Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Indonesia Tinggalkan Ketuhanan, Lahirnya Negeri Oligarki dan Anarki
Opini

Indonesia Tinggalkan Ketuhanan, Lahirnya Negeri Oligarki dan Anarki

Last updated: 11/09/2025 00:01
10/09/2025
Opini
Share

Oleh : Benz Jono Hartono [ Praktisi Media Massa di Jakarta ]

*Preambule*

INDONESIA katanya berdiri di atas fondasi Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi dalam praktiknya, sila pertama itu sekarang lebih cocok dijadikan wallpaper ruang sidang atau kutipan Instagram pejabat saat Lebaran. Isinya? Kosong. Praktiknya? Nol besar.

*Ketuhanan Jadi Formalitas*

Para elite rajin mengucap “atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa” setiap kali tanda tangan proyek triliunan, tapi lupa kalau Tuhan tidak pernah menitipkan proyek pada kantong pribadi. Doa khusyuk di podium berubah jadi modus operandi untuk menutupi kebijakan yang menindas rakyat.

*Ekonomi Oligarki Naik Jet, Rakyat Numpang Angkot*

Jurang ekonomi makin lebar. Yang kaya makin pamer harta di mall mewah, yang miskin antre sembako basi. Oligarki tersenyum sambil menguasai tambang, sawit, dan infrastruktur, sementara buruh yang bekerja siang malam hanya dapat gaji pas-pasan.

Negeri yang katanya “beriman” ini lebih percaya pada “dewa pasar” ketimbang pada Tuhan.

*Penindasan Jadi Sistematis*

Ngomong jujur bisa dipolisikan, kritik dianggap makar, demo dipukul habis-habisan. Negara yang katanya berketuhanan malah lebih mirip perusahaan keamanan swasta, tugas utamanya melindungi bos-bos kaya dari amukan rakyat. Aparat sering kali jadi satpam oligarki, bukan pelindung rakyat.

*Demo Anarkis Doa Rakyat yang Tak Didengar*

Ketika rakyat sudah buntu, jalan satu-satunya ya teriak di jalanan. Awalnya damai, lama-lama rusuh. Bakar ban, lempar batu, hancurkan fasilitas umum itu bukan sekadar tindakan anarkis, tapi doa putus asa yang dikirim dengan cara kasar karena doa halus sudah lama diabaikan.

*Penutup*

Kalau bangsa ini mau waras, ya harus balik ke sila pertama. Tapi bukan sila pertama yang dihafalkan anak SD lalu dilupakan, melainkan Ketuhanan yang dijalankan, pejabat takut dosa, pengusaha ingat zakat, rakyat percaya bahwa keadilan bisa ditegakkan.

Tanpa itu, negeri ini akan terus jadi kombinasi absurd antara “surga oligarki” dan “neraka rakyat kecil”.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:IndonesiaOligarkipasca demontrasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil

07/04/2026
Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS
20/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Proyek TPA Pontianak Rp 17,9 Miliar Disorot…!! Beton Mulai Retak, Kualitas Konstruksi Dipertanyakan.
04/04/2026
Warga Sungai Pinyuh Keluhkan Kabel Telkomsel “Numpang” di Teralis Ruko, Khawatir Roboh dan Menelan Korban
04/04/2026

Berita Menarik Lainnya

VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

28/04/2026

Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas’ud

27/04/2026

Mengenal Ustaz Al Misry, Juri Hafiz Quran Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

26/04/2026

Saat Mahasiswa Disadarkan oleh Bank Indonesia

24/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang