Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Rekor Sempurna Timnas U17, Hancurkan Afghanistan 2-0
Opini

Rekor Sempurna Timnas U17, Hancurkan Afghanistan 2-0

Last updated: 11/04/2025 18:38
11/04/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

TAK sia-sia bergadang. Walau mata sudah lima watt, eh di waktu tambahan, bocil Garuda mencetak dua gol.

Timnas menang 2-0 atas Afghanistan. Pasukan Nova Arianto ini mencetak prestasi sempurna, tiga kali menang dengan nilai 9. Yok kita bahas sambil seruput kopi dini hari.

Di bawah langit Arab Saudi yang penuh bintang, Timnas Indonesia U-17 kembali melanjutkan kisah kepahlawanannya. Lawannya kali ini, Afghanistan.

Sebuah tim yang sudah pasti tersingkir, tapi tetap datang ke pertandingan seperti anak terakhir yang nekat ikut lomba lari meski tahu sendalnya putus. Skornya? 2-0. Tapi kisah di balik dua angka itu? Sebuah epos.

Coach Nova Arianto, pendekar strategi dari klan Garuda, awalnya menurunkan tim lapis kedua. Dafa Zaidan, Ida Bagus, dan Putu Panji jadi trio depan. Mereka langsung nyerang, menusuk, menekan, seperti bocah baru beli sepatu baru dan disuruh nunjukin di lapangan.

Sayangnya, gawang Afghanistan dijaga oleh Hamed Amiri, seorang kiper yang malam itu kerasukan dewa refleks. Setiap tendangan Garuda ditolak dengan santai, seakan dia punya radar peluru.

Sementara itu, Afghanistan justru ssering bikin repot. Mereka ngotot, garang, dan main kayak lagi utang budi sama negara.

Benteng pertahanan Garuda, dijaga oleh Josh Holong Junior, Putu Ekayana, dan Daniel Alfrido, tetap kokoh. Dafa Setiawarman di bawah mistar tak banyak kerja, tapi tetap siaga, seperti penjaga warung tengah malam yang curiga semua pembeli adalah tukang utang.

Babak pertama ditutup 0-0. Afghanistan unggul 55% penguasaan bola, tapi hasilnya nihil. Kayak bawa banyak koper, tapi isinya cuma tisu.

Masuk babak kedua, Nova mulai serius. Ia memasukkan Evandra Florasta, si top skor yang dikenal bisa mencium peluang gol dari bau rumput saja. Serangan makin hidup, tapi tetap tak menembus gawang. Menit 58, bencana nyaris datang.

Dafa keluar dari gawang, bola lepas, gawang kosong. Striker Afghanistan tinggal tendang… dan dia malah nyelonongin bola ke tiang bendera. Garuda selamat. Penonton langsung istighfar kolektif.

Lalu muncul Zahaby Gholy, striker yang namanya seperti perpaduan penceramah, penyair, dan jagoan sinetron. Ia masuk menit 68. Bersama Evandra, mereka menghujani pertahanan Afghanistan. Tapi gawang lawan tetap perawan.

Menit demi menit berlalu. Pemain ganti terus. Penonton mulai menguap. Wasit mulai gelisah. Penjaga kamera hampir tertidur. Pertandingan seperti nyaris berakhir 0-0, sampai… tambahan waktu datang dan takdir berubah.

Menit ke-95, Fadhly Alberto menyambar bola dan menjebol gawang Afghanistan. Stadion pecah. Para pemain Afghanistan menatap rumput, mencari jawaban. Belum sempat mereka bangkit, satu menit kemudian, Zahaby Gholy datang dan menendang masa depan mereka. 2-0. Selesai.

Dengan kemenangan ini, Timnas U-17 memastikan diri sebagai pemuncak Grup C, mengoleksi 9 poin sempurna dari 3 kemenangan (vs Korea Selatan, Yaman, dan Afghanistan). Tiket ke perempat final dan Piala Dunia U17 pun dikantongi. Sementara Afghanistan harus puas jadi juru kunci, dengan tiga kekalahan, nol poin, dan mungkin butuh pelukan saat sampai rumah.

Di pertandingan lain, Korea Selatan mengalahkan Yaman 1-0 dan lolos sebagai runner-up. Tapi sorotan malam ini tetap untuk Garuda. Mereka bukan hanya menang. Mereka mengukir takdir, menit demi menit, seperti pendekar kecil yang tahu betul, walau tubuh mungil, hati mereka sebesar benua. Bravo bocil Garuda, apresiasi tinggi buat Coach Nova.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:menang telaktimnasU17
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

20 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang