FOTO : Penampakan tumpahan CPO dan petugas gabungan saat membersihkan badan jalan [ ok ]
Pewarta : Tim liputan | Editor : SerY TayaN
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Terkesan ugal-ugalan dan tidak menjaga jarak aman dalam konvoi kembali memicu petaka di jalan raya. Kali ini, Dua truk tangki Crude Palm Oil (CPO) saling seruduk di Jalan Pembangunan, Desa Kawat, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Insiden ini melibatkan truk tangki milik transportir CV Setia Hasil Alam {CV SHA) KB 8821 DF dan sebuah truk tangki lainnya KB 8170 LB yang melintas secara berurutan.
Kecelakaan dipicu oleh benturan antar-armada dalam konvoi yang diduga tidak menjaga jarak aman. Akibat kerasnya benturan, muatan CPO meluber dan membasahi sebagian besar permukaan jalan raya.
Imbas tumpahan minyak kelapa sawit mentah tersebut, kondisi jalan seketika menjadi sangat licin hingga menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas terpeleset dan tumbang di lokasi kejadian.
Kepanikan warga sempat meningkat lantaran insiden berisiko tinggi ini terjadi tepat pada jam sibuk, saat puluhan anak-anak sekolah sedang dalam perjalanan pulang.
Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, petugas Damkar LPADK Binsika bergerak cepat ke lokasi dengan mengerahkan armada pemadam untuk membasuh dan menyemprot permukaan jalan menggunakan campuran deterjen guna melarutkan lapisan minyak.

Di saat yang sama, personel dari Polsek Tayan Hilir sibuk mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat guna mengurai kemacetan panjang dari kedua arah.
Peristiwa ini memicu gelombang kekecewaan dan keresahan dari masyarakat setempat. Warga yang tinggal maupun beraktivitas di sepanjang ruas Jalan Pembangunan hingga Jalan Gusti Jafar meluapkan keluhannya terhadap perilaku oknum pengemudi truk tangki yang kerap melintas tanpa memedulikan keselamatan pengguna jalan lain.
”Kami sangat meminta dan mendesak agar para sopir truk tangki CPO yang melintas di sepanjang Jalan Pembangunan dan Jalan Gusti Jafar memperhatikan keselamatan orang lain. Jangan mengemudi semaunya sendiri, apalagi ruas jalan ini padat permukiman dan sering dilalui anak-anak sekolah. Keselamatan warga harus jadi yang utama,” keluh salah seorang warga mengaku bernama Jaka, ditemui pada lokasi kejadian.
Tak ayal, reaksi keras juga dilontarkan oleh Sekretaris Forum Masyarakat Peduli Jalan Tayan, Yayat Hari Purwanto, SH. Ia menilai kecelakaan yang berdampak pada tumpahnya CPO di fasilitas umum merupakan bentuk kelalaian yang tidak boleh ditoleransi.
”Kami sangat menyayangkan tumpahnya CPO di jalan raya. Apalagi terjadi akibat tabrakan antara sesama truk angkutan CPO karena tidak menjaga jarak aman,” tegas Yayat.
Yayat menekankan insiden demikian berpotensi fatal bagi masyarakat luas, khususnya bagi para pengendara roda dua.
”Kejadian seperti ini bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Tumpahan CPO di badan jalan dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor,” tuturnya.
Atas insiden itu kata Yayat, dirinya mewakili Forum Masyarakat Peduli Jalan Tayan memberikan desakan terbuka kepada manajemen perusahaan pengangkutan serta para pengemudi armada CPO agar segera melakukan evaluasi total terkait standar keselamatan berkendara di wilayah permukiman warga.
”Untuk itu kami meminta kepada seluruh perusahaan pengangkutan CPO dan para pengemudi untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam berkendara, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta tidak mengabaikan kondisi dan situasi lalu lintas di sekitarnya. Dan hendaknya hati-hati, demikian juga truk tangki roda 10 hendaknya jangan ngebut,” lanjutnya.
Melihat masih maraknya perilaku ugal-ugalan pengemudi di lapangan, Yayat menegaskan pihak Forum tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah organisatoris yang lebih tegas apabila imbauan ini tidak diindahkan.
”Apabila para sopir masih tidak merubah perilakunya dan tetap melintas semaunya sendiri di jalan umum tanpa mengindahkan keselamatan warga, Forum akan mengkaji ulang seluruh kesepakatan yang telah dibuat bersama para transportir. Kami tidak ragu untuk meninjau kembali komitmen tersebut demi melindungi keselamatan masyarakat Tayan Hilir,” pungkas Yayat dengan tegas. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
