FOTO : Penampakan kerusakan badan jalan pada proyek penataan kawasan strategis Cagar Budaya Kabupaten Mempawah [ hamzah ]
Pewarta/editor : Hamzah
MEMPAWAH [ radarkalbar.com ] – Pembangunan infrastruktur penataan kawasan strategis Cagar Budaya Kabupaten Mempawah bernilai Rp 19,2 miliar yang didanai APBN 2026 menuai desakan evaluasi total dari berbagai pihak.
Pasalnya, kerusakan berupa keretakan hingga patahan terbelah pada struktur jalan rabat beton baru di area depan Keraton Amantubillah menuju Jembatan Gantung Pulau Pedalaman dinilai membutuhkan investigasi teknis secara independen, bukan sekadar penanganan fisik permukaan.
Langkah penambalan sementara menggunakan acian semen di sejumlah titik fisik bangunan dituding belum memadai untuk menjamin kelayakan struktur jangka panjang.
Desakan agar Inspektorat maupun Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BBP2P) Kalimantan Barat segera melakukan uji petik kelayakan mutu beton di lapangan kini kian menguat.
Pekerjaan yang digarap oleh PT Pramadika Mandiri KSO PT Nyma Kalimantan Lansekap dengan pengawasan Tim Konsultan Supervisi BBP2P Kalbar tersebut tercatat memiliki masa pelaksanaan 200 hari kalender serta masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Mengingat besarnya nilai investasi negara yang dikucurkan, penegasan terhadap kepatuhan spesifikasi teknis menjadi hal mendesak agar tidak berpotensi merugikan keuangan negara.
”Setiap pembangunan dengan anggaran publik wajib memenuhi standar audit konstruksi yang ketat. Jika terjadi kerusakan mendasar di luar garis sambungan saat proyek baru selesai, pengawas dan dinas terkait tidak boleh lepas tangan atau hanya menutupinya dengan acian tipis,” tegas Andri, salah seorang warga setempat, Senin (28/9/2026).
Menanggapi kondisi fisik di lapangan, pihak pelaksana proyek, Habib Ahmad, mengonfirmasi perbaikan akan segera dilakukan. Ia mengaku belum meninjau lokasi secara langsung akibat kendala keluarga, namun berkomitmen menindaklanjuti temuan tersebut.
”Itu akan segera kita perbaiki. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan coba melihat secara langsung,” ujar pria yang akrab disapa Habib Amak ini saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp.
Meskipun pihak pelaksana telah menyatakan komitmen perbaikan, publik mendesak agar proses evaluasi tidak berhenti pada janji pembenahan kosmetik semata.
Pengujian laboratorium terhadap ketebalan dan mutu campuran beton (core drill) dinilai perlu dilakukan transparan untuk memastikan apakah keretakan disebabkan oleh kegagalan struktur bawah atau kelalaian metode pengerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Konsultan Supervisi BBP2P Kalbar maupun instansi teknis penanggung jawab anggaran belum memberikan keterangan resmi terkait hasil evaluasi kelaikan fungsi jalan tersebut. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
