Merajut Kembali Harapan yang Terhempas, Uluran Tangan Kemanusiaan Polsek Tayan Hilir untuk Sang Ibu dan Buah Hatinya

FOTO : Kapolsek Tayan Hilir, Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., didampingi Kanit Reskrim Ipda Evans Sitanggang SH saat berdialog dengan Rohaela dan ketiga anaknya [ ist ]

Pewarta/editor : SerY TayaN

SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Harapan akan masa depan yang lebih baik seketika membentur tembok kenyataan pahit bagi Rohaela.

Berawal dari untaian janji manis seorang pria yang berjanji akan menikahinya sekaligus menjamin pendidikan ketiga buah hatinya, wanita asal Provinsi Lampung ini mantap melangkah menginjakkan kaki di tanah Kalimantan Barat.

Namun, seiring waktu berjalan, janji indah tersebut sirna, menyisakan kepedihan dan ketidakpastian.

​Bukannya mendapatkan kepastian hidup dan bimbingan bagi anak-anaknya, Rohaela justru ditempatkan di sebuah camp pertambangan emas di kawasan pedalaman Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

Di sana, ia harus menguras keringat sebagai juru masak dengan upah minim sekitar Rp 1,5 juta per bulan angka yang jauh dari kata cukup untuk menopang empat nyawa di tengah himpitan kebutuhan.

Selama dua bulan bertahan dalam keterasingan dan keterbatasan, harapan yang sempat membumbung tinggi berubah menjadi kepasrahan.

​Melihat kondisi ketiga anak-anaknya yang kian terlunta-lunta tanpa kejelasan sekolah, keteguhan hati seorang ibu akhirnya membuncah.

Rohaela membuat keputusan berani melarikan diri dari lokasi tersebut demi menyelamatkan masa depan buah hatinya. Tanpa kendaraan dan hanya mengandalkan sisa tenaga yang ada, mereka berempat membulatkan tekad melangkah menembus pekat dan beratnya medan pedalaman.

​Perjalanan itu menjadi ujian fisik dan mental yang luar biasa. Selama 12 jam nonstop, kaki-kaki kecil anak-anaknya dipaksa terus melangkah menyusuri jalanan terpencil hingga akhirnya berhasil menemukan titik terang di akses jalan raya.

Namun, perjuangan belum selesai. Saat berhasil menumpang kendaraan umum menuju Kota Pontianak, ketidakberdayaan finansial kembali menjerat.

Lantas, dengan sisa uang di dompet yang hanya tersisa Rp 400 ribu, jumlah yang sangat jauh untuk membeli tiket perjalanan lintas pulau perjalanan mereka terhenti.

Pengemudi kendaraan terpaksa menurunkan Rohaela dan ketiga anaknya di kawasan Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

​Di tengah deru kendaraan yang melintas, kelelahan fisik yang memuncak, serta rasa asing di negeri orang, Rohaela berada di titik terendah dalam hidupnya.

Tanpa sanak keluarga, tanpa arah tujuan, dan tanpa biaya tersisa, langkah kakinya bersama ketiga anaknya yang lunglai akhirnya tertuju pada Mapolsek Tayan Hilir.

Bagi Rohaela, kantor polisi menjadi benteng pertahanan terakhir untuk menyandarkan harapan.

​Kedatangan keluarga kecil yang penuh gurat kelelahan dan kecemasan tersebut langsung direspons penuh empati oleh jajaran Polsek Tayan Hilir.

Petugas bergerak cepat merangkul mereka bukan sebagai pihak yang sedang berhadapan dengan hukum, melainkan sebagai sesama manusia yang membutuhkan pertolongan darurat.

Suasana dingin kantor polisi seketika berubah hangat. Makanan, minuman, serta tempat beristirahat yang layak langsung disiapkan untuk memulihkan kondisi fisik ibu dan anak-anak tersebut.

​Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., menegaskan fungsi kepolisian tidak boleh kaku dan terbatas pada aspek penegakan hukum semata. Ketika ada warga masyarakat yang berada dalam kondisi paling rentan, institusi Polri harus hadir menjadi tempat perlindungan yang paling utama.

​“Ketika masyarakat datang meminta pertolongan dalam kondisi sulit, apalagi bersama anak-anak, kami tidak boleh tinggal diam. Kami berupaya hadir dan membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan, mulai dari memberikan pendampingan hingga membantu mempersiapkan perjalanan mereka untuk kembali ke daerah asal, ” ungkap Iptu Kusdarwanto.

“Ini merupakan bagian dari semangat Polres Sanggau Berkarakter HEBAT untuk memberikan pelayanan yang humanis, peduli dan bermanfaat bagi masyarakat,” sambungnya.

​Kemudian, sebagai tindak lanjut nyata, Polsek Tayan Hilir bergerak menanggung seluruh biaya operasional dan pembelian tiket kapal laut agar Rohaela bersama ketiga anaknya bisa berlayar kembali ke kampung halaman di Provinsi Lampung.

Tidak berhenti di situ, menyadari perjalanan laut memakan waktu dan membutuhkan perbekalan, jajaran kepolisian juga berinisiatif mencarikan pekerjaan sementara bagi Rohaela sebagai juru masak di sebuah rumah makan warga lokal selama empat hari.

Langkah ini dilakukan agar Rohaela bisa mengantongi uang saku tambahan yang halal dan layak untuk kebutuhan anak-anaknya selama di perjalanan.

​Aksi tanggap dan penuh ketulusan ini menegaskan komitmen Polres Sanggau dalam menerjemahkan prinsip pelayanan publik secara utuh dan berkarakter.

Di Simpang Ampar, Polsek Tayan Hilir tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membuktikan kepedulian sosial dapat merajut kembali harapan yang sempat terhempas, sekaligus membuka jalan pulang bagi mereka yang kehilangan arah. [ red ]

Publisher : admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version