Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Bisnis > Perkembangan Investasi di Indonesia Patut Diapresiasi
Bisnis

Perkembangan Investasi di Indonesia Patut Diapresiasi

Last updated: 10/09/2019 01:20
10/09/2019
Bisnis
Share

Jakarta, radar-kalbar.com – Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan angkat bicara mengenai investasi di  Indonesia.

Hal tersebut Ia sampaikan pada wartawan setelah menghadiri Rapat Kerja Penetapan RAPBN 2020 di Ruang Rapat Banggar DPR-RI, Jakarta pada Senin (09-09-2019).

Menurutnya perkembangan _supply chain_ di Indonesia patut diapresiasi. “Dulu kita ekspor _raw material_ ini cuman 350 juta USD, tahun lalu saja kita sudah eskpor itu setelah nilai tambah, itu sudah 5,8 milyar USD. Itu angkanya bisa dilihat kok itu, tahun ini bisa sekian 7 milyar USD. Tahun depan itu akan 12 milyar USD, pada tahun 2024 itu akan 30 milyar USD. Investasi sepanjang ini termasuk tadi _lithium baterai_, _recycle baterai_ itu saya kira akan lebih dari 30 milyar USD dalam 4-5 tahun ke depan ini,” tambahnya.

Dengan langkah pembangunan seperti yang disebutkan di atas, Menko Luhut berharap bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu pemain global yang masuk ke dalam nominasi _The Global Supply Chain._

“Selama ini kita ekspor kemana? 98% ke Cina. Kita itu hanya ekspor saja bawa itu tanah yang isinya timah. Dan satu ton tanah itu belum tentu dapat 1 kg timah. Jadi berapa juta ton yang sudah berpuluh-puluh tahun kita ekspor,” tuturnya.

Lebih lanjut oleh Menko Luhut, mengenai penetapan harga akan ditentukan oleh pemerintah, dan tidak diatur oleh pihak yang memiliki _smelter_. Ia juga menegaskan para pihak-pihak yang terlibat agar menuntaskan projek _smelter_ yang belum atau sedang dalam proses pengerjaan segera.

“Sekarang, kita gak berhenti disitu saja. Presiden sudah memerintahkan kita untuk melihat juga material-material dasar kita yang lainnya, misalnya timah. Masa harga timah ditentukan di Singapura? Masa tidak bisa buat _supply chain_ nya itu coba. Kenapa tidak kita buat industrinya dalam negeri,” tegas Menko Luhut.

Mengenai isu para investor yang gagal berinvestasi di Indonesia, Menko Luhut sebutkan bawa birokrasi seperti peraturan yang berbelit adalah salah satu penyebabnya.

“Sekarang oleh Presiden dipotongin semua itu. Sekarang kita tiru aja Vietnam, kita tiru Thailand, tiru Singapura, tiru Malaysia, itu aja _benchmark_ kita,” tambahnya lagi saat ditanyai target kerjasama yang akan dilakukan oleh Indonesia ke depannya.

Dalam kesempatan ini, Menko Luhut meminta masyarakat untuk melihat sisi positif dari pembangunan ekonomi yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Indonesia.

“Kenapa sih kita senang berkomentar, ada pabriknya, kan semua pekerjanya orang Indonesia. Semua orang Indonesia yang disitu, mobil-mobil murah dan dipakai oleh rakyat biasa,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan tentang pembangunan kereta cepat, Menko Luhut mengatakan pemerintah belajar dari pengalaman pembangunan MRT.

“Saya pikir kita masih _in-favor_ kepada Jepang ini. Tapi Jepang ini juga tidak boleh semau dia juga. Jangan seperti MRT, MRT kan kita dikunci banget. Kita juga punya kebebasan, seperti local content, technic transfer,” jelas Menko Luhut.

Sumber : Biro Perencanaan dan Informasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. PandjaitanRapat Kerja Penetapan RAPBN 2020 di Ruang Rapat Banggar DPR-RI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Respon Laporan Warga, Polsek Sekayam Bongkar Bisnis Haram Dua Pemuda di Desa Balaikarangan
24/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Kalbar Melimpah

11/03/2026

Wagub Krisantus Resmikan Selayar Kopi Tiam, Tambah Spot Nongkrong Baru di Pontianak

13/02/2026

Adira Finance Gelar Expo Ramadan di Sekadau, Tawarkan Pembiayaan dengan Approval di Tempat

12/02/2026

Dongkrak IPM, 25 Wisudawan Asal Sekadau Resmi Dilantik di UT Pontianak

07/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang