Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Herman Hofi : Sengkarut Masalah Emas, BBM Subsidi, dan PETI Bukan Soal Aturan, Melainkan Konsistensi Pengawasan dan Integritas
Pontianak

Herman Hofi : Sengkarut Masalah Emas, BBM Subsidi, dan PETI Bukan Soal Aturan, Melainkan Konsistensi Pengawasan dan Integritas

Last updated: 28/06/2026 22:17
28/06/2026
Pontianak
Share

FOTO : DR Herman Hofi Munawar [ ist ]

Pewarta : Tim liputan | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

​PONTIANAK – Maraknya dugaan kasus penyelundupan emas di area bandara, indikasi penyimpangan distribusi BBM bersubsidi, hingga aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terus berulang, memicu diskusi publik mengenai efektivitas penegakan hukum di lapangan.

​Menurut Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, jika persoalan tersebut dianalisis secara objektif, rantai aktivitas dari sektor-sektor tersebut sebenarnya memiliki jejak fisik dan alur yang dapat ditelusuri melalui sistem yang ada.

Oleh karena itu, kunci utama penyelesaiannya berada pada konsistensi dan komitmen pengawasan.

“Perangkat regulasi maupun instrumen teknologi pengawasan sebenarnya sudah tersedia. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengimplementasikan aturan tersebut secara konsisten dan tegas tanpa pandang bulu,” ujar Dr Herman saat memberikan analisis dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

​​Dr. Herman memaparkan sarana pengawasan pada obyek-obyek vital tersebut pada dasarnya telah difasilitasi oleh negara dengan sistem yang ketat, seperti sektor Kepabeanan dan Bandara yakni alur keluar masuk barang di pintu resmi telah dilengkapi sistem pengamanan berlapis, mulai dari pemeriksaan X-Ray, pengawasan Bea Cukai, hingga dokumentasi manifes kargo.

“Pengawasan yang ketat dan transparan menjadi kunci agar tidak ada celah penyimpangan dalam prosedur tersebut,’ ujarnya.

Kemudian lanjut Herman, distribusi BBM Bersubsidi, yang mana rantai pasok dari kilang hingga ke SPBU telah memiliki kuota resmi dan sistem pencatatan digital seperti QR Code.

Potensi penyalahgunaan, seperti pengalihan ke sektor industri atau pertambangan ilegal, seharusnya dapat ditekan seminimal mungkin jika sistem pemantauan tersebut diterapkan secara ketat dan konsisten di lapangan.

Lantas, tata kelola PETI, yang Aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan kegiatan yang membutuhkan mobilisasi besar, mulai dari penggunaan alat berat, pasokan bahan bakar, hingga bahan kimia.

“Seluruh ekosistem ini dinilai dapat dipetakan dengan mudah melalui optimalisasi pengawasan lapangan dan teknologi pemantauan terintegrasi,” cetusnya.

​Herman menyarankan agar pola penegakan hukum dalam kasus PETI tidak hanya berhenti pada penindakan para pekerja administratif atau buruh di lapangan.

​”Penegakan hukum perlu diarahkan secara komprehensif hingga menyasar pihak-pihak yang berada di balik rantai pasok utama, seperti penyedia modal maupun penampung hasil komoditas ilegal tersebut,” tukasnya.

​Di samping aspek penegakan hukum (yustisial), Dr. Herman juga mendorong langkah preventif dari pemerintah. Salah satunya dengan mempercepat penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi solutif agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat bertransformasi ke sektor yang legal, aman bagi lingkungan, serta berkontribusi pada pendapatan daerah,” terangnya.

​Menutup keterangannya, Dr. Herman mengingatkan bahwa keberadaan regulasi dan teknologi canggih tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa adanya komitmen kuat dari para pemangku kepentingan selaku pelaksana aturan.

“Kita berharap negara dapat terus mengoptimalkan kehadirannya di lapangan guna melindungi kekayaan sumber daya alam, menjaga efisiensi anggaran negara, serta memastikan terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. [ red ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:aparat penegak hukumBBMDR Herman Hofi MunawarPETI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar

03/07/2026
Menelisik Bangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Dibangun Telan Dana Puluhan Milyar Tapi Tak Ditempati, Ini Penyebabnya
11/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

Rekam Jejak Teruji, Afriansyah Dipercaya Nakhodai KILL DPP LPM Kalbar Periode 2026–2031

19 jam lalu

Pimpin Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Dinilai Jawab Kebutuhan Pemimpin Masa Depan

18 jam lalu

Kejati Kalbar Dalami Laporan Pengadaan Bibit Sawit di Sekadau, Herman Hofi Ingatkan Hal Ini

11/07/2026

Perkuat Kekompakan dan Profesionalisme Wartawan, Pengurus PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi

11/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang