Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Kubu Raya > Sebuah Teguran Picu Tragedi di Rengas Kapuas, Tamparan ke Pelaku, Dibalas Tusukan untuk Thomas
Kubu Raya

Sebuah Teguran Picu Tragedi di Rengas Kapuas, Tamparan ke Pelaku, Dibalas Tusukan untuk Thomas

Last updated: 11/07/2025 22:57
11/07/2025
Kubu Raya
Share

FOTO : Kedua tersangka pengeroyokan yang diamankan petugas [ ist ]

redaksi – radarkalbar.com

KUBU RAYA – Di sebuah sudut sederhana di Jalan Pramuka, Dusun Jeruk, Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, berdiri warung kopi kecil milik Thomas (38).

Tempat itu bukan hanya sumber nafkah, tapi juga ruang bersosialisasi bagi warga sekitar.

Tak ada yang menyangka, di sanalah Thomas hampir kehilangan nyawa ditusuk lima kali oleh empat orang yang datang bukan untuk ngopi, melainkan menghakimi.

Siang itu, Selasa 8 Juli 2025, jarum jam menunjukkan pukul 12.00. Matahari sedang tinggi-tingginya ketika amarah yang ditahan lama meledak menjadi kekerasan.

Thomas diserang secara brutal oleh empat pria. Dua di antaranya, ternyata ayah dan anak. Pisau menghunus perutnya empat kali.

Satu tusukan lagi menancap di kepalanya. Darah menggenang lantai warung. Hidupnya nyaris direnggut dalam hitungan detik.

Segalanya bermula dari keresahan yang nyaris tak terdengar. Sang istri, yang saban hari membantu di warung, beberapa kali merasa tidak nyaman.

Pasalnya, pandangan mata seorang pria muda yang kerap datang tapi bukan untuk ngopi.

Lantas, ia merasa risi dan melaporkan kepada suami yang bernama Thomas tersebut.

Mendapati itu, Thomas pun naik pitam. Harga diri dan kenyamanan keluarganya diinjak.

Maka ketika DC, pemuda berusia 25 tahun yang diduga pelaku pengintaian, kembali lewat, Thomas menegurnya.

Kata-kata tak cukup, dan tamparan pun mendarat di wajah DC. Satu tamparan itu ternyata menyulut rentetan kekerasan berikutnya.

Tak lama setelah peristiwa itu, DC kembali kali ini tidak sendiri. Ia membawa ayahnya, AI (51), dan dua orang lain.

Mereka bukan datang untuk berdamai. Mereka datang membawa niat buruk.

Menurut keterangan polisi, keempat orang itu langsung menyerang Thomas begitu tiba di warung.

Pisau terhunus. Tidak ada adu mulut. Tidak ada kompromi. Hanya amarah dan tubuh Thomas yang jadi sasaran.

Ketika warga akhirnya berdatangan dan mencoba melerai, Thomas sudah tergeletak bersimbah darah.

Ia langsung dilarikan ke RS Antonius, Pontianak. Sampai hari ini, ia masih menjalani perawatan intensif. Nyawanya selamat, tapi bekas luka dan trauma akan tinggal lama.

Tak lama berselang, DC dan ayahnya berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian. Namun dua pelaku lainnya masih buron.

“Kami tidak akan berhenti sampai dua pelaku lainnya menyerahkan diri atau kami tangkap,” tegas Aiptu Ade Surdiansyah, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya.

Bagi keluarga Thomas, keadilan belum selesai. Istrinya berharap seluruh pelaku bertanggung jawab di hadapan hukum.

“Dia cuma mau lindungi saya. Tapi lihat apa yang dia dapat,” ucap sang istri dengan suara pelan.

Masyarakat Dusun Jeruk mendadak waspada. Warung kopi yang biasa menjadi tempat bercengkerama, kini menyimpan jejak darah dan ketakutan.

Bukan hanya tentang satu kejadian, tapi tentang bagaimana rasa tidak aman bisa tumbuh diam-diam dan meledak.

Thomas masih terbaring. Luka-lukanya belum kering. Tapi ia tahu, peristiwa ini bukan hanya tentang dirinya.

Ini tentang setiap orang yang merasa terancam. Namun tidak tahu harus mulai dari mana. [ red ].

 

 

 

Editor : Andika

Publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Desa Rengas KapuasDusun JerukKubu rayapenusukanSungai kakapwarung Thomas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Bareskrim Bekuk Bandar Narkoba Asal Bima di Kubu Raya

34 menit lalu

Dugaan Kekerasan di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Bergulir ke Ranah Hukum

09/03/2026

Ritual Pembakaran 40 Naga di Kubu Raya Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Padati Lokasi

06/03/2026

Gudang Kasur PT Putra Borneo Barat di Kubu Raya Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

04/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang