Anggaran Terbatas, Wabup Minta Semua Peduli Atasi Krisis Air Bersih di Sanggau

FOTO :  Ketua GOW yang juga Wabup Susana mendistribusikan air bersih kepada warga Segole, Jumat 4 September 2026 [ ist ]

Pewarta/editor : redaksi

SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Pemkab Sanggau bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mendistribusikan air bersih di lingkungan RT Segole Kelurahan Tanjung Kapuas, Jumat (4/9/2026).

Aksi sosial yang dipimpin Ketua GOW yang juga Wakil Bupati (Wabup) Susana Herpena tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama GOW, terimakasih kepada Ibu-ibu GOW yang telah menyiapkan pendistribusian air bersih ini kepada masyarakat,” kata Ketua GOW Sanggau, Susana Herpena kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pendistribusian air bersih ini bertujuan untuk menjawab persoalan kekeringan yang dihadapi masyarakat.

“Ini adalah aspirasi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih, warga di Segole ini salahsatunya yang merasa dampak dari kekeringan ini,” ungkapnya.

Pendistribusian air bersih yang dilakukan GOW ini dijelaskannya sebanyak 10 ribu liter untuk menenuhi kebutuhan 150 Kepala Keluarga.

“Kami mengajak kepada seluruh pelaku usaha dan investor yang berinvestasi di Kabupaten Sanggau bisa turun tangan membantu masyarakat yang kesulitan air bersih. Ditengan kondisi seperti ini saya minta semua pihak membantu, hilangkan ego sektoral dan bantu masyarakat yang lagi kesulitan air bersih,” pintanya.

Di tengah kondisi kekeringaa saat ini, Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat, jangan berlebihan.

“Gunakan air secukupnya karena kekeringan ini memang air menjadi salahsatu kendala yang kita hadapi,” pungkasnya berpesan.

Terpisah, Ketua RT 11 Segole, Safarinus Heroni menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diserahkan GOW.

“Kami sangat menyambut baik pendistribusian air bersih ini karena memang saat ini warga kami memang lagi kesulitan air,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa saat ini, sumur bor dan air sungai yang menjadi harapan satu-satu sumber air warga sudah kering.

“Selama ini kami mengandalkan sungai dan sumur bor, tapi keduanya sudah kering jadi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, dan dua bulan sudah kami mengalami kekeringan,”  jelasnya. [ Red ]

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version