FOTO : Momen berfoto bersama usai sosialisasi [ ist ]
Pewarta/editor : Johan
KAPUAS HULU [ radarkalbar.com ] – Polri terus memperketat pengawasan serta pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Melalui Tim Satgas Edukasi Polri bersama jajaran Polres Kapuas Hulu, penyuluhan pencegahan Karhutla digelar serentak di tiga kecamatan pada Sabtu (29/8/2026).
Langkah preventif ini melibatkan kolaborasi peserta didik kepolisian—terdiri dari Mahasiswa S2 PTIK, Siswa Sespima, dan Siswa Setukpa yang terjun langsung ke tengah masyarakat.
Fokus kegiatan menyasar lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Putussibau Utara, Boyan Tanjung & Pengkadan, serta Embaloh Hulu. Untuk di Putussibau Utara penyuluhan bertempat di Aula Kantor Camat dan Polsek, diselingi patroli dialogis di pusat keramaian seperti warung kopi.
Kemudin, di Boyan Tanjung dan Pengkadan terpusat di Aula Polsek Boyan Tanjung serta patroli menyusuri kawasan usaha warga di jalur Nanga Tepuai, Nanga Semangut, dan Buak Limbang.
Selanjutnya, di Embaloh Hulu berlangsung di Aula Kantor Camat dan kawasan sepanjang Jalan Lintas Kalimantan Poros Utara.
Kegiatan yang memasuki hari ketiga ini menghimpun sekitar 100 peserta. Pembekalan diikuti secara lintas sektor oleh jajaran Forkopimcam, kepala desa, lurah, tokoh adat atau tumenggung, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, kelompok tani, hingga unsur TNI-Polri setempat.
Selain memaparkan bahaya lingkungan, dampak kesehatan, dan sanksi hukum terkait pembakaran lahan, petugas mengedepankan pendekatan berbasis kearifan lokal.
Masyarakat petani tetap diizinkan mengolah ladang selama berpedoman pada aturan adat dan regulasi pemerintah yang berlaku demi mencegah timbulnya titik api.
Tentunya, lewat sosialisasi masif ini, Polri berharap dapat membangun kesadaran hukum dan meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga Kabupaten Kapuas Hulu dari bahaya Karhutla. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
