Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Update Perang Iran vs Israel, Korban Terus Berjatuhan
Opini

Update Perang Iran vs Israel, Korban Terus Berjatuhan

Last updated: 19/06/2025 21:43
19/06/2025
Opini
Share

FOLLOWER saya selalu minta “Bang, update perang Iran vs Israel, dong!” Sepertinya mereka selalu ingin tahu seperti apa jalannya perang.

Maklum, perang di satu sisi menyedihkan, di sisi lain bisa menjadi tontonan. Baiklah saya coba hadirkan update terkini dari sejumlah media; al-Arabiya, Hindustan Times, CNBCTV18, dan Aljazeera. Selalu seruput kopi agar pikiran tetap encer dan waras, wak!

Teheran dan Tel Aviv kembali membuka babak baru dalam serial drama intergalaksi berjudul “Perang Tak Pernah Libur.” Tanggal 19 Juni ini menjadi hari ketujuh, bukan puasa, tapi puasa nalar, sebab yang terjadi bukan peperangan biasa, ini adalah kolaborasi absurd antara misil, dendam geopolitik, dan filsafat eksistensial yang salah arah.

Israel memutuskan untuk bermain dart raksasa dengan menargetkan 20 titik vital di sekitar Teheran, termasuk reaktor Arak dan Natanz yang entah kenapa masih dinamai seperti merek mie instan. Iran membalas dengan rudal balistik dan drone bertenaga ego, menghantam tidak hanya situs militer tapi juga Pusat Medis Soroka.

Karena dalam logika perang, menyakiti rumah sakit dianggap sah, selama nuan (anda) memakai dasi diplomatik sambil melakukannya.

Tak ayal, kota-kota berubah menjadi orkestra sirene, ledakan, dan tangisan bayi yang bahkan belum tahu siapa itu Netanyahu.

Dengan lebih dari 600 orang tewas di Iran dan 1.300 lainnya terluka, serta 24 jiwa melayang di Israel, tragedi ini terus mencetak angka seperti pemain Mobile Legends yang ketagihan kill streak. Sayangnya, tidak ada MVP.

Hanya statistik kesedihan yang akan masuk ke lembaran sejarah, diapit oleh tanda bintang dan catatan kaki bertuliskan, “Bisa jadi hoaks, tergantung siapa yang nulis.”

Presiden Donald Trump, kini entah sebagai mantan atau reinkarnasi dari George Patton, sedang meninjau opsi serangan militer sambil main golf. Rusia dan Tiongkok, seperti dua tetangga yang bosan tapi gak bisa pulang karena kuncinya hilang, mengecam Israel sambil mencatat, “Oke, kita tetap jual senjata ke siapa pun yang menang.”

Sementara itu, India, Australia, dan Selandia Baru mengevakuasi warganya. Karena satu hal yang pasti, kalau ada perang, lebih baik berada jauh dari lokasi, duduk di kursi empuk, lalu bikin video reaction untuk konten TikTok.

Iran mengalami pemadaman internet total. Bukan karena misil, tapi karena WiFi nasional yang ternyata dipegang oleh admin Zaman Dinosaurus. Di sisi lain, peretas Israel menyusup ke siaran TV pemerintah Iran dan menayangkan video demonstrasi. Rakyat Iran pun bingung, “Ini berita, sinetron, atau trailer Black Mirror musim baru?”

Perang telah bergeser dari ladang pasir ke medan piksel. Di sini, meme bisa membunuh reputasi lebih cepat daripada peluru membunuh logika.

Pemimpin Tertinggi Iran memperingatkan Amerika, “Jangan ikut campur!” kalimat yang sudah dikatakan 734 kali sejak 1979. Pejabat Israel pun membalas dengan gaya ala telenovela Meksiko, “Kami tidak akan berhenti sampai mereka sadar siapa bosnya di Timur Tengah.”

Di balik layar, dunia bertanya-tanya, siapa sebenarnya penulis naskah semua ini? Karena terlalu teatrikal, terlalu absurd, dan terlalu… manusiawi.

Apa yang sedang terjadi bukan lagi soal siapa salah siapa benar. Ini soal ego kolektif yang ingin dikenang lewat kehancuran. Ini soal para jenderal yang bermain catur di papan dunia, dengan rakyat sebagai pion-pion yang tidak pernah diajari cara melangkah.

Jean-Paul Sartre mungkin akan berkata, “Perang ini bukan hanya keberadaan tanpa esensi, ini esensi tanpa otak.” Sementara Nietzsche akan menambahkan, “Jika kau terlalu lama melihat ke dalam misil, misil pun akan melihat balik ke dalam dirimu.”

Kita, umat manusia, seperti biasa, duduk menonton, minum kopoi, dan berharap sinetron ini tamat sebelum kita kehabisan logika. Selamat datang di abad ke-21, di mana bom pintar diluncurkan oleh kebodohan purba.

#camanewak
Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:IranIsraelPerang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Betapa Dahsyatnya Film Pesta Babi
24/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

10 jam lalu

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

04/06/2026

Mengenal KH Abdul Karim Fadlun, Predator Enam Anak Kini Jadi Tersangka

29/05/2026

Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes

28/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang