Sidak Langsung PLTU Bengkayang, Ria Norsan Desak PLN Percepat Pemeliharaan Mesin

FOTO : Gubenur Kalbar, Ria Norsan didampingi petinggi PT PLN saat melakukan sidak di PLTU Bengkayang [ ist ]

Ulasan utama berita :

  • Inspeksi Mendadak (Sidak): Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung PLTU Bengkayang untuk merespons keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir yang berlangsung hingga dua jam.
  • ​Penyebab Pemadaman: Pemadaman terjadi karena perawatan berkala (overhaul) pada mesin PLTU yang telah beroperasi nonstop selama 7 tahun, bukan karena kerusakan mendadak.
  • ​Tuntutan Percepatan Perbaikan: Ria Norsan mendesak PLN untuk memangkas target waktu perbaikan mesin dari semula 54 hari (selesai 5 Desember) menjadi hanya 25 hari, agar sistem kelistrikan pulih sepenuhnya sebelum pertengahan November demi menyambut Natal dan Tahun Baru.
  • ​Respon PLN: Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power menyambut baik kunjungan tersebut, mengonfirmasi peran vital PLTU Bengkayang yang menyuplai 12–14% daya Sistem Khatulistiwa, serta berjanji mengoptimalkan sumber daya untuk memenuhi instruksi percepatan perbaikan.

Pewarta/editor : redaksi

BENGKAYANG, RADARKALBAR.COM — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan peninjauan langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang guna mengecek secara riil kendala sistem kelistrikan yang mengoperasikan pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan Barat.

​Langkah turun ke lapangan ini diambil untuk menanggapi gelombang keluhan masyarakat yang terdampak pemadaman listrik berdurasi hingga dua jam. Di lokasi, Ria Norsan menyaksikan langsung proses pemeliharaan menyeluruh (overhaul) pada unit mesin PLTU yang sedang digarap oleh PT PLN.

​Melihat durasi pengerjaan yang dinilai terlalu lama, Ria Norsan menekan manajemen PLTU dan PLN untuk memangkas target waktu perbaikan secara signifikan.

​”Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” tegas Ria Norsan di lokasi peninjauan.

​Pihak PLN awalnya menargetkan proses perbaikan mesin memakan waktu hingga 54 hari dan baru tuntas pada 5 Desember. Namun, dalam sidak tersebut, Ria Norsan menegaskan agar pekerjaan dapat dipercepat hingga menjadi 25 hari saja. Ia menuntut keandalan listrik Khatulistiwa sudah pulih sepenuhnya sebelum memasuki pertengahan November.

​Percepatan ini dinilainya krusial untuk menjamin stabilitas pasokan energi masyarakat Kalimantan Barat dalam menyambut perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru.

​”Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” tambah Ria Norsan menuntut kepastian dari pihak PLN.

​Di samping mendesak pengerjaan teknis, Gubernur Kalbar ini turut memberikan klarifikasi langsung mengenai kondisi lapangan. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat perawatan rutin berkala (overhaul) pada mesin PLTU yang telah beroperasi nonstop selama 7 tahun, bukan disebabkan oleh kerusakan sistem secara mendadak. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi negatif.

​Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, merespons positif kedatangan Gubernur di fasilitas tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa PLTU Bengkayang memegang peran vital dengan menyuplai sekitar 12 hingga 14 persen daya ke Sistem Khatulistiwa.

Untuk itu, pihak PLN berjanji akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memenuhi instruksi percepatan perbaikan demi memulihkan kenyamanan suplai listrik. [ Red/biz]

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version