Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Mengenal Shindy, MC yang Membuat Regu SMAN 1 Pontianak Tak Berdaya
Opini

Mengenal Shindy, MC yang Membuat Regu SMAN 1 Pontianak Tak Berdaya

Last updated: 3 jam lalu
3 jam lalu
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

KITA lanjutkan kisah “kezaliman” di ajang LCC 4 Pilar MPR RI. Setelah kita bejjek dua jurinya, kali ini giliran MC atau pembaca acaranya. Gara-gara MC, regu dari SMAN 1 Pontianak tak berdaya. Argumentasi berani malah dipatahkan.

Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Namanya, Shindy Luthfiana. Atau kadang ditulis Shindy Lutfiana maupun Shindy Luthfiana Al-Aziz. Gelarnya mentereng, S.I.Kom, Sarjana Ilmu Komunikasi. Profesi? Bukan MC biasa. Ini MC profesional spesialis acara formal, corporate, governmental, sampai wedding. Founder “Sinar Bicara”, platform pelatihan MC dan public speaking. Akun media sosialnya juga lengkap: @shindy_lutfiana.mc, @shindy_mcwedding, dan @sinar.bicara.

Kalau lihat profilnya, auranya memang full profesional. Pede. Smart. Energik. Tipe MC yang kalau masuk ballroom langsung bikin acara terasa mahal dan resmi.

Tapi di Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat, 9 Mei 2026 di Pontianak, publik justru melihat kemampuan lain yang bikin netizen naik spaning. Kemampuan membungkam protes anak SMA dengan satu kalimat lembut.

Kita tahu dramanya. Regu C SMAN 1 Pontianak menjawab “Dewan Perwakilan Daerah”. Jawaban itu dianggap kurang jelas oleh juri Dyastasita WB dan langsung dikurangi minus lima poin. Tidak lama kemudian, regu lain memberi jawaban nyaris sama, tapi malah dapat plus sepuluh.

Publik bingung. Anak-anak SMAN 1 Pontianak juga bingung. Mereka mencoba protes secara baik-baik. Tidak ngamuk. Tidak jungkir balik. Mereka cuma ingin bertanya, “Kenapa jawaban hampir sama bisa nilainya berbeda?”

Di situlah Shindy Luthfiana mengambil alih panggung. Dengan suara tenang khas MC acara pejabat, keluarlah kalimat yang sekarang viral ke mana-mana, “Baik adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri, karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti… Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja. Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai.”

Nah loh.

Kalimat “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” langsung terasa seperti jurus pamungkas birokrasi level dewa. Anak-anak yang sedang bingung dan merasa diperlakukan tidak adil malah seperti dianggap baper nasional.

Waduh, wak.

Netizen langsung panas. Sebab yang bicara ini bukan orang sembarangan. Ini Sarjana Ilmu Komunikasi. Founder pelatihan MC. Orang yang sehari-hari mengajarkan cara berbicara elegan di depan publik. Tapi di momen sensitif itu, publik merasa yang muncul justru gaya komunikasi klasik negeri ini, senyum tetap manis, suara tetap lembut, tapi protes langsung diparkir.

Yang bikin makin nyesek, setelah dipotong MC, Regu SMAN 1 Pontianak benar-benar tak berdaya. Mikrofon bukan milik mereka. Panggung bukan milik mereka. Keputusan juri sudah dianggap final. Selesai.

Acara lanjut seperti biasa.

Padahal publik di internet sudah mendidih. Banyak yang merasa anak-anak itu justru sedang belajar hal paling pahit. Kadang di negeri ini, kalau terlalu kritis dan terlalu banyak bertanya, nanti dibilang “cuma perasaan”.

Ironisnya, semua ini terjadi di lomba bertajuk 4 Pilar MPR RI. Tempat yang katanya mengajarkan demokrasi, keadilan, dan keberanian berpikir. Tapi yang terlihat justru episode “Cerdas Diam Saja”.

Sekarang nama Shindy Luthfiana ikut ramai dibahas netizen. Bukan karena publik anti-MC profesional. Tapi karena rakyat sederhana punya radar alami. Kalau ada anak muda yang terlihat diperlakukan tidak adil lalu disuruh diam dengan kata-kata manis, internet langsung berubah jadi pengadilan rakyat.

Mungkin memang benar, Shindy sangat profesional. Sangat profesional sampai satu kalimatnya berhasil membuat satu ruangan diam… dan satu Indonesia geram.

Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:4 pilarCerdas cermatMPR RI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS

19/04/2026
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
KANNI Kalbar Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Aksi Premanisme di Kawasan KP Pontianak
18/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Tak Cukup Sekadar Minta Maaf Wahai MPR, Pajang Dua Juri Itu di Hadapan Publik

3 jam lalu

Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak

11/05/2026

Demokrasi tanpa Literasi, Mati Suri

11/05/2026

Mengenal Dyastasita WB, Juri LCC 4 Pilar yang Sedang Dicari Netizen

11/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang