FOTO : Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat memaparkan capaian inovasi daerah kepada tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2026 dari Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Juri independen [ ist ]
Ulasan utama berita :
- Prestasi Historis: Pemprov Kalbar untuk pertama kalinya masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2026 Kemendagri.
- Pesan Utama: Gubernur Ria Norsan menegaskan inovasi bukan sekadar demi penghargaan, melainkan harus menyelesaikan masalah dan berdampak nyata bagi warga.
- Inovasi Unggulan:
- GERAI-KU: Pangan murah langsung dari peternak (fasilitasi Rp2,57 miliar, hematkan warga Rp514,4 juta).
- SIDEKAP: Pelaporan digital keselamatan pasien berbasis No Name, No Shame, No Blame (laporan naik ke 392 kasus).
- Komitmen: 88,16% dari 76 inovasi daerah sudah diterapkan dan dikunci dalam RPJMD 2025–2029 agar berkelanjutan.
Pewarta/editor : redaksi
PONTIANAK, RADARKALBAR.COM — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan esensi dari inovasi tata kelola pemerintahan tidak boleh sekadar mengejar penghargaan, melainkan harus berdampak nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Ria Norsan saat memaparkan capaian inovasi daerah secara daring dari Data Analytic Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (5/11/2026), di hadapan tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2026 dari Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Juri independen.
Pemaparan ini menyulut pencapaian sejarah baru bagi Kalbar yang untuk pertama kalinya menembus nominasi IGA Kemendagri dari total 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi se-Indonesia.
”Masuknya Kalimantan Barat dalam nominasi IGA 2026 merupakan sebuah capaian sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Namun, yang paling penting bukan sekadar penghargaan, melainkan bagaimana inovasi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Ria Norsan.
Dalam pemaparannya, Ria Norsan menyoroti dua inovasi sektor pangan dan kesehatan yang menjadi program unggulan daerah, yakni GERAI-KU dan SIDEKAP.
Inovasi GERAI-KU dirancang memotong rantai distribusi pasokan pangan khususnya telur dan daging ayam dengan menghubungkan peternak langsung ke konsumen. Hingga Oktober 2026, program ini memfasilitasi transaksi 91,9 ton produk senilai Rp2,57 miliar, memberi penghematan langsung ke masyarakat hingga Rp514,4 juta, serta mencatatkan kenaikan volume distribusi 90,7 persen dibanding tahun lalu.
Di sektor kesehatan, Ria Norsan mengenalkan sistem digital SIDEKAP (Sistem Pelaporan Insiden Terintegrasi) berbasis No Name, No Shame, No Blame untuk keselamatan pasien. Integrasi ini meningkatkan keterbukaan pelaporan insiden pelayanan kesehatan secara drastis dari 89 laporan pada 2024 menjadi 392 laporan hingga pertengahan 2026.
Gubernur menekankan bahwa seluruh inovasi daerah telah dikunci ke dalam Indikator Kinerja Utama RPJMD Provinsi Kalbar 2025–2029 agar keberlanjutannya terjamin. Berdasarkan data Pemprov Kalbar 2026, dari total 76 inovasi yang terdaftar, sebanyak 88,16 persen di antaranya telah diterapkan secara aktif.
”Kami ingin memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap penciptaan atau penilaian, tetapi terus dikembangkan, diterapkan, dan direplikasi agar manfaatnya semakin luas,” pungkasnya. [ Red/biz ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
