SMK Plus Desa Nusantara Sanggau, Gelar MPLS, Ajang Latih Ketahanan Mental


FOTO : banner SMK Plus Desa Nusantara (ist)

Pewarta/sumber : Gusti Baiturahman/Rilis SMK Plus Desa Nusantara.

radarkalbar. com, SANGGAU – Pendidikan sudah mulai menyentuh orang-orang yang tidak punya akses. Terutama orang-orang kurang mampu.

Kendatipun, selama ini pemerintah sudah banyak melakukan program untuk itu, tapi belum sepenuhnya menjangkau semua lini.

Seiring perjalanan waktu, kemudian beberapa lembaga dan yayasan yang konsen terhadap pendidikan, membuat sekolah untuk menampung anak-anak tidak mampu.

Bukan hanya itu, pun membebaskan biaya agar tetap mendapat layanan pendidikan yang bagus.

Adalah SMK Plus Desa Nusantara, menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan.

Lantas MPLS itu juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu.

Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Pada kebanyakan sekolah, biasanya MPLS sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung.

Proses kegiatan MPLS yang dilaksanakan secara daring oleh SMK Plus Desa Nusantara dilaksanakan secara daring dengan dukungan penuh dari Dinas Kominfo Kabupaten Sanggau.

Ini terlihat dari penggunaan akun premium milik Dinas Kominfo Kabupaten Sanggau yang digunakan oleh pihak panitia saat melakukan pertemuan melalui zoom cloud meeting yang diikuti oleh lebih dari 80 orang.

Kemudian, pada masa terakhir MPLS SMK Plus Desa Nusantara, diisi oleh Kadis Kominfo Kabupaten Sanggau, Joni Irwanto. Kala itu mengisi materi Pendidikan Karakter dan Pembinaan Mental.

Saat menyampaikan Materi nya, Joni Irwanto memaparkan mentalitas merupakan kondisi stabilitas jiwa yang melekat dalam diri dan menjadi dasar bagi perbuatan manusia.

Pendidikan karakter dan mental dibutuhkan dalam rangka membangun adab atau akhlak yang baik.

“Wajib hukumnya untuk mendidik anak-anak dengan pendidikan karakter dan pembinaan mental agar menjadi anak-anak yang berakhlak karimah,” ungkapnya.

Menurut Joni, kondisi akhlak karimah merupakan bentuk dari sikap mental yang stabil bagi perkembangan jiwa atau potensi-potensi diri anak.

” Sehingga terlahir perilaku-perilaku yang baik, “timpalnya.

Sementara, Kepala SMK Plus Desa Nusantara, Mahathir Muhammad saat dihubungi menjelaskan melalui MPLS walaupun secara daring dan terbatas ini, diharapkan anak didik pada sekolah tersebut tetap mendapatkan pembinaan yang baik.

” Dan kita tentu siapkan narasumber yang luar biasa juga di Sanggau ini guna memberikan efek Kepercayaan diri bagi mereka,” ucapnya.

Tempat terpisah, Gusti Baiturrahman mengatakan MPLS tahun 2021 ini sangat unik. Karena dilaksanakan secara daring.

Kami juga berterima kasih kepada Dinas Kominfo Sanggau yang telah memfasilitasi proses MPLS ini melalui zoom cloud meeting milik instansi tersebut.

Ketua OSIS SMK Plus Desa Nusantara, Rizka Amelia menyampaikan tema yang diangkat adalah saat MPLS itu Membentuk Karakter Siswa SMK PDN yang TANGGAP (Tegas, Amanah, Nasionalisme, Giat, Gigih, Adab, dan Pemimpin).

“Tentunya kami berharap adik-adik asuh kami demikian agar kedepannya siap menghadapi dunia kerja dan dunia industri,” ujarnya.

Editor : admin radarkalbar. com


Like it? Share with your friends!