Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > PKM UNU Kalbar Optimalkan Potensi Komoditi Nanas di Desa Malaya
Pontianak

PKM UNU Kalbar Optimalkan Potensi Komoditi Nanas di Desa Malaya

Last updated: 19/12/2023 19:29
19/12/2023
Pontianak
Share

FOTO : Dosen dan mahasiswa memegang baleho, PKM UNU Kalbar, memaksimalkan potensi nanas di Desa Malaya, Sungai Ambawang (Ist)

PONTIANAK – radarkalbar.com

HASIL panen buah nanas di Desa Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya terbilang cukup besar.

Potensi ini, coba dimaksimalkan lebih optimal agar semakin memberikan nilai ekonomis.

Hal ini dilakukan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU) Kalbar saat melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), pada Sabtu (16/12/2023) lalu.

“Potensi nanas di Desa Malaya ini sangat besar. Sayangnya, belum dimaksimalka dengan baik. Sebagai contoh, nanas kebanyakan dijual dalam bentuk buah segar. Apabila dimaksimalkan, nanas bisa dioleh dengan aneka varian lain seperti selai nanas, dodol, dan sebagainya,” ungkap Ketua PKM Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, Marhama ME di kampusnya, Selasa (19/12/2023).

Menurutnya, produk olahan nanas ini, jika diolah dengan aneka varian, bisa dijual ke market place atau e-commerce.

Marhamah yang juga Ketua Prodi Manajemen menambahkan, varian olahan nanas ini tentu bisa menambah nilai ekonomi lebih baik. Nanas tidak hanya dijual buahnya saja, melainkan dalam bentuk olahan juga. Banyaknya varian ini menjadikan komoditas nanas semakin baik pasarannya.

“Kita coba maksimalkan dan Fakultas Ekonomi siap memberikan pendampingan. Tujuannya, agar potensi nanas yang besar itu bisa maksimal untuk menambah pendapatan warga Desa Malaya,” harap Marhamah.

Kegiatan PKM ini bertemakan, “Memaksimalkan Potensi Komoditas Nanas Bagi Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Sungai Malaya.”

Ada tujuh dosen dari Prodi Manajemen dan 15 mahasiswa juga ikut terlibat. Sementara warga kebanyakan ibu rumah warga Malaya.

Syarif Muhammad Syaifudin MM yang juga dosen Fakultas Ekonomi ikut memberikan materi. Didepan ibu-ibu ia menjelaskan apa saja terkandung dalam buah nanas serta manfaatnya.

Nanas apabila diolah bisa banyak menghasilkan produk. Produk itu bisa dijual secara online. Kebetulan beliau memiliki kemampuan dalam penjualan produk secara online.

“Kita akan bantu dalam penjualan secara online. Kuncinya, ciptakan dulu produk dari nanas seperti selai, lalu dikemas dengan baik dan menarik. Setelah itu bisa dijual secara online. Pembelinya bisa dari mana saja,” beber Syaiful-sapaan akrabnya- yang juga pengusaha madu ini.

Tidak hanya Syaiful dari dosen, ada juga dosen lain juga ikut memberikan petuah pada ibu-ibu PKK Desa Malaya yang berjumlah 20 orang.

Diantara dosen lain itu adalah Ahmadi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi, Yuni Firayanti, Edy, Fidia, dan Fajar.

Usai pemaparan materi, dilakukan tanya jawab. Sejumlah ibu-ibu aktif bertanya. Mereka merasa senang kehadiran dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi di desa mereka.

Apa yang telah disampaikan akan coba mereka terapkan.

“Kami merasa senang dan semoga ini menjadi motivasi agar petani nanas di sini lebih bersemangat membesarkan usahanya. Kemudian, bersemangat menghasilkan produk olahan nanas dengan berbagai variasinya,” kata salah satu ibu dari Desa Malaya.

Bagi mahasiswa yang mengikuti PKM ini, bisa berinteraksi langsung dengan peserta yang rata-rata petani. Dengan interaksi ini bisa membangun softskill komunikasi dalam menjelaskan pembuatan olahan nanas yaitu sirup dan selai.

Hal lebih penting lagi, mahasiswa bisa mendampingi para petani dalam hal pemasaran. (SrY/rilis**UNU/red)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Desa MalayaKubu rayaPKM UNU KalbarSungai Ambawang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Wamen Imipas Tersangka, KANNI Kalbar : Jangan Cuma Pusat, ‘Usut Juga’ Pontianak dan Entikong..!

08/06/2026

Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Siap Hadiri OKK PWI Kalbar

03/06/2026

Apakah Harus Berseberangan Dulu Baru Diperhatikan? Ketua SMSI Kalbar Kritik Kebijakan Publikasi Pemerintah

01/06/2026

Satu Kupon, Sejuta Berkah : Aksi Nyata BPM Kalbar Gotong Royong Segarkan Idul Adha 1447 H

28/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang