FOTO : Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena berpoto bersama dengan perwakilan DPRD dan Pemkab Sekadau [ ok ]
Pewarta/editor : redaksi
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan perwakilan Pemkab Sekadau pada Rabu (16/9/2026).
Rakor dalam rangka peningkatan struktur ruas jalan koridor Sanggau – Sekadau tersebut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Plt Kadis PUPR Sanggau Aris Sudarsono, Kaban Kesbangpol Libertus Toto Martono, perwakilan Bapperinda Sanggau, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (As II) Setda Sekadau, Sandae, Ketua Komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan, Kepala Dinas PUPR Sekadau, Heri Handoko Susilo dan sejumlah pejabat lainnya di dua Kabupaten serta perwakilan perusahaan perkebunan di dua Kabupaten.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menyampaikan rapat koordinasi hari ini menjadi momentum penting bagi kedua Pemerintah daerah khususnya dalam membangun sinergi dan kesepahaman dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang menghubungkan kedua wilayah.
“Koridor jalan Sanggau – Sekadau bukan hanya sekadar jaringan jalan yang menghubungkan kedua wilayah administrasi, tapi lebih dari itu, koridor ini memiliki nilai strategis bagi konektifitas wilayah, mobilitas masyarakat serta pergerakan barang dan jasa antar kedua Kabupaten,” ujar dia.
Untuk diketahui, koridor ruas jalan ini jelas Wabup Susana mencakup wilayah Kabupaten Sanggau mulai dari Jalan SP 2 menuju Sekadau, jalan Kedul menuju Balai Sebut, jalan Transmigrasi, jalan Abdul Fattah, jalan Permata, dan jalan Semuntai menuju Malan yang terhubung dengan jalan timpuk menuju batas Kabupaten Sanggau di wilayah Sekadau.
“Ruas jalan ini mempunyai fungsi yang jauh lebih luas dari pada sekadar melayani perjalanan masyarakat. Jalan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, pergerakan komoditas pertanian dan perkebunan, aktifitas perdagangan masyarakat kedua wilayah, efisiensi biaya logistik serta akses kawasan produksi menuju pusat-pusat pelayanan dasar. Pada akhirnya konektifitas akan memberikan kontribusi penguatan integrasi wilayah Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya.
“Kita juga memahami kondisi saat ini pada sebagian koridor jalan Sanggau – Sekadau masih menjadi tantangan mengingat sebagian ruas jalan masih memiliki permukaan berupa kerikil dan tanah dengan kondisi jalna mulai rusak berat, dan kondisi tersebut tentunta berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, kelancaran mobilitas masyarakat serta biaya angkutan dan distribusi komoditas,” sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, mantan Anggota DPRD Sanggau tiga periode tersebut mengungkapkan koridor jalan yang diusulkan dari Kabupaten Sanggau memiliki total panjang sekitar 37,617 Kilometer yang terdiri dari beberapa ruas yakni Semuntai – Malan, Jalan Permata, jalan Abdul Fattah, jalan Transmigrasi.
“Karena itu kita tidak boleh melihat persoalan ini hanya dari satu sisi atau hanya menjadi tanggungjawab satu Pemerintah daerah saja namun diperlukan kolaborasi dan sinergi antar kedua Pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah desa, masyarakat dan terutama pihak perusahaan yang turut memanfaatkan koridor jalan tersebut,” terangnya.
Pemda Sanggau, ucap Susana sangat menyambut baik adanya gagasan untuk melakukan peningkatan struktur ruas jalan melalui mekanisme CSR Perusahaan.
“Kami memandanf keterlibatan dunia usaha merupakan bagian penting dalam membangun infrastruktur yang memberikan manfaat bersama. Ruas jalan yang kita bahas hari ini juga memiliki keterkaitan dengan aktifitas perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat. Oleh karena itu peningkatan kualitas jalan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kelancaran operasional perusahaan tetapi juga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut,” [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
