Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Bulutangkis Kita Tersenyum Lagi Lewat Jonatan Christie
Opini

Bulutangkis Kita Tersenyum Lagi Lewat Jonatan Christie

Last updated: 21/10/2025 00:09
20/10/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

LAMA sekali tak menulis bulutangkis. Merasa tergerak setelah tahu di Denmark Open, ada juga pemain kita juara.

Dialah Jonatan Chistie, dan tepuk bulu kita pun mulai tersenyum lagi. Simak narasinya sambil seruput kopi sedikit susu, wak!

Di saat sebagian anak muda masih sibuk mencari sinyal kehidupan dan saldo e-wallet yang tersesat, Jonatan Christie justru sibuk mengumpulkan gelar, bukan gala dinner. Tahun 2025 ini, Jojo sudah memeluk dua trofi besar, Korea Open dan Denmark Open, seolah dunia bulutangkis adalah taman pribadinya.

Sementara orang lain sibuk cari diskon di marketplace, Jojo malah membanting lawan di lapangan dengan keanggunan seorang penyair yang memegang raket.

Denmark Open 2025 menjadi kisah heroik yang layak ditulis di kitab suci olahraga. Di final, Jojo melawan Shi Yu Qi, pemain yang konon katanya bisa menebak arah shuttlecock sebelum dipukul.

Tapi di tangan Jojo, semua teori telepati itu ambyar. Ia kalah di gim pertama 13–21, tapi seperti naga yang bangun dari tidur siangnya, Jojo bangkit di dua gim berikutnya 21–15 dan 21–15, membuat dunia berteriak, “Oh ini rupanya pahlawan bulutangkis sejati!”

Gim pertama itu seperti babak gelap dalam sinetron kehidupan, kalah, terpojok, dan tampak tidak punya harapan. Tapi Jojo bukan protagonis murahan. Di gim kedua, dia berubah jadi mesin ketenangan, smash-nya seperti petir yang menolak kompromi. Sementara Shi Yu Qi mulai goyah, mungkin pikirannya sudah tersesat ke aplikasi pesan hotel untuk pulang cepat ke Beijing.

Di gim ketiga, Jojo tampil seolah sedang menulis puisi di atas net, lembut tapi mematikan, anggun tapi membinasakan. Setiap poin diraih dengan aura mistik khas pendekar Jawa yang sedang bertapa di Gunung Smash.

Yang membuat cerita ini makin epik adalah bagaimana Jojo tak sekadar menang, tapi menang dengan gaya. Lihat saja ekspresinya, tenang, cool, tak ada drama lebay. Mungkin kalau Jojo jadi pemeran film laga, ia tak perlu stuntman, karena tiap loncatannya sudah sinematik. Bahkan shuttlecock pun mungkin malu dipukul karena sadar sedang jadi bagian sejarah.

Kini peringkat Jojo di dunia adalah nomor 6. Ya, nomor enam dari seluruh umat manusia yang bisa memegang raket. Bayangkan itu! Di antara tujuh miliar orang di bumi, hanya lima manusia yang bisa mengalahkan Jojo, dan itu pun mungkin sedang tidak beruntung waktu undian grup. Dengan dua gelar besar tahun ini, poinnya sudah menembus 75.144, angka yang bahkan ATM kebanyakan orang tidak pernah lihat kecuali dalam mimpi.

Perjalanan Jojo di Denmark Open juga bukan perjalanan biasa. Dari babak 32 besar, ia menumbangkan Kenta Nishimoto seperti menepis lalat di atas kopi sore. Di semifinal, Alex Lanier dari Prancis dijadikan tontonan edukatif tentang bagaimana kesabaran dan ketepatan adalah pasangan ideal dalam bulutangkis. Lalu di final, Jojo menutup semuanya dengan plot twist yang bahkan penulis drama Korea akan iri melihatnya.

Jojo kini bukan sekadar atlet. Ia sudah jadi ikon kebangkitan, simbol kesantunan yang bertenaga, ketenangan yang menggulung badai. Ia bukan hanya mengangkat raket, tapi juga harga diri bangsa. Dari lapangan hingga podium, Jojo menunjukkan, kerja keras, disiplin, dan keringat bisa mengalahkan mitos dan mesin dari negeri mana pun.

Kalau ada yang masih meragukan Jojo, biarlah shuttlecock yang berbicara, karena di tangan Jonatan Christie, bulu angsa pun berubah jadi senjata pamungkas yang menembus batas langit dan logika. Bangsa ini boleh sibuk debat receh di medsos, tapi Jonatan Christie sibuk menulis sejarah.

Dengan raket di tangan kanan dan semangat di dada, Jojo telah menegaskan satu hal, di dunia bulutangkis, Indonesia bukan hanya legenda, tapi terus jadi berita utama.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Bulu tangkisDenmarkpebulutangkis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

07/06/2026

Mengapa Harus Don Kancil?

08/06/2026

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

04/06/2026

Mengenal KH Abdul Karim Fadlun, Predator Enam Anak Kini Jadi Tersangka

29/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang