FOTO : Plt Kadis Kesehatan, Najori [ ist ]
Pewarta/editor : redaksi
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori mengungkapkan kasus kematian bayi naik dari 41 kasus pada 2025 menjadi 51 kasus pada 2026.
“Untuk tahun 2025, angka AKI sebesar 112,56 per 100.000 kelahiran hidup dengan 10 kasus, sedangkan AKB sebanyak 41 kasus dengan angka kematian bayi 4,61 per 1.000 kelahiran hidup. Untuk tahun 2026, AKI ada enam kasus dengan angka 67,53 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKB mencapai 51 kasus dengan angka 5,74 per 1.000 kelahiran hidup,” ungkap Najori, Rabu (30/9/2026).
Najori menyebut angka AKI dan AKB Kabupaten Sanggau masih berada di bawah target nasional. Pada 2026, target nasional AKI sebesar 109 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 11,63 per 1.000 kelahiran hidup.
“Untuk Kabupaten Sanggau tahun 2025, AKI dan AKB tidak melebihi target nasional, yaitu AKI 122 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12,62 per 1.000 kelahiran hidup. Begitu juga pada 2026, AKI dan AKB masih tidak melebihi target nasional,” terangnya.
Evaluasi bersama puskesmas dan rumah sakit dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dalam pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi. Evaluasi juga diarahkan pada penguatan deteksi dini risiko, penanganan kegawatdaruratan, sistem rujukan, serta tindak lanjut kasus.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelayanan, serta memperkuat koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit, khususnya dalam deteksi dini risiko, penanganan kegawatdaruratan, sistem rujukan, dan tindak lanjut kasus serta program yang menjawab akar masalah,” terangnya. [ Red ]
Publisher : admin radarkalbar.com
