FOTO : penampakan aktivitas di penyeberangan Pulau Lemukutan, Bengkayang [ Urai Tomi ]
Pewarta : Uray Tommy M | Editor publisher admin radarkalbar.com
BENGKAYANG – Pesona Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang terus menjadi magnet utama bagi wisatawan. Terhitung sejak 20 -26 Maret, atau pada Kamis (26/3/2026), arus kedatangan pengunjung terpantau sangat padat.
Berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan hingga pelaku usaha lokal, bersiaga penuh melayani ribuan pelancong yang datang setiap harinya.
Lonjakan Penumpang dan Armada Kapal
Aldi, seorang ABK Kapal Karunia Jaya, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.
“Setiap harinya ada lebih dari 1.000 penumpang yang menyeberang ke Pulau Lemukutan. Saat ini sudah tersedia sekitar 14 kapal yang siap melayani pemberangkatan dari Dermaga Teluk Suak,” ujarnya.
Tingginya aktivitas ini mendapat pengawasan ketat dari kepolisian. Kasat Polairud Polres Bengkayang, AKP Rudi Waluyo, S.H., menegaskan pihaknya terus memantau langsung proses keberangkatan hingga kedatangan kapal di dermaga untuk memastikan keselamatan pelayaran.
Keamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kapolsek Sungai Raya Kepulauan, Iptu Selamet Widodo, S.H., M.H., menyatakan bahwa melalui Operasi Ketupat yang dimulai sejak 13 Maret lalu, personel telah ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan dan lokasi wisata.
”Kami menghimbau orang tua untuk selalu memantau anggota keluarganya saat berada di pantai. Untuk pemilik kendaraan, pastikan kendaraan terkunci stang, bila perlu gunakan kunci ganda demi keamanan bersama,” pintanya.

Himbauan senada juga disampaikan oleh Omong Khong, pengelola tempat wisata Samudera Indah. Ia meminta pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan, ketertiban, dan mematuhi aturan serta arahan dari pihak keamanan di lokasi wisata.
Geliat Ekonomi: Penginapan Penuh hingga Jasa Penitipan
Kepadatan ini membawa berkah bagi pelaku usaha lokal. Amba, pemilik Kantin KBN di bawah naungan Pokdarwis Kabupaten Bengkayang, mengaku sangat sibuk melayani pembeli sejak tanggal 20 Maret.
Begitu pula dengan penyedia jasa penitipan kendaraan. Mul, pengelola penitipan motor, mematok tarif Rp 15.000 per hari dengan pengawasan 24 jam. Sementara itu, Puichu menyediakan jasa penitipan mobil dengan tarif Rp40.000 hingga Rp 50.000 per hari.
Di sisi lain, mendapatkan penginapan di Pulau Lemukutan saat ini menjadi tantangan tersendiri.
Heni, pemilik Homestay Pelangi Lestari, menyarankan wisatawan untuk melakukan pemesanan jauh-jauh hari.
“Sangat sulit jika langsung datang tanpa pesan. Setidaknya harus booking 10 hingga 15 hari sebelumnya. Puncak keramaian ini diprediksi akan berlangsung hingga 28 Maret mendatang,” ungkapnya.
Testimoni Wisatawan
Kepuasan dirasakan oleh Pandi (47), wisatawan asal Pontianak yang datang bersama keluarganya. Meskipun sudah dua kali berkunjung, ia mengaku durasi dua hari satu malam masih terasa kurang.
”Pelayanan di sini sangat baik, mulai dari penitipan kendaraan hingga jemputan dari pemilik penginapan. Warga sangat ramah. Saya pasti akan kembali lagi dan memperkenalkan wisata Lemukutan ke teman-teman lain,” pungkasnya.
