Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sanggau > Mengenang Empat Puluh Hari Kepergianmu
OpiniSanggau

Mengenang Empat Puluh Hari Kepergianmu

Last updated: 18/07/2025 00:48
18/07/2025
Opini Sanggau
Share

FOTO : Almarhumah Siti Sudarsih [ dok ]

Refleksi seorang suami untuk istri tercinta

TAYAN HILIR – 18 Juli 2025

HARI ini genap empat puluh hari sejak istri saya tercinta, Siti Sudarsih yang akrab disapa Mak Long, berpulang ke rahmatullah, dalam usia ke – 53 tahun.

Ia meninggal dunia di RSUD Soedarso, Pontianak, pada Sabtu malam, 8 Juni 2025, pukul 21.22 WIB, karena pendarahan di otak yang terjadi secara tiba-tiba.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi saya sebagai suaminya, tetapi juga bagi dua anak laki-laki kami, yang tengah menapaki masa penting dalam hidup mereka.

Sejak hari itu, kehidupan kami berubah secara drastis. Kehilangan sosok yang selama ini menjadi pusat keluarga, penyeimbang emosi, dan sumber keteguhan membuat hari-hari kami terasa asing.

Rumah yang dulu terasa hangat oleh kehadiran dan suaranya, kini dipenuhi sunyi yang begitu dalam.

Putra sulung kami Tuah Dimas Prasiri saat ini sedang menyusun skripsi di salah satu perguruan tinggi.

Ia mencoba tetap kuat dan fokus meskipun kehilangan ibunya sangat memukul perasaannya.

Sementara si bungsu, Genta Media Jurnalis yang sebelumnya baru saja mengikuti tahap akhir pemberkasan pendaftaran TNI AD, memilih menunda proses tersebut, karena harus mengantarkan jasad ibunya ke peristirahatan terakhir di hari yang sama.

Ia merasa belum siap meninggalkan rumah yang baru saja ditinggalkan ibunya untuk selama-lamanya.

Empat puluh hari bukanlah waktu yang lama, namun cukup untuk menyadarkan kita bahwa hidup ini begitu rapuh.

Kematian tidak menunggu kesiapan. Kepergian istri kami Siti Sudarsih mengajarkan satu hal penting, bahwasanya setiap detik bersama orang yang kita cintai adalah anugerah yang patut disyukuri, bukan disepelekan.

Kini, doa-doa mengalir untuknya, dari suami yang kehilangan teman hidup, dari anak-anak yang kehilangan suri teladan, dari kerabat dan sahabat yang mengenang kehangatan dan kebaikan hatinya.

Di hari ke-40 ini, kita tidak hanya mendoakan agar Mak Long diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Tetapi juga merayakan cinta dan ketulusan hidupnya yang akan selalu hidup dalam kenangan.

Sebab meski raganya telah tiada, kasih seorang ibu tak pernah benar-benar pergi.

Mak Long bukan sekadar seorang istri. Ia adalah pendamping hidup yang setia, ibu yang sabar, pribadi yang sederhana namun kuat, dan cahaya di tengah keluarga kami.

Dalam keterbatasan, ia hadir sebagai pelipur lara. Dalam kelapangan, ia tetap rendah hati.

Ia merawat keluarga dengan ketulusan yang tak pernah lelah, dan mendampingi saya melewati berbagai fase kehidupan tanpa pernah mengeluh.

Empat puluh hari ini bukan sekadar hitungan waktu. Ia adalah serangkaian hari yang penuh renungan, penuh rindu, dan penuh upaya untuk belajar ikhlas.

Saya tahu, sebagai manusia kami tak bisa melawan takdir. Namun kehilangan yang begitu cepat dan tiba-tiba tetap meninggalkan luka yang sulit disembuhkan oleh waktu.

Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada almarhumah, atas segala cinta, kesetiaan, dan pengabdian yang telah ia berikan.

Saya juga mengajak para kerabat, sahabat, dan siapa pun yang mengenalnya, untuk bersama-sama mendoakan beliau.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada istri saya tercinta, Siti Sudarsih, doa kami tidak akan pernah putus. Engkau mungkin telah pergi dari pandangan mata, namun tidak pernah hilang dari hati kami.

Kami akan terus melanjutkan hidup dengan warisan kasih sayang dan keteladanan yang engkau tinggalkan, untuk menjaga anak-anak kita sebagaimana engkau dahulu menjaganya dengan sepenuh jiwa.

Insya Allah, kelak kita akan dipertemukan kembali. Dalam keabadian, tanpa lagi ada perpisahan.

* Suami mu : Muhammad Khusyairi [ Pak Long Sery ]

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:kenangan seorang suamikepergian seorang istriSiti Sudarsih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
19 jam lalu
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Seorang Tewas pada Lakalantas Truk vs Sepmot di Modang Toba

19 jam lalu

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

12/02/2026

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

11/02/2026

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

12/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang