Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Ragam > Festival Pinisi Jadi Sarana Edukasi Mitigasi Resiko Bencana
Ragam

Festival Pinisi Jadi Sarana Edukasi Mitigasi Resiko Bencana

Last updated: 16/09/2019 00:41
16/09/2019
Ragam
Share

Bulukumba, radar-kalbar.com – Tenaga Ahli Bidang Perencanaan Kemenko Bidang Kemaritiman Agus Purwoto mengatakan bangsa Indonesia pernah punya kapal pinisi yang didesain oleh orang Indonesia, khususnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan dan digunakan untuk menjelajahi dunia, bukan dari produk-produk Eropa, bukan produk negara yang sudah maju.

“Kami menghimbau dengan titik kader pinisi yang hadir di Bulukumba ini akan membuka wawasan kita untuk mengembangkan dan turut bangga karena bangsa eropa ini dapat ke negara kita tidak hanya sekedar mengenal wilayah bagian lain di dunia ini, tetapi juga mereka tertarik pada teknologi, pada rempah, pada ikan, pada kultur dan budaya,” ujar Tenaga Ahli Agus saat membuka Seminar Acara _Spice Route Culture Indonesia 2019_ dengan Tema Pembangunan Potensi Maritim dan Mitigasi Bencana Sosialisasi _Fish On_ di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (14-09-2019).

Selain itu, Tenaga Ahli Agus juga mengatakan bahwa masyarakat harus bisa menjaga kebersihan, terutama sampah plastik dan sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga dapat dikelola menjadi pupuk dan pakan ikan.

“Kita berharap nantinya banyak yang bisa menjelaskan bisa hadir di sini bagaimana mengelola plastik bisa menjadi sejenis batu bata, tanpa harus teknologinya terlalu tinggi di sini sampai merupakan sampah bersih karena sampahnya sudah dicuci air laut,” jelas Tenaga Ahli Agus. Sampah plastik dapat dilelehkan dengan campuran plastik kemudian diolah menjadi sejenis batu bata tanpa menggunakan teknologi tinggi, tambahnya.

“Dan kami harap juga kesadaran kita untuk mengingatkan kesadaran saudara-saudara kita para nelayan untuk tidak lagi menggunakan bom, karena bom tidak hanya berbahaya bagi yang bersangkutan, tapi juga berbahaya untuk lingkungan sekitarnya yang mematikan pertumbuhan siklus ikan,” ujarnya.

Festival Pinisi yang diadakan di Bulukumba tidak hanya sebagai hura-hura saja, tapi juga sebagai salah satu sarana edukasi dengan menjelaskan mitigasi resiko bencana, menjelaskan pembinaan potensi maritim.

“Mari kita kurangi resiko itu semua, kalau kita melihat kekayaan yang tadi disampaikan oleh BNPB dan lain sebagainya, perlu diketahui bahwa ada 6 selat di dunia dan 4 selat ada di Indonesia. Betapa kaya kita untuk hal ini,” terang Tenaga Ahli Agus.

Selain itu, Tenaga ahli Agus juga kembali membicarakan dampak yang terjadi dengan pengkonsumsian makanan yang tercemar oleh sampah _microplastic_ yaitu terganggunya pertumbuhan anak yang menyebabkannya menjadi kerdil. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat lebih serius dalam mengolah sampah dengan _mangrove_ atau gultom.

Dalam hal ini, Kemenko Bidang Kemaritiman juga meminta maaf belum bisa menghadirkan Fish On yang merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh nelayan.

Acara ini merupakan salah satu dari agenda Festival Pinisi yang diadakan pada tanggal 13-15 September 2019. Dihadiri oleh sejumlah Masyarakat Nelayan, Anggota Pramuka, Peserta Festival Pinisi, _Offroader_ se-Sulawesi dan anggota ORARI. Kegiatan ini diakhiri dengan acara bersih-bersih pantai di pesisir pantai Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

 

 

 

Sumber : Biro Perencanaan dan Informasi
Kemenko Bidang Kemaritiman

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:bukan dari produk-produk Eropabukan produk negara yang sudah maju.Bulukumbakhususnya di BulukumbaSulawesi Selatan dan digunakan untuk menjelajahi dunia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Dugaan Kekerasan di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Bergulir ke Ranah Hukum

09/03/2026

Hadiri Buka Puasa Ramadan Polda Kalbar, LDII Tegaskan Dukung Terwujudmya Kalbar Damai dan Harmoni

27/02/2026

Sapa Pengendara di Tugu Digulis, Dirlantas dan Polwan Polda Kalbar Tebar Kebaikan Ramadan

23/02/2026

Sambut Ramadan, Gelar Pawai Obor Akbar di Kota Sanggau, Rahman : Target 3000 Peserta

10/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang