Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Soal PT CUT, Penegakan Aturan Harus Tegas, Haji Badrun : Kerusakan Alam Tak Bisa Ditoleransi
Pontianak

Soal PT CUT, Penegakan Aturan Harus Tegas, Haji Badrun : Kerusakan Alam Tak Bisa Ditoleransi

Last updated: 21/01/2026 15:58
21/01/2026
Pontianak
Share

FOTO : Ketua LIDIK DISKRIMSUS Kalbar, Haji Badrun (ist)

Tim liputan – radarkalbar

PONTIANAK – Ketua Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (Lidik Krimsus RI) Provinsi Kalimantan Barat, Haji Badrun, mengingatkan Pemkab Sanggau untuk tegas dalam menegakkan aturan terhadap PT Cipta Usaha Tani (PT CUT) yang telah melaksanakan deforestasi (pembukaan lahan) seluas 60 hektar, baru – baru ini.

” Kami dari Lidik Krimsus Kalbar terus memantau langkah – langkah yang diambil Pemkab Sanggau, terkait persoalan PT CUT. Jangan ada dispensasi maupun keringanan, mengingat kerusakan lingkungan telah terjadi di area tersebut, ” tegasnya.

Diketahui kata Haji Badrun kawasan yang ditertibkan termasuk dalam Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) sejak tahun 2005.

Oleh sebab itu, pemanfaatan lahan di kawasan tersebut seharusnya tidak dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas dan sesuai ketentuan tata ruang.

Menurutnya, penertiban tidak boleh berhenti pada tindakan administratif semata, tetapi harus disertai penegakan hukum yang konsisten.

” Nah, ketegasan pemerintah daerah menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas, ” cetusnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sanggau sebelumnya telah melakukan penertiban terhadap aktivitas perkebunan di lahan PT CUT yang masuk kawasan moratorium.

Langkah tersebut, kata Haji Badrun, harus diikuti dengan komitmen kuat untuk tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang telah berdampak pada lingkungan.

” Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut pemanfaatan kawasan moratorium tersebut secara menyeluruh dan transparan. Selain itu, masyarakat diminta ikut mengawasi serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kawasan strategis, ” tuturnya.

Dikatakan, penegakan aturan secara tegas dan tanpa kompromi, diperlukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan pembangunan di Kabupaten Sanggau berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

” APH juga bisa melaksanakan penyelidikan terkait pembebasan lahan tersebut, ” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Sanggau menyegel lahan milik PT Cipta Usaha Tani (CUT) seluas sekitar 60 hektare di Desa Sungai Muntik, Kecamatan Kapuas, Kamis (15/1).

Lahan yang telah ditanami kelapa sawit itu dinyatakan berada di kawasan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB) tahun 2025, sehingga tidak diperkenankan untuk digarap meski secara administratif diklaim sebagai milik perusahaan.

Penyegelan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib, bersama jajaran dinas teknis terkait, setelah pemerintah daerah menyelesaikan verifikasi administrasi dan pengukuran lapangan. Hasilnya menunjukkan aktivitas perkebunan PT CUT tidak memiliki izin dari pemerintah daerah dan melanggar ketentuan penataan ruang.

“Lahan seluas 60 hektare yang ditanami sawit oleh PT CUT bukan lahan yang diberikan izin oleh pemerintah daerah karena masuk dalam areal PIPPIB tahun 2025. Jadi, kegiatan ini tidak boleh dilakukan, terlepas tanah itu milik siapa pun,” tegas Aswin di lokasi penyegelan.

Aswin menegaskan, tindakan yang diambil pemerintah tidak bersifat simbolis. PT CUT telah dikenai sanksi administratif berupa surat peringatan dan diberi batas waktu untuk mencabut seluruh tanaman kelapa sawit yang telah ditanam di lokasi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Pemkab sanggauPT CUTTegakkan Aturan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Penggeledahan di Air Upas, Polisi Temukan 10 Kantong Sabu
25/01/2026

Berita Menarik Lainnya

IWO Indonesia Kalbar Apresiasi Pasal 278 KUHP Baru yang Tegas Lindungi Keadilan

06/02/2026

SMSI Kalbar Dorong Kolaborasi Tangkal Disinformasi di Era Digital

05/02/2026

Investasi Generasi Sehat: LPA Kalbar Apresiasi Program MBG dan Dapur Gizi

03/02/2026

Bantah Tuduhan 800 PL, Ria Norsan Ungkap Keprihatinan atas Informasi Menyesatkan

03/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang