Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sekadau > Dinkes Sekadau Ajak Warga Waspada Stunting
Sekadau

Dinkes Sekadau Ajak Warga Waspada Stunting

Last updated: 25/02/2020 20:07
25/02/2020
Sekadau
Share

Sekadau,radar-kalbar.com-Pemerintah Kabupaten Sekadau tengah gencar-gencarnya mengentas stunting. Hal itu merupakan salah satu program prioritas Pemkab Sekadau bidang kesehatan pada tahun 2020 ini.

Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, ia meminta agar para orang tua wajib mengetahui gejala, dampak dan pola pencegahan stunting.

Ia menjelaskan, stunting merupakan kondisi yang menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Salah satu ciri sunting yang paling dan mudah dikenali yakni tinggi badan anak yang tidak ideal (pendek).

“Stunting disebabkan kurangnya asupan gizi pada janin sejak dalam kandungan, hingga usia 1000 hari atau usia dua tahun. Usia ini rentan terkenda stunting,” jelas Henry, (24/2).

Gejala stunting akan terlihat jika anak sudah berusia dua tahun.

Kondisi ini menyebabkan tubuh gampang terserang penyakit seperti hipertensi, stroke, diabetes dan penyakit lain.

“Stunting menyebabkan fungsi tubuh tidak seimbang. Mudah sakit, kemampuan penalaran berpikir berkurang. Sehingga berdampak pada produktivitas penderitanya karena rentan sakit,” beber Henry.

Di Kabupaten Sekadau, angka penderita stunting pada tahun 2018 mencapai 31 persen.

Sedangkan secara nasional pada tahun 2018 mencapai angka 27 persen.

“Artinya, dari 10 anak, tiga diantaranya terkena stunting. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tutur Henry.

Untuk mengurangi angka stunting, Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau menggalakkan program pencegahan diantaranya program seribu hari kelahiran.

Henry menjelaskan, penanganan stunting oleh Dinkes dibagi dalam dua metode.

Yang pertama intervensi spesifik. Contohnya promosi kesehatan, pemberian makan tambahan bayi dan anak, promosi ibu menyusui minimal enam bulan, peningkatan pelayanan kesehatan mulai ibu hamil sampai menyusui.

“Kita anjurkan ibu hamil wajib memeriksakan diri di posyandu. Karena stunting bisa menyerang sejak janin masih di dalam kandungan. Program tahun ini kita akan beri bendera ibu hamil. Tiap rumah ibu hamil diberi tanda. Ini supaya setiap ibu hamil dapat diberikan asupan gizi yang tepat,” terang Henry.

Selain itu, pemberian imunisasi juga sangat penting bagi anak. Faktor lain seperti cacingan juga bisa menyebabkan stunting.

“Yang penting bagi kami adalah bagaimana mencegah agar jangan menikah dini. Sebab, tubuh ibu rentan mengalami masalah seperti pendarahan dan lain-lain saat melahirkan. Secara mental, ibu yang menikah usia muda juga kurang siap,” lanjut Henry.

Metode kedua yakni intervensi sensitif. Pola ini memerlukan koordinasi lintas sektoral.

Beberapa contoh intervensi sensitif seperti ketersediaan sumber pangan, sanitasi dan air bersih, pemberdayaan masyarakat melalui posyandu dan polindes, peningkatan pengasuhan di tingkat keluarga dan masyarakat, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak mampu.

“Sebab faktor lingkungan yang tidak sehat juga berpengaruh memicu munculnya stunting. Makanya perlu kerjasama lintas sektoral dari instansi terkait, hingga pihak desa. Kita ingin stunting ditangani secara komprehensif agar tujuan kita tercapai,” ucap Henry.

Dinkes Sekadau juga akan mengkampanyekan gerakan masyarakat sehat dan pelayanan kesehatan gratis ke daerah-daerah, khususnya daerah terpencil.

“Program pelayanan kesehatan daerah terpencil ini sedang berjalan. Kita fokus mengunjungi daerah-daerah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan,” timpal Henry.

Khusus untuk anak yang sudah terlanjur terkena stunting, Henry mengatakan cukup sulit untuk ditanggulangi. Namun, bisa dikurangi dampaknya dengan pola hidup sehat.

“Caranya bisa dengan olahraga rutin, makan bergizi, perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar mantan Plt direktur RSUD Sekadau ini.

Henry juga mengajak para orangtua untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan menjaga pola hidup sehat.

“Yang utama adalah pemahaman dari keluarga. Penting untuk menjaga kesehatan anak sejak dini. Sebab di masa emas inilah karakter dan tumbuh kembang anak terbentuk,” imbaunya.

 

 

 

 

 

 

Pewarta : sutarjo

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Dinkes Sekadauibu hamilProgramStunting
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil

07/04/2026
Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS
20/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Proyek TPA Pontianak Rp 17,9 Miliar Disorot…!! Beton Mulai Retak, Kualitas Konstruksi Dipertanyakan.
04/04/2026
Warga Sungai Pinyuh Keluhkan Kabel Telkomsel “Numpang” di Teralis Ruko, Khawatir Roboh dan Menelan Korban
04/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Tekan Angka Stunting dan Perceraian, Pengurus BP4 Sekadau 2026-2031 Resmi Dikukuhkan

30/04/2026

Predator Anak di Sekadau Kembali Terungkap, Keponakan Sendiri Jadi Korban Kedua RY

28/04/2026

Kecelakaan Beruntun Tiga Truk di Sekadau, Dua Orang Luka-Luka

24/04/2026

Polres Sekadau Tangkap Ayah Kandung yang Hamili Anak di Bawah Umur

22/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang