke lubang hitam waktu. KPK? Kejaksaan? Polisi? Mereka tiba-tiba jadi seperti trio boyband yang pensiun dini, adem, ayem, dan diam.

Namun, seolah menebus kesunyian yang terlalu panjang, pada sepuluh hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto, langit hukum pecah. Petir memberantas korupsi menyambar di berbagai titik. Kejaksaan Agung, KPK, bahkan entitas hukum yang biasanya malu-malu kucing tiba-tiba tampil percaya diri seperti peserta audisi Indonesian Idol.

Ada 28 koruptor yang sukses ditangkap. Ini bukan jumlah biasa. Ini seperti Indonesia masuk mode bonus stage. Dari kasus PT Asset Pacific dengan penyitaan uang hampir Rp1 triliun, hingga kasus korupsi dana desa Talang Renah senilai Rp780 juta, semua ditangkap, ditahan, ditulis, dipublikasikan.

Drama terus berlanjut. Tiga hakim PN Surabaya ditangkap karena diduga memberikan vonis bebas kepada pengacara Ronald Tannur. Di belakang panggung, Lisa Rahmat dan eks pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar ternyata ikut main.

Penonton pun ternganga. Ini bukan sekadar teater hukum, ini opera sabun versi hukum Indonesia. Lalu, ada 12 ASN ATR/BPN Sumatera Barat yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi tol Padang-Pekanbaru. Rugi negara? Rp27 miliar. Tentu saja, angka yang cukup besar untuk membangun ratusan lapangan futsal atau membeli segunung kopi liberika.

Namun, klimaks sebenarnya adalah Pertamina. Iya, Pertamina, perusahaan negara yang kerap disebut “tulang punggung energi nasional,” ternyata punya sisi gelap senilai Rp193,7 triliun. Angka ini terlalu besar untuk dipahami. Bahkan kalkulator pun menyerah.

Ada tujuh tersangka. Dari Direktur Utama Patra Niaga hingga tiga broker misterius yang mengoplos bahan bakar seperti dukun minyak palsu. Rakyat? Dapat BBM mahal bercampur kebohongan. Negara? Merugi ratusan triliun. Tapi untunglah, Prabowo bersumpah akan membersihkan Pertamina bersih sampai licin.

Belum sempat napas publik kembali normal, muncul kabar lain. Korupsi Timah, rugi negara Rp271 triliun. Dana hibah NPCI sebesar Rp122 miliar diselewengkan. Kasus impor gula melibatkan Tom Lembong dan kerugian Rp400 miliar. Bahkan revisi UU BUMN yang baru disahkan justru dicurigai menjadi jubah siluman bagi para koruptor agar bisa bebas dengan legalitas penuh gaya.

Lucunya, mantan Ketua BPK Hadi Poernomo, yang dulu pernah jadi tersangka kasus korupsi pajak, kini diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden. Ini bukan parodi. Ini kenyataan. Karena di republik ini, pengampunan dosa tampaknya bisa dibeli dengan CV yang mentereng dan kenalan yang mengakar sampai ke langit-langit istana.

Entah kebetulan atau tidak, RUU Perampasan Aset yang digadang-gadang sebagai senjata pamungkas pemiskinan koruptor masih ngendon di ujung kertas. Seperti janji mantan yang tidak pernah ditepati, ia hanya muncul ketika hendak dibahas, lalu lenyap bersama musim hujan.

Ketika TNI jaga Kejaksaan dan korupsi malah rebahan. Kita semua hanya bisa berkata dalam hati, mungkin, ini bukan negara gagal, melainkan negara yang sedang berakting terlalu total.

#camanewak

Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:kasus korupsiKejaksaanTNI jaga Kejaksaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
22 jam lalu
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

20 jam lalu

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

23 jam lalu

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

20 jam lalu

40 Tahun Jadi Muazin Akhirnya Dapat Hadiah Umrah Gratis

09/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang