FOTO : Salah satu bangunan SDN 54 Mensarang [ ist ]
Inti berita :
* Pernyataan pelaksana proyek SDN 54 Mensarang : klaim kesesuaian prosedur, CV Umar Ahmad Group menegaskan pembangunan SDN 54 Mensarang senilai Rp 1,014 miliar sudah selesai sesuai kontrak dan mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau.
* Bukti Administrasi : Pelaksana menyebut pekerjaan telah tuntas 100%, dibuktikan dengan pembayaran yang sudah cair sepenuhnya tanpa ada catatan teguran atau instruksi perbaikan dari dinas terkait.
* Item Pekerjaan : Anggaran tersebut digunakan untuk membangun 3 ruang kelas baru, 1 ruang guru, toilet, dan rehabilitasi 3 ruang kelas lama.
*Komitmen perbaikan : Meski secara administrasi dianggap selesai, kontraktor menyatakan akan melakukan perbaikan dan merapikan titik-titik yang disorot masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan
Pewarta/editor : Tim redaksi | Publisher : Admin redaksi radarkalbar.com
SANGGAU – Pihak pelaksana proyek pembangunan SDN 54 Mensarang akhirnya buka suara terkait sorotan publik terhadap hasil pekerjaan mereka.
Melalui perwakilan CV Umar Ahmad Group, Dhani, ditegaskan seluruh proses pembangunan telah dijalankan berdasarkan ketentuan kontrak yang berlaku.
Dhani menyatakan pelaksanaan proyek tersebut berada di bawah pemantauan ketat konsultan pengawas serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau.
Menurutnya, indikator keberhasilan pekerjaan tersebut terlihat dari proses administrasi dan pembayaran yang telah tuntas 100 persen.
“Pekerjaan sudah selesai dan kami bekerja mengikuti kontrak. Karena pihak pengawas dan dinas sudah menyatakan tidak ada masalah hingga pembayaran cair sepenuhnya, maka secara prosedur tugas kami telah selesai,” ujar Dhani kepada seputarkapuas.com jaringan radarkalbar.com.
Rincian Alokasi Anggaran
Dhani memaparkan anggaran sebesar Rp 1,014 miliar tersebut dialokasikan untuk empat item pekerjaan utama, yaitu pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak tiga lokal.
Kemudian, pembangunan satu unit ruang guru. Lantas, pembangunan fasilitas toilet. Selanjutnya, ada rehabilitasi tiga lokal ruang kelas lama.
Ia juga menambahkan hingga saat ini, pihaknya belum menerima teguran resmi maupun instruksi perbaikan dari instansi terkait mengenai adanya kekurangan dalam hasil pekerjaan tersebut.
Komitmen Tanggung Jawab Moral
Meski mengklaim pekerjaan sudah “clear” secara administratif, Dani menyatakan pihaknya tidak menutup mata terhadap aspirasi dan kritik dari masyarakat. Dan, sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan, ia berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan di beberapa titik bangunan.
“Sebagai wujud tanggung jawab, hari ini saya sampaikan. Kami akan turun kembali untuk melakukan perbaikan dan merapikan sejumlah bagian yang menjadi sorotan warga,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, hasil pekerjaan pada proyek bangunan SDN 54 Mensarang ini mendapatkan sorotan warga, pasalnya proyek yang menelan anggaran Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 1.091.776.024,98 tersebut dinilai menghasilkan kualitas fisik yang tidak optimal. [ red ]
HAK JAWAB & KOREKSI
Redaksi membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Silakan hubungi kami melalui email/nomor WhatsApp redaksi untuk penyampaian hak jawab secara resmi.
