Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?

FOTO : Kondisi Jembatan Temurak, Kecamatan Meliau yang mengalami kerusakan dan surat Pemdes Meliau Hilir (inzet) by repro

Pewarta/editor : SerY TayaN | Publisher : Admin radarkalbar.com

SANGGAU – Riuh rendah keluhan warga di berbagai platform media sosial terkait ambruknya Jembatan Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, tampaknya belum cukup untuk mengetuk pintu Kantor Dinas PUPR Kabupaten Sanggau.

Pasalnya, kondisi saat ini jembatan Temurak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Foto dan video yang memperlihatkan kerusakan struktur jembatan banyak diunggah oleh warga sebagai bentuk keluhan atas lambatnya respons pemerintah daerah.

Walaupun potret kerusakan infrastruktur vital tersebut telah viral dan dilaporkan secara resmi oleh pihak desa lebih dari sebulan lalu, namun terkesan instansi terkait masih memilih bungkam dan belum memberikan kepastian perbaikan. Bahkan untuk meninjau lokasi pun enggan.

Diketahui, Jembatan Temurak merupakan satu-satunya akses penghubung pada ruas Jalan Meliau – Tayan. Dan merupakan jalan status kabupaten.

“Akibat rusaknya jembatan Temurak ini, aktivitas kami susah. Untuk melewati motor saja ngeri-ngeri rasanya, apalagi mobil. Waktu itu ada mobil yang tersangkut dan terperosok,” keluh Andriyanto salah seorang pengguna jalan.

Kepala Desa Meliau Hilir, Iwan, mengatakan dirinya telah melayangkan surat resmi terkait kondisi jembatan tersebut kepada Bupati Sanggau sejak 1 April 2026 lalu.

Dalam surat tersebut, Pemdes meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau untuk segera melakukan perbaikan.

“Kami sudah bersurat secara resmi kepada Bupati pada awal April lalu dengan harapan ada langkah cepat dari Dinas PUPR. Namun, hingga saat ini memang belum ada tanggapan atau realisasi perbaikan di lapangan,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, pada Kamis (14/5/2026).

Dikatakan Iwan, sebelum ambruk, dirinya dan dibantu berbagai pihak telah melaksanakan berupaya melakukan penanggulangan sementara. Langkah ini diambil secara swadaya agar akses transportasi masyarakat tidak terputus total.

Namun, karena penanganan tak optimal, maka Jembatan Temurak itu, kembali rusak bahkan saat ini roboh.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau untuk mempertanyakan rencana tindak lanjut atas laporan kerusakan tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR belum memberikan tanggapan resmi mengenai kendala maupun jadwal perbaikan Jembatan Temurak.

Masyarakat berharap Pemkab Sanggau tidak menutup mata, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama bagi warga di Kecamatan Meliau dan Tayan Hilir. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version