Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Sore Nanti Momen Paling Ditunggu
Opini

Sore Nanti Momen Paling Ditunggu

Last updated: 27/11/2024 08:48
27/11/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [Ketua Satupena Kalimantan Barat]

SORE INI, sejarah ditulis ulang. Tidak dengan pena emas atau tinta abadi, tapi dengan suara-suara kecil yang dikumpulkan dari bilik sempit bernama TPS.

Siapa yang akan memimpin hidup kita? Siapa yang berhak menentukan harga cabai, jalan berlubang, hingga siapa yang akan tersenyum di baliho selama lima tahun ke depan? Jawabannya segera diketahui sore nanti.

Sambil bersiap menuju TPS, yok kita bahas pesta demokrasi di negeri ini. Habis nyoblos, jalan-jalan dan mencari sampedas kepala ikan kakap, sedap nian. Baik kita mulai wak!

Pemenang Pilkada serentak akan diumumkan. Ya, pemenang (versi quick count). Karena dalam kompetisi ini, kalah bukanlah pilihan. Tapi, mari jujur. Dalam permainan demokrasi kita, menang dan kalah selalu punya cerita.

Ada yang menang dengan hati lapang, ada yang menang dengan cara licik. Ada yang kalah dengan kepala tegak, tapi banyak yang kalah sambil meratap di media sosial, menyalahkan semua kecuali dirinya sendiri.

Demokrasi itu sakral, katanya. Tapi di sini, kadang terasa seperti dagelan. Ada cerita tentang amplop yang berpindah tangan, tentang janji yang dijual murah.

Ada juga isu curang yang jadi nyanyian wajib mereka yang kalah. Demokrasi, pada akhirnya, bukan soal siapa yang benar, tapi siapa yang bertahan dengan suaranya paling nyaring.

Tapi jangan salah, bagi rakyat kecil, Pilkada bukan sekadar pesta. Ini adalah harapan yang dijual mahal. Di balik suara mereka, tersimpan doa-doa.

Untuk harga sembako yang terjangkau, untuk anak yang bisa sekolah, untuk hidup yang sedikit lebih layak. Jika pemimpin lupa akan itu, maka demokrasi hanya akan menjadi sandiwara, di mana rakyat kecil selalu menjadi figuran.

Kalah dalam Pilkada itu berat. Apalagi jika miliaran telah dihabiskan untuk baliho, kaos, dan janji palsu. Tapi, bagi mereka yang kalah, hukum masih menyediakan jalan. Mahkamah Konstitusi.

Sayangnya, perjalanan ke sana ibarat mendaki gunung dengan mata tertutup. Berat, sulit, dan hampir mustahil. Maka, bagi yang kalah, ada satu pelajaran penting, belajar ikhlas itu perlu, apalagi di negeri ini.

Namun, yang menang jangan terlalu bersorak. Jangan lupa, rakyat memilih bukan untuk memberi kekuasaan, tapi untuk memberi amanah. Menang bukan tiket untuk jumawa, apalagi lupa diri.

Pemimpin yang bijak adalah yang merunduk, bukan yang melambung. Seperti padi yang semakin berisi, semakin rendah hati. Bukan seperti kaktus berdiri tegak tapi menusuk sana-sini.

Mari kita rayakan demokrasi, tapi dengan akal sehat. Jangan ada gedung yang dibakar, jalan yang disulut emosi, atau rakyat kecil yang menjadi korban ambisi. Demokrasi bukan soal siapa yang menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita tetap satu meski berbeda.

Sore ini, kita saksikan babak akhir dari drama Pilkada. Tapi ingat, drama sebenarnya baru dimulai. Lima tahun ke depan, pemimpin yang terpilih harus membuktikan bahwa demokrasi kita bukan sekadar ajang balapan, tapi ruang untuk harapan. Rakyat telah memberi suara mereka, kini giliran pemimpin untuk memberi kehidupan.

Demokrasi, dalam segala keributannya, tetap menjadi pilihan terbaik. Karena tanpa itu, suara kita hanya akan menjadi bisikan yang tenggelam dalam hiruk-pikuk kekuasaan.

Mari kita jaga demokrasi ini, bukan karena sempurna, tapi karena ia adalah satu-satunya harapan untuk masa depan yang lebih baik.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Pilkadatunggu hasil
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi

02/03/2026
Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali
17/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Plafon SDN 08 Sungai Pinyuh Ambrol, Kepsek Sebut Sudah Sampaikan Usulan Perbaikan
02/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026

Berita Menarik Lainnya

DePA-RI Kecam Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

16/03/2026

Peran Sekda Sebagai Koordinator Pemalakan OPD di Kabupaten Cilacap

16/03/2026

Memang Parah Bupati Cilacap, Setiap OPD Diperas Demi Syahwat Politiknya

15/03/2026

Bukit Peniraman Kabupaten Mempawah Dikeruk, Ketegasan Pemerintah Jangan Hanya di Atas Kertas!

14/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang