Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sanggau > Sanggau Masuk Dominasi Anugerah Kebudayaan
Sanggau

Sanggau Masuk Dominasi Anugerah Kebudayaan

Last updated: 16/05/2019 17:57
16/05/2019
Sanggau
Share

Sanggau (radar-kalbar.com)- Kabupaten Sanggau termasuk diantara enam nominator kabupaten/kota seluruh Indonesia, sebagai penerima anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi kategori pemerintah daerah tahun 2019 di tingkat nasional.

Hal itu berdasarkan seleksi usulan yang ada, yaitu Kota Kediri, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Ngawi, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Sanggau.

Bupati Paolus Hadi meminpin langsung tim Kabupaten Sanggau didampingi Kadis Dikbud, Sudarsono, menghadiri undangan Direktorat Jenderal Kebudayaan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tujuannya, untuk mempresentasikan program – program dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Kabupaten Sanggau, berlangsung di ruang Rapat Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Gedung E, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta (15/5/2019).

Dalam presentasinya, Bupati Sanggau Paolus Hadi memaparkan berdasarkan persentase etnis terbanyak di Kabupaten Sanggau, pihaknya telah menetapkan agenda rutin tahunan untuk menyelenggarakan kegiatan kebudayaan, diantaranya Gawai Dayak yang diselenggarakan setiap tanggal 7 Juli, Festival Paradje untuk masyarakat adat Melayu, setiap bulan September.

“Dalam pelestarian budaya – budaya, Pemerintah juga telah memfasilitasi rumah – rumah budaya dan anggaran pagelaran melalui dana hibah,” ungkapnya.

Belum untuk semua event, namun Pemkab Sanggau sudah mengalokasikan anggaran operasional tetap yang dikelola oleh 9 lembaga dari beberapa etnis untuk penyelenggaraan Gawai Dayak Kabupaten Sanggau (Dewan Adat Dayak), Festival Paradje Pasaka Negeri (Keraton Suryanegara dan MABM), Wayang Kulit dan Campursari, Cap Go Meh (MABT), Malam Badendang (Masyarakat Padang), Budaya Pasundan, Mandi Bedel dan Perang Ketupat (Keraton Pakunegara – Tayan) dan Titian Muhibah.

Dihadapan lima orang tim penguji, Bupati Paolus Hadi juga menjelaskan, Kabupaten Sanggau merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman etnis, adat dan budaya di dalamnya.

” Pemkab Sanggau telah merangkul semua etnis seluruh Indonesia yang berdomisili bahkan yang sudah menetap di Kabupaten Sanggau dengan mendata paguyuban – paguyuban yang sah keberadaannya, serta mengapresiasi pelestarian budaya yang diselenggarakan masing – masing etnis itu sendiri,” jelas dia.

Menurut Paolus Hadi memang tak bisa lepas dari peribahasa ‘dimana bumi berpijak disitu langit dijunjung’. Namun tidak ada larangan mengekspresikan budayanya walaupun bukan di tanah kelahiran.

“Adat dan budaya itu adalah identitas suatu suku bangsa dan merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Mau nonton wayang di malam satu Suro di Sanggau sudah ada, mau nonton budaya pasundan di Sanggau sudah ada. Yang belum pernah ke Bali, tapi sudah bisa nonton tarian Bali di Sanggau. Masih banyak budaya lainnya, ada Tionghua, Batak, Karo, Padang, Irian, Madura itu ada di Kabupaten Sanggau. Kami, Pemkab Sanggau sudah meminta agar setiap paguyuban menetapkan penanggalan rutin, agar pagelaran bisa dilaksanakan setiap tahun seperti iven Gawai Dayak, Paradje, Cap Go Meh, dan lainnya,” paparnya.

Saat presentasi itu, Hadi sempat menceritakan sebuah momen keberagaman etnis dan budaya, dimana seluruh etnis berkumpul disatu acara hari jadi Kota Sanggau dengan menggunakan pakaian khas daerahnya masing – masing.

“Pada momen itu pula seluruh etnis beramai – ramai mengikuti pawai budaya, selanjutnya seluruh etnis makan berami (makan bersama) dengan azas gotong royong dan swadaya,” jelas dia.

Sumber : Humas Pemkab Sanggau

Editor.    :@admin

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:AnugerahBupati sanggauKabupaten SanggauNominatorPaolus hadi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Bertahun-tahun Gelap, Warga Dusun Pangkalan Makmur Kini Terang Benderang Berkat Swadaya dan Donatur

30/03/2026
Sikapi Isu “Pungli” di Imigrasi Entikong, Pengamat Hukum Desak Audit Investigatif Menyeluruh
29/03/2026
Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil
08/04/2026
Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS
20/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Warga Dusun Entebas Semabi Sekadau Butuh Ini

5 jam lalu

Perkuat Kedaulatan Lokal, Radio Dermaga Inisiasi Pengakuan Hutan Adat di Desa Semabi

5 jam lalu

Bukan Sekadar Mitra, Polres Sanggau Ajak Media Jadi Benteng Informasi Akurat

26/04/2026

Pelaksana Proyek SDN 54 Mensarang Klaim Pekerjaan Sesuai Kontrak, Siap Lakukan Perbaikan

21/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang