Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > TVRI Sekali Menggebrak, Siarkan Piala Dunia 2026
Opini

TVRI Sekali Menggebrak, Siarkan Piala Dunia 2026

Last updated: 30/12/2025 09:39
30/12/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalbar ]

ENTE pasti pernah memaki TVRI. Saat Timnas tampil di Piala Dunia U17 Qatar 2025, tak ada satu pun televisi mau menyiarkannya. Termasuklah televisi plat merah itu.

Saya ikut memaki, maaf ya.

Rupanya, TVRI ingin membayar dosanya. Diam-diam dapat hak siar Piala Dunia 2026. Kita yang nonton, gratis. Tak ada ceritanya nonton tv nguyen, beli voucher. Gratis..tis..tis. Ntah mimpi apa TVRI kali ini. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Seperti kisah legenda yang sering dianggap hoaks, TVRI ternyata tidak tuli. Ia menyimpan dendam, bukan dendam personal, tapi dendam institusional yang diseduh perlahan. Lalu, tanpa aba-aba, tanpa teaser clickbait, TVRI turun gunung membawa kabar yang bikin paket TV berbayar tersedak, hak siar Piala Dunia 2026 resmi di tangan TVRI.

Bukan satu dua laga formalitas. Tapi seluruh 104 pertandingan. Dari kick-off pertama sampai peluit terakhir yang mematahkan mimpi satu bangsa.

Ini bukan sekadar kejutan. Ini mukjizat level nasional. Keajaiban yang bahkan dukun primer pun menolak meramalnya. Channel yang sering kita temukan secara tak sengaja saat remote terpeleset, kini menjelma monster penyiaran global.

TVRI, yang selama ini dianggap hidup di dimensi berbeda, mendadak menguasai pesta bola paling mahal di muka bumi.

Pengumuman ini diumumkan secara sah, terang, dan bertanggung jawab oleh Iman Brotoseno, Direktur Utama LPP TVRI, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025. Hari itu Jakarta mendung. Bukan karena cuaca, tapi karena masa depan bisnis paywall olahraga nasional tiba-tiba tampak suram. Para bos televisi swasta mungkin refleks cek tensi, karena mimpi indah mengunci Piala Dunia di balik paket premium resmi digilas TVRI pakai sandal jepit bertuliskan “negara”.

Prosesnya bukan sulap. Bukan bisik-bisik. Ini pertarungan serius. TVRI didorong penuh oleh Komisi VII DPR RI di bawah komando Saleh Partaonan Daulay. Anggaran disahkan, pemancar diperkuat, studio dipoles, teknologi digenjot.

Sinyal diperintahkan menjangkau wilayah 3T, tempat sinyal biasanya datang dengan ragu, kadang pamit tanpa salam. Arahnya jelas, Piala Dunia bukan milik elit apartemen, tapi hak warga kampung, nelayan, buruh, dan penjaga warung kopi.

Bagian paling bikin iman nasional naik level, gratis. Gratis sungguhan. Bukan gratis versi “isi data dulu”, bukan gratis tapi diminta nomor kartu kredit “buat verifikasi”. Gratis total. Cukup antena UHF yang selama ini cuma dipakai nangkap acara siang.

Disiarkan lewat TVRI Nasional dan TVRI Sport, lengkap dengan siaran langsung, tunda, dan ulang. Turnamen berlangsung 11 Juni–19 Juli 2026, 39 hari begadang nasional. Dari kopi pertama sampai kopi kelima. Dari takbir subuh sampai suara emak nyuruh matiin TV.

Dulu kita hidup dalam penindasan siaran. Mau final harus langganan, mau semifinal harus upgrade, mau gol harus nunggu potongan 15 detik di TikTok. Kini TVRI datang sebagai Robin Hood penyiaran, merampok eksklusivitas dan membaginya ke rakyat. Kampung hidup, warung kopi panen, UMKM gorengan naik kasta jadi menu wajib nobar.

TVRI yang dulu “ada tapi tak dianggap”, kini berdiri sebagai panglima. Terakhir kali ia memegang Piala Dunia itu 1998. Dua puluh delapan tahun kemudian, ia kembali, bukan sebagai nostalgia, tapi sebagai ancaman sistemik.

Tahun depan, Piala Dunia benar-benar pulang ke rumah rakyat. Tanpa syarat. Tanpa kartu kredit. Tanpa dosa langganan. TVRI bukan lagi hantu channel. Ia kini momok kapitalisme penyiaran. Mantap jiwa. Negara hadir. Bola merdeka.

 

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Siaran piala dunia 2026TVRI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Nafsu Tak Terkendali, Adik Ipar Digagahi, Pria di Sekadau Kena Tangkap Polisi

23/12/2025
Dampak Aktivitas Tambang Bauksit yang Reklamasinya Mangkrak, Kalbar Terancam Bencana, Negara Diminta Tegas
26/12/2025
Geram Jalan Rusak, Warga Tayan Gelar Aksi Damai, Stop Operasional Truk Tangki Bertonase Besar
22/12/2025
Motor Verza dan Mio J Bertabrakan di Nanga Taman, Dua Pengendara Luka-luka
23/12/2025
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Enam Fraksi Menikam Rakyat, KPK yang Menyudahi

12 jam lalu

Cerpen “Koordinat Cinta yang Hilang”

19/01/2026

600 Tahun Berkuasa, Utsmaniyah Tumbang Bukan oleh Musuh, Tapi oleh Zaman

18/01/2026

Personel Brimob Kabur lalu Menjadi Tentara Rusia

18/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang