Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Ketapang > Lahan Konsesinya Digarap, PT PBI Gugat PT CMI Tbk ke PN Ketapang
Ketapang

Lahan Konsesinya Digarap, PT PBI Gugat PT CMI Tbk ke PN Ketapang

Last updated: 13/01/2024 09:18
13/01/2024
Ketapang
Share

FOTO : Dirut PT PBI bersama penasehat hukumnya, saat berada di PN Ketapang (Ist)

KETAPANG – radarkalbar.com

PERSETERUAN antara PT Putra Berlian Indah (PT PBI) versus PT Cita Mineral Investisindo Tbk, akhirnya berujung ke Pengadilan Negeri (PN) Ketapang.

Gugatan pun dilayangkan PT PBI terhadap PT CMI Tbk, terkait lahan konsesi terletak di di Dusun Batang Belian, Desa Karya Baru, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalbar, dengan luasan 6000 hektar.

Manajemen PT PBI menegaskan lahan yang sudah digarap PT CMI Tbk site Air Upas hingga mencapai 60 persen dari luasan masuk dalam izin mereka. Bahkan, PT CMI mendirikan bangunan kantor dan lainnya diatas lahan tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PT PBI Ahmad Upin Ramadan menguraikan fakta persidangan pada Rabu (10/1/2024), dengan agenda sidang pemeriksan saksi fakta yang dihadirkan pihaknya selaku penggugat.

Semula kata Ahmad, sidang ini semestinya terjadwal pada Selasa (9/1/2024). Namun diundurkan, lantaran pihak PT CMI Tbk tidak hadir. Maka ditunda hingga tanggal 10 Januari 2024 tersebut.

Atas hal itu, Ahmad Upin Ramadan selaku Direktur PT. PBI menilai PT CMI Tbk terkesan mengabaikan jadwal yang sudah diatur oleh PN Ketapang.

“Ini merugikan kami dari pihak penggugat. Lantaran menyangkut urusan pribadi saksi fakta. Dan kami juga banyak urusan lain,” cetusnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan pertanyaan yang diajukan oleh kuasa hukumnya PT. CMI Tbk, kepada saksi fakta yang diajukan pihaknya. Yang mereka lebih mempertanyakan masalah pribadi Direktur Utama PT. PBI yang pernah bekerja di PT. Harita yang sekarang menjadi PT. CMI Tbk tersebut.

“Kita menyayangkan pertanyaan – pertanyaan kuasa hukum PT CMI kepada saksi fakta kami. Menurut saya, pertanyaan tersebut sangat tidak substansi dan tidak ada kaitan dengan persoalan gugatan perdata kami,” ungkapnya.

Sebab sambung Ahmad, pihaknya mempersoalkan terkait izin lokasi yang dimiliki, digarap oleh PT. CMI Tbk. Dan bukan membahas hal-hal yang di luar dari substansi dari perkara gugatan.

Disisi lain beber Ahmad, dirinya merasa puas atas berlangsungnya persidangan tersebut di PN Ketapang tersebut. Karena 3 orang saksi fakta yang dihadirkan pihaknya memberikan keterangan sesuai fakta dan data yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, izin PT. PBI berlokasi di Dusun Batang Belian, Desa Karya Baru, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dengan luasan 6000 hektae.

Bahkan menurut keterangan saksi fakta yang diajukan oleh PT PBI sekitar 60 persen lahan tersebut sudah digarap oleh PT. CMI Tbk Site Air Upas.

Bukan hanya melakukan operasional pertambangan. Namun PT. CMI juga mendirikan bangunan kantor dan lainya diatas lahan konsesi milik PT PBI tersebut.

Saat itu sambung Ahmad, saksi fakta juga mengungkap niat baik dari PT. PBI terhadap PT. CMI Tbk, yang hingga 4 kali melayangkan surat. Adapun surat tersebut berisikan pemberitahuan kepada pihak PT. CMI Tbk, bahwasanya wilayah yang mereka garap tersebut, masuk dalam izin konsesi milik PT. PBI.

Namun, PT CMI tidak memiliki niat baik sama sekali. Bahkan PT. CMI Tbk malahan membuat laporan polisi atas penertiban yang dilakukan oleh PT. PBI pada tanggal 1 Februari 2022 lalu.

Akibat lanjut Ahmad, dari laporan PT. CMI tersebut Direktur PT. PBI harus menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II B Ketapang selama 7 bulan.
Dan hal tersebut sangat tidak manusiawi sekali, yang mana saat itu isterinya sedang
melahirkan anak pertamanya yang baru berusia 2 bulan.

” Terus terang saya puasa dengan keterangan saksi fakta yang kami ajukan, bisa mengungkapkan yang sebenarnya. Dan saksi fakta juga mengungkap legalitas PT. PBI didalam persidangan bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Karena menurut mereka tahapan pengajuan legalitas tersebut sudah tepat, dan benar dari tingkatan Pemerintah Desa hingga Pemerintah Pusat sudah dilalui oleh PT PBI,” paparnya.

Bahkan ujar Ahmad, saksi fakta juga mengungkap bahwa PT. PBI juga sudah mendapatkan klarifikasi dan penegasan dari Pemerintah Pusat melalui Pemerintah
Provinsi Kalimantan Barat dengan surat Nomor : 500.10.26/3787/DPMPTSP-A yang di keluarkan pada tanggal 15 Desember 2023 yang lalu. Semestinya sudah tidak ada lagi perdebatan tentang kepemilikan konsesi atas lahan tersebut. (SrY/Hji)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:konsesi lahanPN KetapangPT CMI TbkPT PBI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Derai Hujan dan Duka Malam Tahun Baru, Pelajar di Mempawah Tewas dalam Laka Lantas

01/01/2026
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Tiga Pria di Delta Pawan Kena Tangkap Polisi, Kasusnya Cukup Berat
07/01/2026
SEMARAK LDII Ketapang, Ruang Tumbuh Generasi Tri Sukses
01/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Polsek Tumbang Titi Ungkap Kasus Narkoba di Desa Piansak

30/01/2026

Kasus Penggelapan Berujung Penemuan Sabu di Sungai Melayu Rayak, Pria Ini Ditangkap Polisi

27/01/2026

Penemuan Mayat di Sungai Muara Pawan, Polisi Lakukan Penyelidikan

25/01/2026

Kecelakaan Terjadi di Area Smelter PT BAP Ketapang

25/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang